menarik....aku tertariik....
pengen tau aja  gmn caranya bisa ikutan masuk k dlm team voulentir seperti itu..

 Best ReGarDs

eYi
(*_~)




________________________________
From: Rio Indrawan <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]
Sent: Friday, June 26, 2009 8:41:01 PM
Subject: [indobackpacker] Ekspedisi Garis Depan Nusantara - Ada yang terlibat 
tolong share





Ada yang ikut ekspedisi ini ?? Check http://www.garisdep annusantara. org/

berita terbaru : 
Ekspedisi
Pulau-pulau Terdepan Indonesia. OPERASI WILAYAH BARAT. "121 hari
perjalanan ke 40 pulau terdepan di 10 wilayah propinsi 6274 km
perjalanan laut sepanjang Selatan Jawa, sisi Barat Sumatera, Selat
Malaka, Kepulauan Riau, Kepulauan Anambas hingga Kepulauan Natuna"Sejak 8
Mei 2008, Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara telah menempuh perjalanan
laut sejauh 5364 km sepanjang sisi barat Sumatera. Kini Tim Ekspedisi
tengah berada di perairan Sulawesi untuk mendata dan mencatat berbagai
aspek sosial dan budaya di 24 pulau terdepan wilayah tengah Indonesia.

mulai
awal Oktober 2009, Tim Ekspedisi akan bergerak menuju 28 pulau terdepan
wilayah timur Indonesia. Menggenapi misi, memberi penanda bagi 92 pulau
terdepan sebagai pagar depan "Rumah Indonesia".Di
setiap 92 pulau terdepan akan ditancapkan penanda: prasasti dengan
pesan nasionalisme dan karya seni berupa patung Soekarno Merah dan
Hatta Putih. Ungkapan hasrat dan tekad "Menjaga Tepian Tanah Air" bahwa
tak boleh sejengkal pun tanah air Indonesia diharu-biru oleh bangsa
lain. Oleh siapa pun.

Pentingnya Ekspedisi Garis Depan Nusantara 






Sunday, 18 May 2008 



Kita
patut berbangga karena Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di
dunia dengan 17.504 pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Indonesia memiliki garis pantai 81.000 kilometer yang merupakan
terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Laut terbentang seluas 5,8
kilometer persegi atau hampir tiga perempat dari seluruh wilayah tanah
air. 

Ribuan pulau berarak dan tersebar bagai mutiara mutu
manikam di antara hamparan buih lautan di sekitar khatulistiwa. Di
antara pulau-pulau tersebut ada sebagian saudara-saudara sebangsa yang
hidup terpencil, jauh dari modernitas. Ada pula sudara-saudara kita
yang demi dedikasi dan tugas negara rela menjaga keberadaan pulau-pulau
tersebut dan harus terpisah jauh dari keluarga. 

Banyak
pulau-pulau kecil nun jauh di sana yang menjadi garis terdepan
Nusantara, namun jauh dari perhatian kita. Padahal, pulau-pulau terluar
memiliki peran strategis sebagai batas kedaulatan negara dan sudah
mejadi kewajiban seluruh bangsa untuk ikut peduli terhadap eksistensi
pulau-pulau tersebut sebagai bagian Republik Indonesia.

Adakah
kita pernah menginjakkan kaki di sana? Terbersitkah di pikiran kita
bahwa pulau-pulau tersebut adalah bagian dari bumi pertiwi tercinta? 


Pentingnya peran pulau-pulau terluar tersebut mendasari dilaksanakannya
Ekspedisi Garis Depan Nusantara. Ekspedisi ini bertujuan membuka ruang
informasi serta keterbukaan akan keberadaan dan potensi 92 pulau
terdepan/terluar Nusantara kepada masyarakat. Selain itu, hasil-hasil
ekspedisi diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat atas
kekayaan alam Nusantara sebagai bagian Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Tujuan yang tidak kalah penting adalah membangun kembali
kesadaran budaya maritim yang selama ini terlalaikan. 

Sesuai
tujuan tersebut, ekspedisi akan mencatat kondisi alam di pulau-pulau
terluar dan budaya masyarakat di sekitarnya. Khusus budaya maritim,
ekspedisi akan mengungkap lebih rinci setidaknya 83 jenis perahu
tradisional asli Indonesia, antara lain 23 jenis dari Madura, 16 jenis
dari Bugis-Makasar, 6 jenis dari Sumatera Selatan, 4 jenis dari pantai
utara Jawa, dan perahu-perahu yang tersebar di seluruh pelosok tanah
air. 

Selain itu, untuk membentuk persepsi nasional maupun
internasional tentang keberadaan pulau-pulau tersebut, akan didirikan
monumen bapak bangsa, Soekarno-Hatta di setiap pulau terluar. Patung
Soekarno berwarna merah dan Hatta berwarna putih tidak hanya ekspresi
seni semata, namun juga akan menciptakan citra garis terdepan
Nusantara.  Semua data-data yang dikumpulkan akan
didokumentasikan dalam bentuk buku, film, foto dan web. Setidaknya enam
buku yang direncanakan terbit, yakni Garis Depan Nusantara, Garis Depan
Nusantara: Buku 1 Pula-pulau Terdepan Indonesia Barat, Garis Depan
Nusantara: Buku 2 Pulau-pulau Terdepan Indonesia Tengah, Garis Depan
Nusantara: Buku 3 Pulau-pulau Terdepan Indonesia Timur, Perahu Tradisi
Nusantara, dan Monumen 92 Pulau Nusantara.  

Ekspedisi dibagi
dalam tiga tahap, masing-masing untuk pulau terluar di Indonesia barat,
Indonesia tengah, dan Indonesia timur. Pelaksanannya dibagi dalam tiga
tim, masing-masing tim pulau/kapal, tim Kodal (komanda pengendali) I,
dan Kodal II. Tim pulau akan bergerak dari satu pulau ke pulau lainnya
menggunakan Kapal Motor Deklarasi Djuanda. Tim Kodal I dan II akan
bergerak melalui perjalanan darat, melakukan survei awal budaya
masyarakat, melakukan kerja sama dengan seluruh pihak yang terlihat
dalam ekspedisi, termasuk mengatur rencana aksi.

Ekspedisi
Garis Depan Nusantara merupakan insiatif oganisasi pecinta lingkungan
Wanadri dan komunitas budaya Rumah Nusantara. Kegiatan ini didukung
Departemen Kelautan dan Perikanan, Departemen Perhubungan, TNI AL,
Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional), Medco
Energi, Kompas, TransTV, dan Trans-7. (Kompas.com)










   


      

Kirim email ke