Halo semuanya, terima kasih untuk informasinya. Saya baru sempat buka
email lagi nih setelah sekian lama ngga ketemu internet. Sebagai
informasi, saya sudah nonton tari kecak teges kanginan pimpinan Cak
Rina sewaktu saya ke Bali kemarin. Ternyata pertunjukan tari kecak Cak
Rina diadakan di ARMA (Agung Rai Museum of Art) Open Theater setiap
Bulan Purnama atau Bulan Baru (Bulan Mati), jadi tidak selalu ada tiap
saat. Kebetulan tgl 21 Juli kemarin saya sempat menontonnya karena
pada saat ini kebetulan sedang Bulan Mati. ARMA sendiri ada di daerah
Ubud, di Jl Hanoman kalau saya tidak salah tidak jauh dari pom bensin
pertigaan Jl Made Lebah, Jl Pengosekan dan Jl Hanoman

Untuk harga tiketnya lumayan mahal jika dibandingkan dengan kecak lain
karena kecak lain berkisar 50-75 ribu sedangkan kecak Rina 100 ribu.
Menurut saya pribadi, tari kecak Rina sangat menarik, atraktif dan
lumayan mencekam karena banyak permainan apinya. Tari Kecak Rina
melibatkan penari dari berbagai usia, mulai anak2 kecil yang menurut
perkiraan saya masih dibawah 10 tahun sampai dengan yang sudah
berambut putih. Berbeda dengan tari kecak pada umumnya, pada tari
kecak Rina, terdapat obor yang dibawa oleh beberapa penari, selain itu
ada juga adegan yang mirip dengan bermain sepak bola api, ditambah
lagi dengan dua tokoh utamanya yang sangat atraktif dalam membawakan
lakon. Oh iya, pada saat saya menonton kemarin, lakon yang dibawakan
adalah perseteruan antara Subali dan Sugriwa

Saya merekomendasikan tari kecak Rina bagi teman2 yang ingin mendapat
pengalaman baru dalam menonton tari Kecak.

Terima kasih..

----------
Best Regards,
Albert

2009/7/22 Tirto Andayanto MR <[email protected]>:
>
>
> tari kecak yang ada di desa TEGES KANGINAN,kayaknya wajib dotonton,karena 
> lebih menarik,kebetulan saya sudah pernah kesana,apalagi bagi yang senang 
> motret,itu adegan sangan mencekam,oc
> salam saya
> Tirto andayanto MR
> --- Pada Rab, 22/7/09, Made Sutawijaya <[email protected]> menulis:
>

Kirim email ke