kayake kemarin ada temen yg nanya2 ttg Dieng, mungkin ini info yg berguna : 

http://nyonyasepatu.multiply.com/journal/item/967/Dieng_Plateu_catatan_Perjalanan_

Catatan perjalanan DIeng
 
Need a Break ?? come and Find another paradise in Jogyakarta and DIeng Plateu
 
Day one
 
Kereta api Turangga jam 18.00 sore datang tepat waktu, gerbong 3 . perjalanan 
sedikit lebih santai, saya punya itinerary juga tidak full . rencananya besok 
tgl 26 Hiendra ngajak saya untuk ke prambanan , dia bilang mau motret melasti. 
Setelah saya pikir-pikir di kereta bukankah tgl 26 sdh nyepi means melasti 
terakhir tgl 25. setelah browsing rasanya hiendra dapat info yang salah. 
Setelah itu dia infokan ada acara tawur agung, tetapi lagi-lagi salah info. 
Yasud saya putuskan utk bersantai-santai saja dan langsung kabur ke dieng jika 
emang tidak ada acara bagus di yogya.
 
Jam 23.00 kereta berhenti di yogya, hujan deras menguyur kota ini. Kebetulan 
hotel yang kami book berada di jl. Prawirotaman, lumayan jauh dari stasiun 
tugu. Nama hotelnya hotel metro, hotel kecil yang saya temukan di yogyes.com. 
room ratenya juga lumayan murah hanya Rp 100.000 . tidak ada aktivitas lain 
yang bisa dilakukan kecuali tertidur Karena hujan dan rencana saya untuk 
minum-minum di VIA-VIA Café gagal !.
 
Day two
 
Bangun pagi seperti biasa, mengintip ke langit yang lumayan mendung L. Hari ini 
tidak punya rencana apapun, kecuali baca-baca brosur di lobby hostel, dan 
memutuskan untuk ke dieng siang nanti. Sempat minum jamu, gossip-gossip lalu 
ngecengin 3 bule di taman lalu jam 11 beres-beres menuju jalan diponegoro untuk 
mencari travel ke arah wonosobo.
 
Info yang saya dapat travel yang selalu dipergunakan ke wonosobo adalah RAHAYU 
. tarifnya hanya Rp 40.000 saja no AC. Cuaca panas tp saya punya kipas J. Ada 
beberapa kali keberangkatan ke wonosobo yaitu jam 10,12,02 dan 04 sore J. Saya 
pilih yang jam 12 siang dgn asumsi saya bisa langsung ke dieng tanpa harus 
melewatkan satu malam di wonosobo. Berkali-kali juga menghubungi bapak yanto 
pemilik penginapan tempat saya menumpang nantinya.
 
Sepanjang jalan menuju wonosobo hujan deras , menyebalkan karena mobil ini 
menjadi tambah lembab dan bocor !!.
 
Jam 04.00 saya sampai juga di wonosobo, minta ke supir untuk dianter ke pasar 
induk , nanti dari pasar induk kita naik bis yang ke dieng. Ada banyak sekali 
bis ke dieng, jadi gak usah khawatir, jam keberangkatan terakhir biasanya pukul 
05.00 sore. Di dalam bus ketemu NIELS, bule kanada yang akan ke dieng juga. 
Sayang tampangnya lebih banyak ketutupan keril dan gitar .


 
Sebenarnya sih kalo dgn mobil pribadi dari wonosobo ke dieng cukup ditempuh 
dalam waktu 30 menit tapi karena kita naik bis yang kelebihan penumpang ini, 1 
jam saya baru nyampe di pertigaan dieng. Begitu turun langsung dijemput pak 
yanto. Ada beberapa penginapan murah { catat tidak ada hotel bagus disini, 
kalopun ada saya yang gak sanggup bayar hahaha }.
 
Homestay pak yanto namanya pondok lestari. Tempatnya sih yahhh bersih tapi gak 
nyaman-nyaman banget, malahan terlalu mahal . Rp 150.000 cuman dapet air hangat 
doang . apa-apa mesti beli. Jadi mahal ya bowwwww……..RP 100.000 aja di yogya 
dapet handuk, sabun dan breakfast !. nah begini ya, karena pendapatan perkapita 
penduduk dieng termasuk tinggi {rata-rata mereka memiliki kebun kentang } jadi 
soal harga kita susah untuk nawar-nawar. Ada sih kamar yang harganya Rp 75.000 
atau Rp 100.000 tapi isinya cowok semua dan kamar mandi di luar, daripada tiap 
keluar saya diliatin mending saya bayar lebih mahal aja ya .
 
