wow ! biarpun ngak ikutan acaranya, rasanya bangga dan terharu mendengarkan cerita nya, dan membayangakan perasaan ribuan teman2 yang mengikuti secara langsung upacaranya di dalam air di acara yang menjadi "world wide event" yang tentunya masuk Guiness Book of Record.
Aku cinta Indonesia ! salam, Deedee Caniago *they don't care how much you know until they know how much you care* ________________________________ From: Asanti Astari <[email protected]> To: Hendra Saputra <[email protected]>; [email protected] Cc: [email protected]; [email protected] Sent: Thursday, August 20, 2009 6:32:28 PM Subject: Re: Re : [indobackpacker] Rekord Dunia Selam Terpecahkan Hii, Sedikit menambahkan. Memang betul apa yg dikatakan mbak Tari & mbak Ella, pemilihan spot lokasi diving dipindahkan dari Bunaken jadi pantai Malalayang, yg berjarak sekitar 1 jam naik kapal, tentu karena memikirkan aspek konservasi lingkungan. Pemilihan spot Malalayang inipun tidak sekedar asal pilih, tapi dengan berbagai macam pertimbangan, antara lain survei pencitraan satelit utk mengetahui kondisi kedalaman air dan bentukan seabed juga kondisi karang-karangnya utk faktor safety juga konservasi (krn gambar2nya dipasang di posko AL) juga hasil diskusi dan kesepakatan dengan LSM-LSM lingkungan dan para pemerhati lingkungan lainnya. Hal ini juga diumumkan oleh pihak AL ketika sesi tanya jawab/pers conference ada yg menanyakan hal itu. Yg namanya event underwater sebesar ini, pastilah faktor tersebut menjadi sangat krusial dalam pertimbangan lokasi. Pantai Malalayang notabene memang mirip lapangan bola, pasiirr semua, hanya saja permukaannya sedikit miring ngga betul-betul flat... Pertimbangan saya mengikuti event ini jelas telah mengesampingkan faktor kenyamanan, tabung klontangan, fins jeduk-jedukan, bahkan saling dorong-dorongan demi mencari space turun masing-masing. Belum lagi ketika mau turun dan liat kebawah cari spot msg2, isinya hutan bubbles oksigen sehingga gak keliatan apa-apa. Tapi kita tidak mengesampingkan faktor keamanan. Panitia pihak AL betul-betul menjaga dan mempersiapkan hal-hal buruk yg bisa terjadi. Kapal rubber boat utk SAR dimana-mana, personil spesialis underwater SAR juga bersiaga, hospital dengan chamber sudah disiapkan, bahkan disiapkan juga floating hospital (KRI dr.Suharso) dengan portable chamber dlm radius 100 mtr saja. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar dan acara bisa terlaksana dengan ZERO ACCIDENT ! Hehe... tapi semuanya pada tepar kena flu, kecapean dan mungkin juga kurang minum air putih... Ambisi pribadi awalnya memang hanya utk lucu-lucuan, dan masuk GWR, tapi semakin kebelakang ambisi saya juga orang-orang bergeser utk mengharumkan nama bangsa. Walaupun blm kenal kita semua saling menjaga teman di kiri-kanan msg2, saling mmperhatikan sisa tabung, alat2 yg bocor, pinjem2an pemberat, bantu angkat tabung ke lokasi, dll. Strangers at first, we became inseparable friends in the end... Salut saya sama semangat & solidaritas para diver Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, utk mengharumkan Indonesia. Walaupun upacara benderanya ngga keliatan, tapi saya sempet denger lagu Berkibarlah Benderaku dan Satu Nusa Satu Bangsa berkumandang di bawah air (pake speaker kapal sptnya) . Terseruak juga rasa haru mendengarnya, belum pernah saya dengar lagu2 kebangsaan di dalam air. Juga ketika kita diminta hormat bendera. Benar-benar bangga rasanya, dan rasa bangga ini... sulit dilukiskan dengan kata-kata. .. Bravo Indonesia! ____________ _________ _________ __ From: Hendra Saputra <hendlasaputla@ yahoo.co. id> To: kuntarini_rahsilawa t...