Hari keempat, Sabtu, 23 Mei 2009

Tur hari ini, akan menjemput kami lebih pagi, pk. 7.30. Jadi kami bangun lebih 
pagi. Uh...pegal badan belum semua hilang sebenarnya.

Saya sudah menyiapkan handuk, baju ganti, baru renang. Kali ini tidak usah 
mandi pagi...toh tujuan pertama sudah berenang..

Pk. 7:00 kami sudah siap memesan makan pagi. Hari ini terlihat lebih banyak 
tamu di hotel. Satu kelompok anak muda orang Asia...sisanya bule. Menunya tetap 
sama seperti hari kemarin. 

Pk. 7:30 kami dijemput. Kali ini sudah ada beberapa orang di mobil. 45 menit 
perjalanan kami tiba di Asian Bay. Masih menunggu sebentar beberapa mobil yang 
mengantar peserta lainnya.

Pk. 9:30 kami berangkat. Total peserta ada 59 orang. Dari Indonesia hanya saya 
dan sepasang suami istri dari Medan. Ada juga orang India, tetapi kebanyakan 
Amerika Latin. Satu pasangan sejenis (ladyboy dan pria bule) juga ikut. 
Ladyboynya tidak cantik-cantik amat, tapi rambutnya hitam, panjang dan 
bagussss....

Di speed boat disediakan minuman ringan. Begitu masuk kapal, Tour Leader 
sedikit memberikan penjelasan mengenai rute perjalanan. Setelah itu kami 
berganti baju. Tak sampai setengah jam, kami tiba di Khai Nok. 

Kami meninggalkan tas dan sandal di kapal. Sewaktu akan turun kapal, tour 
operator membagikan alat snorkling dan life jacket bagi yang membutuhkan tanpa 
tambahan biaya. Di sepanjang pantai, sudah terlihat jajaran tenda warna-warni 
dan kursi. Sewanya 150 bath untuk satu tenda dan dua kursi. Boat kami tiba di 
sisi yang satu. Ternyata di belakang pantai, terdapat laut lepas lainnya. Warna 
lautnya bergradasi, dari muda ke tua. Pantainya bersihhh sekali, pasirnya juga 
empuk. Tak tahan melihat jernihnya air, saya langsung nyebur ke dalam.

Inilah highlight perjalanan saya kali ini. Di pantai ini, kita bisa menyuapi 
ikan laut dengan roti yang kita beli seharga 40 bath sekantong. Ombak yang 
cukup keras menghantam ikan sampai terseret hampir ke darat. Kemudian ikan-ikan 
itu ikut arus kembali. Anak kecil kegirangan dikerubuti ikan yang minta makan. 
Awalnya saya takut-takut memberi makan ikan. Kaget rasanya tangan saya 
dipatuk-patuk ikan. Tapi lama kelamaan jadi geli sendiri rasanya. Ikannya 
bergerak lincah tidak bisa disentuh. Saya memasang masker dan alat snorkling, 
melihat ke dalam air. Saya bertatapan langsung dengan 
ikan-ikan...Undescribeable feeling.

Satu hal yang membuat saya jadi agak “risih”. Disini, semua wanitanya memakai 
bikini. Tua, muda, kurus, gemuk, badan bagus atau jelek. Semua pakai bikini. 
Dan tidak ada pandangan nakal atau ejekan dari orang. Biasa saja. Saya sendiri 
yang pakai baju renang. Rasanya kok malah jadi aneh sendiri.

Kami diberi waktu satu jam di pantai ini. Di pinggir pantai, oleh Tour, sudah 
disiapkan buah2an segar dan minuman. Boleh ambil sepuasnya.

Setelah satu jam bersantai, kami naik kapal lagi, berangkat menuju Koh Yao, 
untuk makan siang. Koh Yao ini tidak ada pantai yang bisa direnangi. Hanya 
selingan untuk istirahat sebentar saja. Makanan kali ini tidak seenak kemarin, 
hanya bisa diambil sebanyak kita mau. Selesai makan, 4 anak kecil usia 8 tahun 
membawakan tarian khas Thailand. Ujung2nya, diumumkan agar anak2 tersebut 
diberi uang….payah deh, caranya terlalu “kasar”. Tak perlu diminta uang pun, 
kalau ada yang mengajak berfoto pasti akan memberi uang. Sudah aturan tak 
tertulis kok kalau ikut tur seperti itu. 

Selesai makan, kami semua naik lagi ke kapal. Tujuan kami ke Phi-Phi Island.. 
Satu jam perjalanan dari sini. Karena kelelahan, saya sempat tertidur. Ternyata 
peserta tur lainnya pun tertidur. Begitu hampir sampai, kami dipanggil bangun. 
Sebentar lagi mendekat ke Maya Bay, pantai cantik tempat film Leonardo de 
Caprio yang berjudul „The Beach“ dibuat. 

