Teman-teman,

Berikut sharing mencoba memanjat dinding es beberapa tahun silam. Ini  
hanya sebagai refleksi saja, siapa tahu ada teman2 disini yang juga  
tertarik. Untuk yang memanjat di glacier Franz Josef akan dilanjutkan  
setelah ini.

Maaf mungkin yang belum karib dengan istilah climbing/panjat, saya  
agak kesulitan mencari padanan yang pas. Biar ngga mengurangi arti  
saya tulis seperti adanya.

Salam,

Ambar Briastuti
www.ceritaambar.com | ym : ambar_briastuti | Adventures. Backpacking.  
Photography.

========================





Kinlochleven, Highland (antara Glencoe dan Fort Williams), Maret 2004

Sewaktu backpacking ke Scotlandia, saya sempat mampir ke Kinlochleven  
untuk training ice climbing. Program yang ditawarkan disana adalah  
semacam pengenalan. Sekitar tahun itu saya lagi getol belajar indoor  
climbing.  Hampir tiap akhir pekan selalu disempatkan latihan di  
Birmingham. Rasanya agak pede-lah untuk mencoba hal yang baru.  Kapan  
lagi kalau ngga sekarang, pikir saya.

Indoor Ice climbing di kaki gunung Nevis ini adalah yang terbesar di  
dunia. Skotlandia mungkin adalah tempat yang tepat karena sarana  
olahraga outdoor musim dingin lebih lengkap. Lha iyalah karena di  
negeri ini banyak highland alias gunung. Letaknya yang diujung utara  
pulau membuat puncak deretan bukit dan gunung Munro selalu diliputi  
salju jika musim dingin. Pas banget untuk menjajal kemampuan.

Karena bener-bener nol puthul alias bawah kothong alias pemula  
banget, saya booking lewat telpon. Semua instruksi saya ikuti dengan  
patuh. Mungkin karena lagi musim dingin jadi sepi peminat membuat  
saya bisa dapet slot dengan mudah.

Saya diminta memakai baju hangat (system tiga lapis) dengan celana  
tahan air. Semua alat disediakan disana, yakni mulai dari sepatu boot  
khusus ice climbing, crampon, kapak es (ice axe), helm dan juga  
harness berikut system belay.

Yang agak menyita waktu adalah penjelasan tentang setting sepatu boot  
dengan crampon. Sepatu untuk climbing ini dibuat dari plastik kuat  
sehingga kaku untuk melindungi engsel kaki. Beratnya juga dua tiga  
kali sepatu boot biasa dengan setting dibuat kencang. Rasanya  begitu  
dipakai jalan seperti robot. Sedangkan crampon adalah lapis baja  
bergerigi yang ditambahkan dibawah sepatu boots tadi. Untuk ice  
climbing, crampon dibuat khusus dengan bagian tajam dimuka. Fungsinya  
adalah mencengkeram sepatu dengan es hingga bisa menapak ataupun  
memanjat. Karena kaki saya ukuran kecil (UK 5.5) proses seting antara  
boots dengan crampon agak lumayan. Saya juga diajari bagaimana  
memakai terutama agar ngga melukai tangan. Bagaimanapun untuk  
olahraga dingin, memakai crampon itu seperti naluri. Lha buat saya  
yang dilahirkan di ekuator ini harus berpikir keras mengulang proses  
tadi.

Secara umum system yang dipakai untuk pengaman hampir mirip dengan  
indoor climbing. Figure eight dengan single rope. Cuma saya  
ditunjukkan alat belay sedikit beda. Agak bergerigi dan self braking  
alias bisa ngerem sendiri. Helm dan harness juga wajib dipakai. Saya  
juga diajarin menggunakan kapak es.

Dalam dunia perkampakan es ada dua jenis. Yakni  kampak untuk  
climbing dan kampak untuk jalan. Loh kok? Untuk climbing, kampak  
berujud lebih kecil dengan kurva ergonomis. Gagangnya juga pendek.   
Sedangkan kapak untuk jalan biasanya bergagang lebih panjang dan  
lurus. Ini digunakan ketika berjalan melewati salju untuk mengetahui  
kedalaman dan kepekatan. Jadi ujungnya itu dipakai seperti walking  
pole (tongkat jalan). Salah satu kegunaan lain kapak jalan ini adalah  
untuk self-rescue (penyelamatan sendiri) ketika terjatuh dari tebing  
es. Yakni menghentikan luncuran bebas dengan menggunakan kapak  
sebagai rem.  Skill ini harus dipunyai jika sudah mulai melakukan  
mountaineering di gunung es. Itulah kenapa kapak jalan biasanya hanya  
satu, sedangkan kapak climbing selalu sepasang.