@yahoo. com Cc: indobackpacker@ yahoogroups. com; lejavan...@yahoo. fr Sent: Tuesday, August 18, 2009 3:04:32 PM Subject: Re: Re : [indobackpacker] Rekord Dunia Selam Terpecahkan Salaam, Saya sependapat dengan mba Tari, para teman-teman divers pasti sangat paham akan pentingnya konservasi, dan saya tidak ragukan kepedulian mereka terhadap lingkungan khususnya bawah laut, kalau mereka tidak cinta dan perduli tentu mereka tidak begitu tertarik mendapatkan licence tuk diving. Dan pengalaman saya dengan beberapa teman diving selalu membuktikan seperti itu, sering sekali mereka melakukan kegiatan diving atau snorkeling sambil membersihkan sampah-sampah yang ada di laut. Mungkin hal-hal ini yang perlu kita ambil dari para divers, sedikit berbeda (maaf, tidak semua sih tapi terus terang masih banyak teman2 yang belum care) dengan mereka yang mendaki gunung, atau bertualang di tempat lain. Jarang sekali mereka membawa turun sampah2 yang ada disana meskipun terkadang sampah mereka sendiri, itulah kesadaran yang perlu kita bangkitkan di diri sendiri. Hal ini bukan untuk mendeskreditkan pendaki gunung, atau lainnya karena saya termasuk yang mencintai gunung dan terkadang sedih melihat masih banyak teman yang belum perduli. Cintai Alam Indonesia, perduli lingkungan dan sekali Merdeka tetap MERDEKA. Salaam, Hendra Saputra ____________ ____ Reply Header ____________ ____ Subject: Re: Re : [indobackpacker] Rekord Dunia Selam Terpecahkan Author: Ms tari rahardjo <kuntarini_rahsilaw a t...@yahoo. com> Date: 18th August 2009 5.11 am Dari info yang saya dapat, Penyelaman bukan dilakukan di daerah terumbu karang. Tapi di pantai Malalayang yang ada site sebesar lapangna bola yg tidak ada terumbu karang hidupnya. Di TV, kelihatan bahwa lokasinya seperti lapangan di bawah air yg datar, tidak ada terumbu karangnya. Dua hari sebelum pemecahan rekor itu pun ada program penanaman pohon Mangrove oleh ribuan divers tsb. Kalo event sebesar ini mengundang ribuan diver bersertifikat tidak memperhatikan aspek konservasi, rasanya tidak akan ada diver yg mau ikut. Diver serius hingga mau ambil sertifikat diving pasti sudah paham pentingnya konservasi. Salam, Tari YM ID : kuntarini_rahsilawa t...@yahoo. com http://kuntarini. multiply. com http://profiles. friendster. com/kuntarini --- On Mon, 8/17/09, Tono Wahyu <lejavanais@ yahoo. fr> wrote: > From: Tono Wahyu <lejavanais@ yahoo. fr> > Subject: Re : [indobackpacker] Rekord Dunia Selam Terpecahkan > To: "indobackpackers" <indobackpacker@ yahoogroups. com> > Date: Monday, August 17, 2009, 11:16 PM > Saya harap bukan aja bangga dalam > memecahkan rekor dunia untuk lebih dari 2000 penyelam, tapi > bisa melestarikan hewan , menjaga lingkungan hidup dan > menyelamatkan terumbu karang di Indonesia khususnya yang > kondisinya sangat memperihatinkan! Jangan sampai dengan > adanya lebih dari 2000 penyelam, terumbu karang di Bunaken > semakin hancur! Semoga para penyelam menyadari akan > pentingnya terumbu karang dan biota laut..bukan hanya > memetingkan FUN-nya aja! > > >
