Dear temen2 backpackers,
Saya lupa terus untuk meneruskan pesan ini. Tips yang mungkin
berguna buat teman-teman yang tertarik atau memulai perjalanan dengan
tema Situs Warisan Dunia atau World Heritage Sites UNESCO. Indonesia
mempunyai 7 buah situs, tercatat paling banyak se Asia Tenggara.
Bicara tentang tema ini, mungkin yang bisa dijual baik untuk
pengunjung lokal dan pengunjung internasional. Saya masih hutang tiga
dari tujuh untuk Indonesia. Sebuah ambisi yang ingin saya katamkan
sebelum mati (well, bicara 1000 places to visit before die, mungkin
800-nya adalah Situs Warisan Dunia).
Untuk referensi saja ketujuh situ tadi adalah :
* Borobudur Temple Compounds
* Komodo National Park
* Prambanan Temple Compounds
* Ujung Kulon National Park
* Sangiran Early Man Site
* Lorentz National Park
* Tropical Rainforest Heritage of Sumatra
Semoga bermanfaat.
PS : buat yang ingin memasukkan di notes FB atau lainnya silakan aja.
Kopi paste sumber dibawah untuk rujukan. Translation is free :)
============
Traveling di Situs Warisan Dunia sungguh sangat membanggakan. Sebuah
petualangan menuju lingkungan yang unik, menggengam budaya setempat,
menjadi bagian dari kehidupan yang berbeda dan tentu membangun
kenangan yang tak terlupakan. Dibawah ini adalah tips untuk membantu
meningkatkan apresiasi dan memberikan benefit bagi situs Warisan
Dunia yang kita kunjungi.
Sebelum Traveling
*Cari tahu sebanyak mungkin info. Semakin kita mengetahui tentang
situs Warisan Dunia sebelum kita datang, semakin membuatnya hidup.
Lihatlah info mengenai sejarah situs, budaya, lingkungan alam, adat
istiadat, legenda setempat, petunjuk/peringatan dsb. Website dari
Pusat Situs Warisan Dunia UNESCO ( http://whc.unesco.org) adalah
titik awal yang bagus.
*Belajar beberapa patah kata dari bahasa setempat. Tunjukan upaya
untuk berbicara dalam bahasa setempat yang bisa membawa untuk
berinteraksi dengan orang-orang yang mungkin lebih tahu tentang
situs. Penduduk akan menghormati upaya dan ketertarikan anda untuk
belajar. Kata sederhana sepert “Apa kabar”, “ Tolong”, “Terimakasih”
bisa sebagai awal.
*Packing ringan. Selalu saja ada godaan untuk membawa semua barang
yang kita butuhkan, tetapi ingatlah untuk selalu pintar memilih.
Membungkus items seperti kotak kertas atau plastik pembungkus untuk
pasta gigi yang baru, tentu memakan tempat dan menciptakan sampah
yang berlebihan.
*Pilihan akomodasi. Lihatlah hotel yang mempunyai pernyataan resmi
tentang pengaruh lingkungan terhadap system kerja dan kebijakan
menurut budaya setempat. Prinsip-prinsip Aliansi Situs Warisan Dunia
dapat menjadi guideline untuk memilih hotel.
*Explore pilihan transportasi. Ingat bahwa travelling memberikan
efek kepada lingkungan. Dimanapun berada, cobalah untuk meminimalkan
polusi dan pengaruh terhadap lingkungan dengan mencari alternative
transportasi dan menanggalkan emisi karbon.
Ketika Traveling
*Terlibat dengan budaya lokal. Sebuah ungkapan, “Ketika berada di
Roma, berlakulah seperti orang Romawi” masih berlaku untuk saat ini.
Perjalanan anda akan menghasilkan kesempatan emas untuk mengekplorasi
budaya baru dan melihat dunia dari perspektif yang berbeda. Ingat
juga untuk mencoba menyantap makanan lokal, belanja di pasar setempat
dan menghadiri festival atau perayaan sebagai bagian dari pengalaman
budaya.
*Membeli produk dan menggunakan jasa lokal. Memilih untuk
mendukung pebisnis lokal, tur operator yang dijalankan komunitas
berarti anda akan memperoleh pengalaman dan memberikan uang anda
langsung kepada komunitas lokal. Sebelum membeli barang, tanyakan
dulu asal barang tsb. Hindari membeli barang yang dapat mengancam
sumber alam dan laporkan adanya perburuan liar atau illegal kepada
pihak berwajib.
*Hindari menawar dengan agresif. Sangat sulit untuk mengetahui batas
menawar, jadi jika anda tidak yakin tanyakan pada pegawai hotel untuk
saran berguna. Ingatlah bahwa membeli barang bisa berakibat langsung
kepada kehidupan penduduk setempat. Putuskan apakah perlu memberikan
ekstra tip jika di kemudian hari memberikan efek yang besar.
*Sewa guide setempat. Perkaya pengalaman dengan memilih guide dari
lokal yang mempunyai tingkat pengetahuan tentang destinasi. Tanyakan
lokal tur operator atau hotel untuk rekomendasi yang baik.
*Perlakukan situs dengan hormat. Destinasi yang kita tuju adalah
mempunyai nilai lebih dari sisi kekayaan alam dan budaya. Buatlah
mereka tetap terjaga dengan berjalan di trail yang sudah disediakan,
menghormati jagawana/ penjaga situs, dan jangan mengambil artifak
arkeologi atau biologi dari situs.
*Hormati lingkungan alam. 3R –Reduce-Reuse-Recycle yakni kurangi,
gunakan kembali, daur ulang. Walaupun kita hanya mengunjungi,
buanglah sampah pada tempatnya, meminimalkan konsumsi air dan enerji
yang akan memberikan benefit bagi situs dan penduduk setempat.
*Think of the big picture atau pikirkan dalam skala yang lebih luas.
Mendukung ekonomi lokal adalah hal yang penting, tetapi beberapa
aktvitas tourism dapat membuat sebuah situs Warisan Dunia menjadi
rapuh. Bilanglah “Tidak” untuk souvenir yang merupakan bagian dari
situs itu sendiri, dan aktivitas pengunjung yang dapat mengancam
kelangsungan hidup situs tadi.
Setelah Traveling
*Sebarkan tips untuk travel yang bertanggungjawab (responsible
tourism). Bagikan kepada keluarga dan kawan tentang indahnya
kenangan ketika kita mengunjungi situs tadi. Jangan lupa bagikan
tips sehingga mereka bisa memberikan pengaruh positif pada situs
Warisan Dunia ketika melakukan perjalanan berikutnya.
*Bagikan photo dan catatan anda. Photo dapat mengungkap seribu
kata. Tunjukkan dan bagikan tentang pengalaman mengunjugi Situs
Warisan Dunia melalui Friends of World Heritage Photo Contest.
*Makin menjelajah. Traveling hanyalah awal untuk belajar. Ketika
kita tibadi rumah, teruskan untuk mempelajari dan makin terlibat pada
issue penting di daerah. Bangun pengetahuan dan juga terus
mempelajari situs Warisan Dunia yang lain.
*Berikan kembali. Traveling terkadang membuka mata dan hati terhadap
sesuatu yang baru, Anda dapat meneruskan untuk memberikan inspirasi
kepada generasi selanjutnya tentang situs Warisan Dunia dengan
mendonasi sejumlah uang pada Friends of World Heritage Fund.
Sumber : terjemahan bebas dari http://www.friendsofworldheritage.org/
issues/traveling-responsibly/tips.html
Salam,
Ambar Briastuti