Mbak Sita,

Sepertinya training ditentukan dengan trekking yg akan dilakukan, yakni
berapa hari/durasi, berapa jam jalan, dan rute yang ditempuh
(ringan-sedang-berat). Kalau bisa, info tsb diperoleh jauh hari jadi
persiapan fisik bisa maksimal. Dalam email Mbak Sita ngga nyebut apakah 8
jam itu dalam sehari atau rata2 atau total.

Kalau trek itu lebih dari 7 hari dengan minimal 4 jam jalan/day biasanya
persiapan dilakukan berbulan-bulan, terutama buat yg sama sekali ngg melatih
stamina. Saya dulu gabungan antara sepeda berenang lari, disusul tiap
weekend jalan ke bukit/tangga bawa beban. Jadi latihan untuk tubuh bag. atas
dan bawah secara seimbang. Kalau bisa dicatat perkembangannya. Misal :
berenang hari ini, berapa laps dan berapa menit total latihan.
Intinya adalah membuat tubuh terbiasa dengan ritme jalan. Kalau hanya 1-2
hari trekking dengan rute biasa (kira-kira perbedaan elevasi dari titik awal
ke akhir tidak lebih dari 700-800m) sepertinya seminggu udah cukup. Tapi ya
itu tergantung kondisi masing2. Saya kira umur ngga masalah. Saran aja mbak,
sebelum jalan priksa dokter, untuk menanyakan kondisi terakhir. Seperti
tekanan darah, detak jantung dan penyakit bawaan (misal : berkaitan asma
atau pernafasan lain), sekalian minta obat pribadi. Juga minta saran untuk
olahraga yang sesuai dengan kondisi sekarang.

Sejauh pengalaman saya, mountain sickness mulai bereaksi diatas 3500mdpl,
tetapi bahaya sebenarnya adalah dehidrasi, yang membawa efek pusing dan
muntah. Pusing bisa diatasi dengan ibuprofen, istirahat yang cukup dan
makan. Saya ngga make tylenol (paracetamol) karena ini pain killer rendah.
Belum mencoba obat anti mountain sickness seperti
diamox<http://en.wikipedia.org/wiki/Acetazolamide>.
Intinya sih, persiapan fisik jauh hari dan semoga menikmati trekking.

Ada artikel bagus untuk dibaca di
http://www.charitychallenge.com/cc/charitychallenge/beforeyougo_fitness.jsp


Salam,
Ambar


sent mobile as she's ontheroad <http://www.ceritaambar.com>
www.ceritaambar.com

On May 24, 2009, at 19:15, Siti Rohmatun < <[email protected]>
[email protected]> wrote:



Dear all,
Mohon pencerahannya,
Pada bulan juli nanti (kalau keadaan politic sudah kondusif disana) saya mau
ke pergi trekking ke nepal, jalan kaki kurang lebih 8 jam. Waktu remaja saya
biasa trekking n naik gunung atau bukit aja kali yaa..tetapi sekarang sudah
jarang n nyaris tidak pernah dilakukan karena faktor kesibukan. Mengingat
usia saya sudah kepala 4 teman teman saya yang akan sama-sama pergi trekking
ke nepal agak meragukan kemampuan saya,

<http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker;_ylc=X3oDMTJmaGJsZzhqBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEzNjUwNzA5BGdycHNwSWQDMTcwNTE1NTE4NgRzZWMDdnRsBHNsawN2Z2hwBHN0aW1lAzEyNDMyMTg0NzU->
.


Kirim email ke