yes mas bjm, saya mau berbagi,kalo mau jadi Backpacker,harus sedikit mau petualangan (sedikit aja),mengetahui medan yang akan didatangi,mengetahui sedikit aja pertolongan pertama pada kecelakaan(kesannya jadul ya P3K),sadar diri phisik kita kekuatannya sampai dimana,menjaga keselamatan diri sendiri(jangan berenang dilaut yang banyak Hiu/berarus bawah keras/berdiri dibibir jurang),tinggalkan jejak yang jelas jika berpindah lokasi. jika sebagian dari kesiapan jalan jalan ala Backpacker,sudah kita penuhi kita akan menikmati apa itu yang namanya jalan jalan...wuaaah jadi kepingin jalan.
oc teman teman infrastruktur jangan jadi alasan,kenapa kita ndak komplain,jika dinegara lain infrasrukturnya sama atau lebih jelek dari yang ada di NEGERI TERCINTA INDONESIA......ocre mohon direnungkan. sampai jumpa Tirto andayanto MR --- Pada Rab, 1/7/09, bjm_pgt <[email protected]> menulis: > Dari: bjm_pgt <[email protected]> > Topik: [indobackpacker] Re: Peluang Wisata Indonesia.. > Kepada: [email protected] > Tanggal: Rabu, 1 Juli, 2009, 8:34 AM > > > Bagi backpacker, mungkin soal akses menuju objek > kayaknya gak terlalu jadi kendala.asal bisa mencapai apa yg > dituju, walopun hanya dengan perahu nelayan atau mobil sayur > milik petani.justru itulah asiknya sebuah perjalanan bagi > mereka, termasuk saya.he.. > > tp bagi traveller, perjalanan seperti itu adalah tak > layak.maklum mindset mereka beda ama bckpacker. > > > > to mba Ambar, thanks atas kunjungannya ke blog saya. > > betul kata mba Ambar dan mas petrus di ujung genteng, gak > perlu minder untuk mengeksplor objek disekitar kita.karena > prinsip backpacking itu gak hanya ke lokasi yg jauh dengan > budget yg besar. > > ke pasar becek, tp kalo disana ada kuliner maknyus akan > asik untuk dikunjungi. > > > > apapun trasport, tempat nginap atau makanan yg seperti > makanan kucing pun, akan tetap mengesankan bila kita mau > menerima kalo itu adalah perjalanan yg kita ciptakan sendiri > dan karena ada kemauan menjalani nya. > > > > salam > > anas >
