Saya mencoba menjawab pertanyaan mba Ambar
Tanya: Dari keseluruhan partisipan, mungkin data awal bisa
diberikan. Misalnya rentang usia ada berapa yang dibawah 30th, atau dibawah
40th. Saya penasaran dengan sebaran usia dan pilihan relasi kanonikal tadi.
Jawab: Kalau usia, maaf mba saya tidak mengolah secara spesifik,
jadi saya tidak bisa menyebutkan berapa banyak backpacker pada setiap rentang
usia yang mba tanya. Saya langsung
melihat apakah partisipan saya berusia di bawah 40 tahun atau tidak. Korelasi
kanonikal
merupakan salah satu teknik statistik untuk melihat hubungan antara satu set
variabel dengan set variabel lain dan dalam penelitian ini ada 7 varabel
motivasi pendorong dan 5 variabel motivasi penarik (sebenarnya variabel
motivasi penarik juga ada 7, namun karena saat try out 2 tidak reliabel maka
yang tidak reliabel tersebut tidak digunakan). Lebih jelas tentang korelasi
kanonikal (canonical correlation bisa googling ya mba, krn klo saya jelaskan
disini ntr malah jd topik baru… udah gt gak sesuai dengan milis… hehe…)
T: Keterkaitan dengan gender, terutama dulu sempat
diobrolkan di milis tentang banyaknya cewek ketimbang cowok yang suka
backpacking. Dari database yang saya buat berdasar voluntary new member (saya
belum update untuk per tengah tahun 2009), ternyata itu tidak sepenuhnya benar.
Jadi saya penasaran apakah para backpacker itu kebanyakan cewek ketimbang
laki-laki :)
J: Dalam penelitian ini kebetulan jumlahnya hampir berimbang mba...
ada 48 orang laki-laki dan 47 orang wanita
T: Mungkin bisa disebutkan berapa persen backpacker yang suka
jalan karena faktor statis (kanonikal pertama), soalnya apakah perbincangan di
milis itu berpengaruh pada keputusan seseorang untuk mengunjungi tempat
tertentu. Yah bilang aja, saat ini semua orang ngobrolin Bangka Belitong, jadi
deh semua pada pengen kesana...
J: klo menurut saya yg dimaksud
sm mba lebih pada trend kali ya, soalnya faktor statis adalah faktor tempat
wisata yg tidak bs dirubah (definisi bisa diliat di bawah). Jadi ketika ingin
pergi ke sebuah tempat ya faktor statis tersebut juga menjadi pertimbangan
(tidak karena semua ngobrolin sebuah tempat maka ia akan pergi kesana jg)
Dan mungkin yang mba maksud data deskriptif ya, untuk faktor
statis berikut datanya:
Static
factors (Faktor-faktor dari tempat wisata
yang tidak bisa diubah, contoh: iklim, jarak, sejarah tempat wisata, bentangan
alam, dan lain-lain)
pernyataan
no. 12:
Backpacking menarik karena lokasi wisata yang strategis, mayoritas
partisipan menjawab sesuai (S) dengan jumlah 26 orang (27,4%),
pernyataan
no. 17:
Backpacking menarik karena jarak yang cenderung dekat dengan
tempat tinggal, mayoritas partisipan menjawab tidak sesuai (TS) dengan jumlah
28 orang (29,5%),
pernyataan
no. 18:
Backpacking menarik karena kemudahan akses menuju tempat
wisata, mayoritas partisipan menjawab agak sesuai (AS) dengan jumlah 24 orang
(25,3%).
T: Untuk yang kanonikal yang kedua, boleh dibagi
ada berapakah (persen atau orang) yang menyatakan backpacking sebagai
pelampiasan
rutinitas tetapi dengan interaksi sosial yang tak banyak. Indikasi saya adalah
mereka
lebih memilih independen dengan alasan tertentu.
J: saya sebutkan lagi bahwa korelasi kanonikal merupakan teknik
statistik yang digunakan untuk melihat hubungan antara dua set variabel (mohon
maaf klo hasil penelitian saya pada email awal masih kurang jelas tentang
korelasi kanonikal). Pada pertanyaan ini mungkin yg dimaksud data deskriptif
juga ya mba, untuk keluar dari rutinitas sehari2 berikut data deskriptifnya:
pernyataan
no. 1
Saya
melakukan kegiatan backpacking karena
ingin keluar dari masalah sehari-hari, mayoritas
partisipan menjawab tidak sesuai (TS) dengan jumlah 23 orang (24,2%),
pernyataan
no. 15
Saya
melakukan kegiatan backpacking karena
ingin pergi ke suatu tempat yang berbeda, dari suasana tempat kerja mayoritas
partisipan menjawab
sangat sesuai (SS) dengan jumlah 54 orang (56,8%),
pernyataan
no. 4
Saya
melakukan kegiatan backpacking karena
bosan dengan rutinitas sehari-hari, mayoritas
partisipan menjawab sesuai (S) dengan jumlah 46 orang (48,4%).
T: Sekali lagi trims banget.
J: Sama2 mba…
Mohon maaf klo ada kekurangan, misalnya kurang jelas tanya lagi
aja mba, saya akan berusaha menjawabnya…
Salam
Triyadi Fadlilah
[Non-text portions of this message have been removed]