Setelah beres-beres , mandi , ngobrol bentar sama pak yanto dan istrinya { 
sumpah saya pengen pindah aja sebenarnya tapi gak enakkkkkkkk hati hahaha }, 
trus iseng nanya gimana caranya untuk melihat sunrise, kawah sikijang , 
candi-candi dsb. Si bapak langsung tancap gas aja jelasin pake peta, then pesan 
mobil , padahal saya belon deal !. duhhhhh repotnya.
 
Setelah magrib, cari makan diluar . ada satu warung makan namanya warung bu 
yati, paling rame dan tempatnya juga rada nyaman, at least gak dingin. Suhu di 
dieng saat itu sekitar 13 derajat celcius. Ada ribuan bintang di langit, 
semangkin malam semangkin berdesakan mereka memamerkan cahayanya. Saya pesan 
indomie rebus plus jamur, rasanya lumayan, cabenya menggigit lidah saya cukup 
keras hihi, dan wedang jahenya sedikit lebih manis daripada yang biasanya saya 
minum. So far enak koq J. Di warung ini sebenarnya kebanyakan orang makan 
prasmanan dan harganya juga bisa lebih murah.


 
Setelah makan, iseng lagi jalan-jalan. Btw…saya emang suka maruk kalo liat 
bintang, jadi biar dingin biasanya tetap aja pengen keluar . ketemu satu 
penginapan namanya penginapan bu Jono. Tadinya sih cuman mau liat kamar tapi 
begitu liat ada tourism information, iseng lagi tanya2 paket tour . mrk punya 
paket tour dgn motor or trekking 7 KM . tadinya sih mau tour dgn motor Rp 
75.000 bareng Niels, vivi, mba nani dan mba Mimi tetapi  karena satu dan lain 
hal , jadilah saya pilih trekking 7 km. doakan yaaa!!.
 
Day three
 
Bangun pagi jam 3 { on no……!! }. Kepagian ya bow, ini jamnya orang tahajud, 
saya udah keluar rumah, dingin tapi tidak sedingin tadi malam. Lalu mulai 
trekking, nama guidenya mas Dwi, yang langsung bilang saya “ CITY GIRL “. Jujur 
aja, selama perjalanan sambil melihat bintang dan menemukan 1 bintang jatuh 
saya was-was, gimaan kalo pengsan, gimana kalo gak kuat sementara semua temen 
trekking saya bule. Dan akhirnya setelah hampir 4 KM di bukit pertama saya 
keliyengan hahahaha. Trik…supaya dipanggil sepeda motor huhahaha.
 
Begitu nyampe di sikunir utk melihat sunrise kita mesti trekking lagi { 
euwwwwwww} sekitar 30 menit { buat saya }, tertatih-tatih dan berhenti jutaan 
kali, sambil diiming-imingin langit memerah di sebelah timur, tibalah kami di 
puncak sikunir, karena cuaca cerah hari itu saya bisa melihat gunung 4 gunung 
sekaligus. Bagus sekali !!. ray of light dari mentari yang muncul malu-malu 
juga luar biasa cantiknya. Hampir mirip logo adidas. Langit bersih tanpa awan, 
hanya ada beberapa orang di puncak sikunir J. Mas dwi dan mas Didik langsung 
menyediakan kopi dan teh, sebagian dari kita juga mengeluarkan biscuit dan 
kue-kue kecil tetapi semua orang lebih sibuk mengabadikan moment2 tsb dgn 
kamera or berfoto narsis dari segala penjuru .


 Setelah sikunir , perjalanna di lanjutkan ke kawah sikidang, karena saya 
mengundurkan diri dari group trekking, dan memutuskan meneruskan dgn motor, 
bergabunglah saya dengan group sepeda motor yang terdiri dari vivi, fany, mba 
mimi, mba nani dan niels. Perjalanan jauhhhh lebih santai, ketemu anak-anak 
berpipi merah yang akan berangkat sekolah, petani kentang, kabel listrik yang 
menggangu pemandagnan, pipa-pipa besar milik pertamina yang menyalurkan panas 
bumi, dan wangi pupuk yang menyerbu hidung saya . sebelumnya sewaktu turun dari 
sikunir kita akan disambut oleh telaga kecebong yang mirip dengan bentuk cebong 
atau anak kodok .


 
Kawah sikidang di bulan januari kemaren sempat meletus dan ditutup beberapa 
hari. Nama sikidang diambil karena kawah ini selalu berpindah-pindah tempat. 
Begitu memasuki kawah sikidang wangi belerang memenuhi udara. Pekat ditambah 
asap putih dari kawah yang menggelegak. Menurut mas didi ada 3 orang meninggal 
bunuh diri disini. 2 orang wanita karena putus cinta dan satu orang lelaki yang 
mati karena korupsi.
 