Sayang sekali kapal tidak merapat di pantainya. Kami langsung menuju ke Monkey 
Beach. Setibanya di Monkey Beach, ada kejutan lain, kami disuruh berenang dari 
tengah laut untuk mencapai pantai ! HA ? Saya langsung melongo kaget. Beberapa 
turis wanita dari Amerika Latin langsung mengomel ke Tour Leader. Memang dari 
cerita beberapa teman, saya pernah dengar ada yang pakai sistem seperti ini. 
Tapi seingat saya, sudah saya konfirmasi kalau saya akan mendarat ke Maya Bay. 
Tetapi alasan yang diberikan nakhoda, cuacanya kurang mendukung untuk merapat 
ke Maya Bay, jadi bisanya ke Monkey Beach. Tidak masuk akal. Turis yang 
mengomel, tambah kesal, beberapa orang menyerbu ke Tour Leader. Beberapa orang 
ada yang langsung nyebur. Saya tadinya ikutan kesal, tetapi tidak mau merusak 
liburan saya...akhirnya saya nyebur ke laut. 

Sebenarnya safety dari Tour Operator ini kurang bagus. Bagi yang punya 
pengalaman pertama snorkling, sebenarnya agak berbahaya. Pertama, memakai jaket 
pelampung ternyata tidak senyaman yang saya kira. Kita juga harus bisa menjaga 
keseimbangan badan di air, yang mana hal ini agak sulit. Kedua, Monkey Beach 
ini banyak terdapat karang tajam dan yang lebih mengerikan bulu babi laut. 
Waduh, tidak terbayang kalau terinjak. Ketiga, apabila ada karang yang bisa 
diinjak, itu juga licin. Jadi harus hati2. Dan yang terakhir, saya juga seumur 
hidup baru kali ini pakai alat yang namanya snorkling, jadi rasanya agak susah. 
Setengah berenang, air asin masuk mulut, mau mengeluarkan air tidak bisa. Mau 
injak karang, yang ada licin, terpeleset terus. Mau mengambang, jaket 
pelampungnya tidak stabil...Haduhhhh, minta ampun deh....

Tapi pelan-pelan saya sabarkan diri dan tetap tenang. Saya tidak mau mati 
disini...tidak mati sih, tapi masa sih mesti sampai diseret balik ke kapal ? 
Gak lucu kan. 

Dalam menit2 terakhir saya baru bisa menguasai diri dan menikmati 
snorkling…asik juga ternyata.

Begitu naik kapal, turis2 wanita itu masih ngedumel. Akhirnya diputuskan mereka 
akan lapor ke polisi. Dari Monkey Beach kami pergi ke Phi-Phi Don. Hanya 5 
menit sudah sampai. Dari tempat sandar perahu, polisi sudah menunggu. Saya 
langsung mengeksplor Pulau Phi-Phi Don

Pulau ini kecil saja. Tetapi tempat sandar kapal, tertata rapi. Pemandangan 
luarrrr biasaa indah... Mirip seperti resort2 mahal yang saya tonton di film2. 
Porter2 yang membawa dorongan sibuk lalu lalang membawa tas. Yang terlihat 
kebanyakan bule. Jalan kaki paling keliling 15 menit. Kemudian saya berhenti 
makan papaya salad, mango sticky rice. Sebelumnya saya mencicipi banana pancake 
dan minum air kelapa langsung dari buahnya..segarrrr….

Kami diberi waktu kurang lebih 30 menit di Phi-Phi Don ini, dan kemudian 
langsung balik ke Phuket. 

Sesampainya di Phuket, ada polisi lagi yang menjemput turis2 ini. Yaaa…memang 
mengesalkan lah, mereka datang jauh-jauh hanya untuk melihat Maya Bay, tetapi 
tidak merapat. Saya bisa merasakan kekecewaan mereka. Dari keributan ini, 
ternyata baru ketahuan, ada yang membayar harga tur 800, kami 1000, ada yang 
1200, ada yang 1800 !! Brosur yang dipegang pun ternyata berbeda-beda, tapi 
kami berangkat dengan kapal yang sama. Untuk rekan2, harus berhati-hati dalam 
memilih tur disini.

Kami tiba di hotel pk. 17:30. Langsung keluar menyewa motor, ini malam terakhir 
di Phuket, jadi kami berniat ke Bangla. Setelah beberapa kali putar, ternyata 
parkiran penuh...saya baru ingat ini malam minggu, jadi memang ramai. Akhirnya, 
saya mampir makan di pinggiran. Makan lagi macam2 sate dari hasil laut olahan. 
10bath satu tusuk. Saya makan sampai kenyang tanpa nasi lagi. Duduk di pinggir 
jalan. Ngobrol ngalor ngidul dengan Mega. Pulang ke hotel, masih beli lagi 
chicken skin dan wing. Chicken skinnya manis, enak. Wingnya gurih.



      New Email names for you! 
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/

Kirim email ke