Fasilitas checkin online di Airasia (AA) sebenarnya udah mulai tersedia
sejak Selasa, 17 Februari 2009.  Toh baru kali ini saya mencoba. Catatan :
ini juga adalah perjalanan saya yang pertama dengan AA Indonesia, setelah
menikmati AA versi Malaysia, Thailand dan Singapura.



Checkin online bukan hal baru, seperti yang disimak disini
http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/message/27856



AA memberlakukan ketentuan buat yang mau checkin ini dengan cukup ketat.
Yakni hanya diberikan waktu 48jam hingga 4 jam sebelum penerbangan. Juga
tidak tersedia bagi calon penumpang yang hamil, punya anak, anak, punya
kebutuhan khusus (disable), anak dibawah 16 tahun yang pergi sendirian, atau
travel dalam grup lebih dari 9 orang. Satu hal lagi walau checkin online ini
untuk semua penerbangan tanpa terkecuali. Jika pesan lewat Call Centre
kurang dari 48jam, fasilitas ini kagak bakal ada.

Tip1 :  makin awal chekin makin besar kemungkinan pindah tempat duduk yang
dikehendaki.



Proses web check in sebenarnya sangat mudah. Menuju ke halaman

http://webcheckin.airasia.com/webcheckin/main.aspx?lang=EN



Tinggal memasukkan asal dan tujuan serta booking number maka akan digiring
ke proses delapan tahap termasuk menambahkan biaya bagasi dan printing.



Salah satu opsi web checkin adalah mengganti tempat duduk (Pick A Seat –yang
iklannya di TV sinetron bangets tuh). Untuk yang web check in sebenarnya
sudah dialokasikan tempat duduk. Hanya saja, jika ngga puas bisa mengganti
dengan duit lagi. 15rebu untuk standar dan 75rebu untuk hot seat. Well, yang
dimaksud hot seat ternyata 5 baris dekat pintu depan atau 2 baris dari
jendela darurat. Maksudnya apakah memberikan kemungkinan keselamatan lebih
gede, tetap saja  masih dipertentangkan dalam dunia aviasi.

Tip2 : jika pesan tiket  dengan satu penumpang, kemungkinan dikasih window
seat lebih besar. Jadi kalau mo pesen 3 orang, pesan aja satu dulu dan
kemudian dua orang dalam akun yang sama. Otomatis system akan mengalokasikan
di 3 baris yang sama walau tidak di hot seat. No more drama!



Keuntungan web checkin adalah kemudahan bagi penumpang karena menghindari
antri panjang membuat pengalaman terbang lebih menyenangkan. Artinya
penumpang cukup ngedrop tas dan konfirmasi ID atau travel dokumen (visa &
paspor) jika ke LN. Disisi AA, praktek ini membuat biaya operasional menjadi
lebih murah karena bisa mengurangi personel di bandara, mengurangi biaya
cetak dan bisa dianggap sebagai ramah lingkungan karena mengurangi konsumsi
tinta warna dan kertas. He he he apa perlu kampanye Earth Friendly AA yah?

Tip3 : print dengan set gray atau black and white dokumen ketimbang set
warna.



Satu syarat yang cukup berat buat backpacker yang aktif adalah ketersedian
printer. Karena boarding pass akan diberikan begitu proses web checkin in di
tahap akhir. Printer adalah syarat mutlak. Ini cukup mengganggu buat yang
ngga sempet mampir kantor atau punya print dirumah atau berada di negara
asing yang terpencil. Ngga ada waktu dan sarana.



Mungkin yang perlu dipikirkan kedepan adalah kemampuan untuk konfirmasi
checkin via mobilephone dalam bentuk sms atau email yang lebih luas.
Kalaupun alasan karena diberikan bar code (kode batangan), pertimbangan ini
bisa dimaklumi jika AA mencoba berhati-hati soal kejelasan identitas calon
penumpangnya. Bukankah udah ngga rahasia lagi klo penumpang Indonesia suka
pinjem KTP orang?

Tip4 :  dedikasikan email untuk urusan pesanan/checkin tiket yang bisa
diakses via mobile hape seperti gmail. Atau punya hape yang mampu akses via
WAP atau layan SMS (Malaysia , Indonesia & Thailand dengan mengetik SMSCI).
Pesan tiket juga bisa dilakukan lewat mobile.airasia.com



Biaya bagasi ini cukup menjebak terutama buat yang ngga siap ditarik biaya
over baggage. AA adalah budget yang memberlakukan bayar bagasi dengan
akumulasi berat bukan per biji. Dalam promo  mereka mengiming-imingi diskon
50% biaya bagasi jika dilakukan bersamaan dengan booking tiket (pre-book).
Yakni sesuai dengan opsi per penerbangan. Jika pesan return (tiket PP), maka
set bagasi juga dua buah : berangkat dan pulang. Jika dilakukan supersize
bagasi di bandara, taripnya cukup mencekik. Daftar tarip bisa dilihat di
Bookings > Baggage Supersize. Untuk Indonesia bagasi hingga 15kg dihitung
60rebu, sedangkan di Singapura adalah SGD4.0 saja.

Tip5 : perhitungkan bagasi ketika pesan tiket berikut saat pulangnya. Apakah
bakal belanja banyak ketika berangkat atau sebaliknya.



Saya sendiri booking  lewat site AA di Singapura dan menghubungi Call Centre
untuk menambah bagasi dua hari sebelum perjalanan. Begitu transaksi
dilakukan, tidak ada kemungkinan untuk merubah baik dibatalkan ataupun
diganti kecuali di bandara yang tentu dengan tarip non diskon. Anyel dah…

Tip6 : menambah bagasi sangat mungkin hingga 24 jam sebelum terbang, Jadi
packing barang lebih awal untuk memperkirakan berat bagasi.



Yang cukup menggelikan adalah harus meyakinkan pihak petugas di bagian pintu
keberangkatan yang menanyakan boarding pass. Bentuknya yang tidak seperti
boarding pass biasa berupa print dengan cap merah dari staf AA saat drop
bagasi di meja checkin (biasanya mereka pake printout seperti nota), sempat
menjadi perhatian khusus. Nampaknya pemakaian web checkin belum dikenal
luas, terutama rute AA yang didaerah.

Tip7 : ketika ngedrop bagasi, bawa pula print out tiket untuk dilihat nomer
boking. Staf AA minta buat cek dan ricek.



Secara keseluruhan, pengalaman web checkin lancar dan gampang. Yah cuma
sedikit mengganjal adalah keterbatasan opsi printing. Kalau misalnya AA
menawarkan web checkin, seharusnya infrastruktur pengiriman konfirmasi
diperluas.  Atau jika untuk menarik lebih banyak, langkahnya adalah
memberikan konter khusus untuk drop bagasi saja ketimbang harus menuju meja
yang sama. Terutama pada bandara yang ngga dipasangin kiosk (ternyata hanya
Jakarta dan Bali yang ada kiosk-nya).



So, mungkin ada yang punya pengalaman lain?


Salam,

Ambar

www.ceritaambar.com

Kirim email ke