So far tidak bagitu menarik, hanya kawah menggelegak. Kalo bawa telur or 
kentang dimasak dikawah bisa loh, tapi siapa yang mau makan ?????.


 
Dari kawah sikidang , singgah di candi Bima. Candi kecil yang masih tetap 
dipergunakan untuk berdoa. Oya di candi ini ada ritual yang masih dipercayai 
oleh orang-orang di dieng. Mengitarinya 7 kali lalu masuk ke dalam candi dan 
ucapkan doamu, Insya Allah terkabul J. Kami melakukannya termasuk Niels yang 
entah kenapa tetap aja ikut2an.
 
Setelah kawah sikidang, kita menuju telaga warna or colour lake, tiket masuk Rp 
5000. telaganya sih biasa aja. Warnanya hijau  dan putih dengan 2 batang pohon 
yang rubuh. Menurut saya tidak terlalu istimewa tapi tunggu……….liat setelah 
saya melakukan trekking 30 menit lagi dan melihat si telaga dari atas.
 
Yah…..kita mesti trekking lagi 30 menit. Saya, vivi dan mba nani termasuk orang 
yang harus berhenti jutaan kali utk sampai diatas. ,mungkin karena pantat kita 
ber3 besar kali yeeeee hihihi. Cuman perjuangannya tidak sia-sia dari atas 
telaga warna bagusssss sekali, warna hijau, putih dan mentari yang membuat air 
telaga berpendar-pendar bersatu dengan pepohonan disekitarnya. Bagus, sepi dan 
tenang !!. 


 
Dari telaga warna, selesailah seluruh tour , saya melanjutkan ke kompleks candi 
arjuna yang berjumlah 5 buah. Cukup berjlaan kaki saja karena tidak begitu jauh 
dari hotel plus jalanannya juga flat. Setelah memotret candi, anak2 sekolah 
yang tiba-tiba berlarian kea rah candi setelah kita mengeluarkan kamera, lalu 
seorang kakek tua ompong yang minta dikirimin fotonya, seluruh perjalanan 
selesai sudah.


 
Fyi…ada 2 dieng. Yang saya ceritakan diatas adalah dieng 1 , dieng 2 terdiri 
dari kawah candradimuka dan beberapa tempat wisata lainnya, tetapi karena saya 
tidak begitu tertarik terutama setelah melihat foto vivi, saya putuskan untuk 
langsung turun ke yogya.
 
Dari dieng ke wonosobo naik bis Rp 8.000 { kalo berani kasih Rp 5000 tp pake 
berantem dikit hahaha } . kemaren karena mau langusng ke yogya, kita minta 
dianterin ke travel jadi nambah lagi deh, berlima Rp 20.000. kali ini saya naik 
rama travel Rp 40.000 non ac tapi gak pake bocor J. Karena kita ber5 dan tidak 
ada lagi yang naik, trus kongkalikong dgn si bapak supir dan kita tambahin Rp 
100.000 , nanti singgah di Borobudur karena vivi mau motret sunset { walo dalam 
hati bingung, emang bisaaaaaaaaaa ??. setahu saya harus bayar or nginep di 
Manohara dan ambil paket disana }.
 
Di wonosobo makan siang di mie ongklok pak muhadi yang terkenal itu. Adanya di 
jalan ahmad yani., satu porsi Rp 3000 { masih adaaaaaa ya mie seharga ini hihi 
} dan sate 10 tusuk Rp 9.000. rasanya sih emmmmm saya gak suka soalnya kuahnya 
berlendir, maksutnya kental-kental gitu tapi kalo orang2 bilang sih enak L. 
Satenya lumayan.
 
Di perjalanna sempat berhenti foto2 di perkebunan teh TAMBI. Kalo pernah baca 
kompas, perkebunan teh tambi ini pernah dibahas habis, trekking di kawasan 
perkebunan, menginap disini dan minum teh hitam yang enak banget !!.
 
Jam 4 sore nyampe di Borobudur, cuaca jelek, mendung menggayuti langit . hitam 
pekat, berdoa berkali-kali juga gak dikabulin. Pengen dihapus mendung juga gak 
kuasa. Jadi tetap aja ke Borobudur, terobati karena ada upacara tapi gak meriah 
dan rame, cuman begitu doang, sunset juga ga keluar. Saya, fanny dan mba nani 
nunggu di parkiran. Vivi dan mba mimi tetap bergrilya mencari sunset dan 
berakhir dgn di usir satpam hahaha.
 