Kapak yang baik tentu saja yang ringan, juga kekerasan yang mampu  
menghujam es. So kapak untuk climbing pastilah lebih mahal karena  
secara teknis lebih sip. Kapak ditujukan untuk menancap di es dengan  
sekali ayun. Dalam hal ini kampak menjadi kepanjangan tangan ketika  
memanjat. Makanya harus ada tali (webbing) untuk diikatkan di tangan.  
Buat pemanjat es, kehilangan kapak es karena terjatuh rasanya seperti  
diamputasi tangan.

Indoor ice climbing itu ibaratnya sebuah freezer raksasa. Jadi  
dinding panjatnya tertutup dengan suhu dibawah nol.  Di Ice Factor  
ini bahkan bisa sampai minus 50derajat Celcius! Tinggi dindingnya  
sekitar 15m di tiga sisi, dengan jumlah jalur 20 cukup untuk  20  
orang. Karena untuk menjaga suhu, maka ruangan dinding panjat ditutup  
dengan rapat. Rasanya agak claustrophobic ...menyesakkan.

Pelajaran pertama adalah bagaimana berjalan di es dengan crampon.  
Berjalan itu tidak hanya datar tetapi juga miring. Posisi tubuh dan  
memahami kemiringan medan adalah kunci utama. Dimulai dari melangkah  
kaki, kemudian mulai menggunakan crampon. Jalan juga jadi melebar  
agar gerigi crampon tidak saling bersentuhan.

Selanjutnya, yah udah manjat saja. Kok gitu? Nah ini yang mungkin  
beda dengan panjat biasa. Yakni posisi kaki harus tegak lurus dengan  
kemiringan dinding. Rasanya membiarkan kaki tergantung bebas itu  
perlu pembebasan paradigma. Antara percaya pada tubuh dan alat atau  
melawan rasa takut.

Irama manjatnya adalah hujam – tahan – angkat. Percikan es yang  
terkena kapak juga harus diperhatikan. Jangan sampai kena mata atau  
muka. Semakin efisien semakin hemat tenaga dan cepat. Dalam beberapa  
menit saja berat kampak di kedua tangan saya rasanya jadi dobel.

Mengayun kapak juga menghisap tenaga dengan cepat. Belum lagi  
mengangkat tubuh pelan-pelan. Seperti climbing di bebatuan, kuncinya  
adalah kaki. Ini yang masih belum bisa saya penuhi. Tangan saya  
bekerja dua kali lebih berat membuat saya kecapekan begitu mencapai  
separoh rute.  Mungkin karena nervous juga. Bisa dibilang saya selalu  
mengayun kapak dua kali karena ngga terlalu yakin dengan kedalaman  
hunjaman.

Suhu dingin di kotak freezer ini jadi tak terasa karena tubuh saya  
keringatan. Selama 2 jam berikutnya pelajaran ini berulang, hingga  
saya menyerah kecapekan. Es ternyata bisa lebih kuat dari batu.



Ice Factor
Leven Road, Kinlochleven, Lochaber PH50 4SF
01855 831100
http://www.ice-factor.co.uk
Lokasi antara B863 dengan B82
30menit dari Fort Williams atau 10menit Glencoe
Kursus indoor ice climbing 2.5jam £45

Sedikit photo (agak gelap nih karena udah senja) http:// 
ambarbriastuti.multiply.com/photos/album/121




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Indonesian Backpacker Community
visit our website at http://www.indobackpacker.com atau bisa juga di 
http://www.backpacker-indonesia.info/


Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/   
untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.

No SPAMMING or forwarding unrelated messages.
Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat. 

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian 
yang perlu saja

Milis Indobackpacker tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari virus 
dan menghemat bandwidth.

Cara mengatur keanggotaan di milis ini :

- Satu email perhari: [email protected]
- No-email/web only: [email protected]
- menerima email: [email protected]
- berhenti dari milist kirim email kosong : 
[email protected]
- Begabung kembali ke milist kirim email kosong : 
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke