Ide ini muncul waktu saya baca tulisan di milis ini, yang berjudul
bisa kemana dengan uang  lima ratus ribu.

Di mulai dari rumah orang tua saya di Gunung Putri,
dengan modal Rp. 500.000 + nasi 1 bungkus dan air minum satu botol 2
liter di botol cocacola.

Berangkat dari rumah dengan naik mobil omprengan ( daerah gw banyak
pegawai yang kerja di Jakarta jadi banyak yang ngompreng katanya
lumayan buat bayar tol )Rp. 5.000 ( sisa Rp. 495.000 ) turun di UKI, dari UKI 
naik mikrolet 06A bayar Rp. 2.000 ( sisa Rp. 493.000 ).
Beli tiket Matarmaja jurusan Malang Rp. 55.000 ( sisa Rp. 438.000 ).
Kereta jalan menuju Malang, sekitar jam 6 sore kereta melewati Cirebon
perut lapar bekel pun di buka. Lumayan menghemat. Ketika kereta lewat Tulung 
Agung perut sudah tidak kuat lagi beli nasi bungkus Rp. 3.000 ( sisa Rp. 
435.000 ).

Agak siang kereta masuk Malang. Dan beli tiket kereta Tawang Alun yang 
berangkat jam 14.30 Rp. 20.000 ( sisa Rp. 415.000 ) lumayan jalan-jalan 
sebentar di Malang foto - foto. Kereta berangkat menuju Banyuwangi. Sudah malam 
kereta sampai Banyuwangi, dan jalan kaki menuju pelabuhan. Perut lapar dan beli 
nasi bungkus Rp. 3.000 ( sisa Rp. 412.000 ) cari bus tujuan Denpasar,dengan 
sedikit nego, melas dan memohon dapatlah harga Rp. 20.000 (sisa Rp. 392.000 ).

Tiba di Ubung pagi, naik angkot dari Ubung ke Terminal Tegal Rp. 3.000
( sisa Rp. 389.000 ) Dari tegal naik angkot jurusan Tuban Rp. 3.000 (
sisa Rp. 386.000 ), Turun dekat pasar Kuta. Dan cari rentalan motor, dengan 
modal tampang susah dapal lah harga motor manual Rp. 60.000 ( sisa Rp. 326.000 
) untuk 2 x 24 jam.

Mulai lah perjalanan ini. Tapi sebelumnya beli 2 bungkus nasi jinggo
Rp. 5.000 ( sisa Rp. 321.000 ) Motor di mulai dari pantai Kuta ( yang pasti 
berendem dulu di Kuta,buat buang semua yang kotor-kotor ).
Motor dari kuta, mulai melewati Jalan Raya Sanur disana isi bensin Rp.
11.000 ( sisa Rp. 310.000 ).

Foto-foto di pantai sanur. Terus menuju Karang Asem dan terus menuju
Amed sampai di Amed istirahat foto-foto dan buka bekal nasi jinggo.
Sehabis itu langsung menuju Tulamben dan Kubu, pantai yang indah,
walau gersang karena tanaman musiman.

Motor terus menuju Singaraja. Di sepanjang jalan banyak tempat indah
untuk foto. Tiba di Singaraja sudah malam, dan cari penginapan murah
ada homestay Sri di tulis harga lima puluh ribu, karena membujuk dan
bilang akan berangkat pagi-pagi maka dapat harga Rp. 40.000 ( sisa Rp.
270.000 ). Makan di warung tipat tahu pak Haji Rp. 3.000 ( sisa Rp.
267.000 ) Pagi nya jalan menuju Gilimanuk, jalan lurus dan bikin ngantuk jadi 
hati-hati karena mulus nya jalan bikin kita terlena. Banyak pura yang bisa di 
lihat, juga bisa mampir ketempat penyebrangan ke pulau Menjangan. Beli bensin 
Rp. 10.000 ( sisa Rp. 257.000 ), beli makan Rp. 3.000 ( sisa Rp. 254.000 ) dari 
sana sepanjang jalan gilimanuk denpasar hati-hati jalan mulus dan lawan kita 
truk dan bus. ( sempat terpikir kenapa gw ga mulainya dari sini saja ).

lewat Negara bensin mulai menipis karena perasaan sudah dekat isi
bensin Rp. 7.000 ( sisa Rp. 247.000 ).Dari Tabanan terus menuju Tanah Lot, beli 
tiket motor dan tiket masuk Rp. 10.000 ( sisa Rp. 237.000 ), beli makan di 
warung Rp. 6.000 ( sisaRp. 231.000 ).
Kembali ke Kuta dan cari penginapan murah Rp. 50.000 ( sisa Rp. 181.000 ).

Istirah jalan-jalan karena bensin masih ada. Beli makan sedikit pesta
gapapa kan, beli satu 10 tusuk depan Carfour imam bonjol Rp. 5.000
lontong 3 Rp. 3.000, motor di titip ke tukang sate biar ga bayar
parkir dan ke Carfour beli air mineral 1,5 liter 2 botol Rp. 3.000 (
sisa Rp. 170.000 ).

Melihat kehidupan malam di Kuta, dan menjelang pagi kembali ke
penginapan. Jam 11 motor di ambil dan jam 13.00 sudah harus cek out,
ga lupa beli nasi Jinggo Rp. 2.500 ( Rp. 167.500 )mengelandang di Kuta
jalan-jalan belaga banyak uang. Jam 8 malam berangkat kembali ke
Jakarta. Naik angkot sampai terminal tegal Rp. 3.000 ( sisa Rp.
164.500 ). Karena angkot sudah habis akhirnya jalan kaki sampai
terminal Ubung. Rupa nya tidak terlalu jauh.

Setelah nego dapat lah harga Rp. 30.000 sampai Banyuwangi ( sisa Rp.
134.500 ) tapi makan jangan lupa nasi jingo lagi Rp. 2.500 ( sisa Rp.
132.000 ) sampai Banyuwagi sudah hampir pagi. Beli Tiket kereta Sri
Tanjung Rp. 21.000 ( sisa Rp. 112.000 ) beli makan Rp. 3.000 ( sisa
Rp. 109.000 ) Kayaknya sudah harus makan lagi mungkin karena jarang
makan jadi sering lapar Rp. 4.000 ( sisa Rp. 105.000 ). Sampai Yogya
sudah malam dan jalan-jalan sekitar jalan Sosrowijayan dapat penginapan mur mer 
Rp. 40.000 ( sisa Rp. 65.000 ). 

Istirahat, pagi nya jalan-jalan keliling Yogya. beli makan Rp. 3.000 . Jam 
15.00 jalan ke stasiun Lempuyangan beli tiket Rp. 38.000 ( sisa Rp. 27.000 ) 
beli makan Rp. 5.000 ( sisa Rp. 22.000 ).

Kereta berangkat dan tiba pagi di Jatinegara. Naik 06A Rp. 2.000 (sisa Rp. 
20.000 ) naik metro AC sampai karangan ( ga salah kan
nikmatin sedikit kesenangan ) Rp. 7.000 ( sisa Rp. 13.000 ) dari
karangan naik odong-odong Rp. 3.000 ( sisa Rp. 10.000 ) sampai di
Rumah.

Hua ha ha masih ada sisa Rp. 10.000..

Cape iya jelas cape. Tapi semua itu terbayar dengan hal-hal yang
menyenangkan. Kenapa uang kita jadikan kendala untuk memulai
perjalanan ?

Mohon maaf, saya tau gaya menulis saya tidak bagus, saya membuat ini
hanya untuk gambaran saja.

-- 
Best Regards




Marvin Sitorus


Kirim email ke