Dari Borobudur langsung ke jogya. Niatnya nginep di daerah sostrowijayan, belon 
tau mau cari hotel apa. Sampai disana udah jam 7 malam. Keliling2 akhirnya 
nginep di wisma gembira dan hotel rama karena kamar kebanyakan full L.
Jam 8 keluar dan makan di daerah bringaharjo. Kata fany saya dikecengin lesbian 
cantik J. Dari sini masih keliling-keliling, beli jagunglah, makan inilah, 
itulah…..gilaa full perut ini tapi gak kelaur-keluar. Masukkkkk mellulu. 
Masalah semua orang kecuali vivi.
 
Ok….berkali-kali saya ke jogya gak pernah sekalipun saya ke alun-alun kidul or 
ALKID buat nyobain pohon beringin kembar. Akhirnya kesampaian 3 kali nyoba 
semuanya melenceng. Parah ahhhhh !!. ketemu Noeh letto tapi gak mau foto, gak 
artis minded hihi.
 
Jam 11 pulang ke hotel dan siap-siap tidur, besok gak ada acara kecuali ketemu 
hiendra dan rio plus makan pagi di bringaharjo J.
Pamit dulu yaaaa……..mau tidur…..nite2 everyone J.
 
Day four
 
Bangun siang dgn hidung tersumbat { ac-nya bermasalah deh kayaknya } dan perut 
yang gak enak sama sekali. Jam 10 makan di pasar bringaharjo, jajan pecal , 
rasanya saya makan pecal di tempat ibu yang sama seperti 2 tahun yang lalu. 
Matahari bersinar terang, langit biru dan keringat tidak bisa berhenti 
mengucur. Panas minta ampun !!. dari makan pecal ke mirota buat ngandem dan 
janjian ketemu rio n hiendra. Jam 10.30 baru ketemu mereka. Rio lucu, wajahnya 
seperti komik, rambutnya berantakan setengah mampus, jadi gatel pengen gunting 
hihi, hiendra beda dgn di foto. Lalu sambil jalan kaki ke restoran bale raos 
!!. jalan kaki yang panas minta ampun. Sumpah pengen naik becak !!!!!.
 
Bale raos ini restoran milik keluarga kerajaan. Minuman dan makanannya 
kebanyakan kesukaan RAJA jogya. Mudah2an aja bisa jadi raja. Saya pesan beer 
jawa non alcohol yang enakkkkkkkkkkk banget !!. harganya lumayan, tidak terlalu 
mahal dan tidak murah juga tapi suasananya seru, lebih baik datang malam hari 
aja ya .


 Dari bale raos balik ke hotel dan check out, hari ini pindah ke rumah mertua 
di tentara palagan pelajar.
 
Sore jam 4 hujan lebat banget, pake angin segala. Bikin seram deh !.hujan 
sampai malam padahal kita janjian mau minum kopi jos di tugu. Jam 7 keluar 
hotel cari makan di jl. KH AHMAD DAHLAN, makan di oseng-oseng mercon ibu NARTI 
depan SMA Muhammaddiyah. Disini juga murah koq J dan enak plussss pedas !!.
 
Dari bu narti ke kopi joss naik becak Rp 15.000 . hujan masih rintik-rintik. Di 
sepanjang jalan tempat kopi joss banyak anak muda yang sudah lesehan, heran gak 
berasa hujan sama sekali ya J. Janjian ketemuan ama hiendra dan rio tapi karena 
hujan akhirnya gak ketemuan. Cuman minum wedang jahe dan susu yang bikin perut 
saya bergolak !!.
 

 


Eh iya….kopi joss ini adalah kopi kampong alias kopi tubruk yang dicelupin 
arang. Proses pembuatannya menarik. Kopi dicampur gula, air panas dan 
dicemplungin arang yang membara, nantinya akan menggelegak. Menarik yaaaa tapi 
nyeremin hahaha. Saya sih pengen coba tapi mengingat arang itu item plus kotor 
{ kotor gak sihhhhh ?? } jadi gak berani coba. Di kopi joss hanya jual minuman 
dan nasi kucing { info fany nasi kucingnya gak enak }. Cuman yah gitu tempat 
ini enak buat nongkrong sampai pagi dgn modal sedikit J.
 
Dari kopi joss saya langusng pulang ke hotel. Ngantuk setengah mampus !. bahkan 
untuk mengoleskan cream matapun udah gak sanggup lagi…………..ditinggal dulu ya 
guys…..zzzzzzzzzzzzzzzzzz
 
Day five
 
Oh party is over. Saatnya mengumpulkan botol-botol minuman, menyimpan semua 
kenangan di storage dan menatap pakaian bekas pesta dgn hati nelangsa hiksss L.
 
Sampai jam 12 cuman diem-diem aja , mencoba menikmati detik demi detik yang 
berlalu begitu cepat. Jam 12 ke stasiun, titip tas di loker stasiun Rp 3000 
lalu makan siang di ayam goring pak slamet yang enak , ke malioboro cari salah 
utk tante endang dan balik ke stasiun ketemu hiendra.
 
Jam 4 sore sancaka membawa saya kembali ke Surabaya. Tidak pake terlambat , 
semua on time dan yahhhh walaupun semua berakhir tapi saya senang . ada banyak 
yang baru dilihat , dirasa dan tentu saja pengalaman baru. Turun naik bis umum, 
kebocoran, keliyengan pagi-pagi, nyobain tempe kemul yang enak di dieng, ketemu 
anak kecil berambut gimbal dgn pipi memerah hampir membiru, bapak tua tanpa 
gigi yang berusaha tersenyum lebar ketika saya foto, duduk di restorasi kereta 
sambil kepanasan dan bertemu dgn orang-orang baru yang menyenangkan.
 
Jam 10.30 sampai di kamar kos. Beres-beres, shalat then…………dan tertidur………..i’m 
happy .
 
Catatan dieng dan yogya
 
Hotel metro prawirotaman
Jl. Prawirotaman 2 no 71
0274 372364
Lumayan bagus dan sangat homey. Restoran kecilnya menarik dengan kursi-kursi 
tua plus lantai dari tegel lama yang bagus J. Ada jual paket wisata juga. 
Lumayanlah .
 
Wisma gembira
Jl. Sastrowijayan
Pernah nonton sinetron losmen di TVRI duluuuuuuuu banget, nahhhh mirip kayak 
gitu deh. Sangking kekeluargaannya, saya sampai lupa kasih KTP disini hiihi
 
Rumah mertua
Jl. Tentara pelajar,
0274 372364
Bagusssssssssss……..tapi jauh. Ini obsesi saya, dari dulu pengen nginep disini 
gak pernah kesampaian. Dalam kepala bayangnya rumah tua tapi ternyata gak koq, 
tapi yahh baguslah. Dgn harga yang tdk terlalu mahal. Wajiknya enak banget. Tp 
disarankan bawa kendaraan sendiri kalo nginep disini. Bisa cek di websitenya 
www.rumahmertua.com
 
Hotel DIeng
 
Pondok wisata lestari
Pertigaan dieng
c/p pak yanto 085228272404 / 0281 3342026
kamarnya sudah lumayan bagus dan bersih, penginapan bersatu dengan rumah 
pemilik penginapan . orangnya ramah dan sangat kekeluargaan. Rate Rp 75.000 – 
Rp 150.000.
 
penginapan bu Jono
c/p pak Didik 085227389949
www.geocitis.hotelbujono.com
jl. Raya km 27 Dieng Plateu
penginapannya agak sedikit suram dan sesak karena bangunan kayu tua berwarna 
hijau, kalau dingin orang2 penginapan membuat tungku kecil yang diisi bara api 
, kita bisa menjulurkan kaki seperti Niels yang kedinginan. Room rate Rp 75.000 
– Rp 150.000.
mereka punya paket wisata yang lumayan lengkap, jadi tinggal tanya2 aja dan 
nego J.
Pak Didi dan staffnya very helpful .
 
Homestay Pancawarna, cp: Daryanto/Hotimah 085878581677
 
Homestay flamboyant , lupa no telp, tapi persis di depan pondok lestari, lagi 
renovasi tapi kayaknya bagus deh { cuman ngintip2 doang dari sela2 jendela hihi 
}.
 
Rumah makan di Dieng
 
Cari aja rumah makan bu Yati, enak dan murah. Oya jgn lupa nyobain tempe kemul
{ yummy…..i’m a big fan of this tempe J }. Jamur, manisan caraka dan wedang 
jahe.
 
Travel dari yogya ke wonosobo
 
Rahayu travel
Jl. Diponegoro yogya
 
Wonosobo – dieng
 
By bus , bisa ambil bis di pasar induk wonosobo, ada banyak bis salah satunya 
bukit mulya . tiket Rp 7.000 – Rp 8.000 . kalau pagi dari jam 4 juga udah ada, 
karena pasar induk , tapi sore-sore hanya sampai jam 05.00 sore aja.


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke