Kebetulan saya sedang jalan2 di Malaysia. Saya terkejut melihat Kuala Lumpur 
begitu majunya dibanding Jakarta. Di sana ada monorel, light rail train, 
jalanan rapi dan bersih, dari KL ke Penang 4 jam perjalanan semuanya di jalan 
tol. Waktu saya ke museum Penang, semua benda yg dipamerkan ada penjelasan yg 
rapi dalam bahasa Melayu dan Inggris. Beberapa barang Indonesia juga 
dipamerkan, antara lain batik pekalongan yang dipadukan dengan baju kebaya 
mereka. 
 
Waktu saya ke museum kota tua di Jakarta, banyak lampu yang mati, informasi ttg 
suatu benda sejarah kadang tidak lengkap atau tidak ada sama sekali, tulisan 
dilarang foto ada di mana2 tapi orang2 kita sibuk berfoto dan memegang2 barang2 
antik yg dipamerkan. 
 
Bagi para turis, jelas Malaysia lebih nyaman. Pergi ke mana2 menggunakan bis 
antarkota yang di dalamnya hampir seperti kursi pesawat terbang kelas bisnis, 
sangat nyaman. Terminal utama di KL pun tertata rapi dengan petunjuk2 yg jelas 
untuk setiap bis.
 
Indonesia masih harus belajar banyak. Benar sekali bahwa budaya kita jauh lebih 
kaya daripada mereka, tapi penanganannya buruk sekali, baik dari pemerintah 
maupun para warga pemilik budaya itu sendiri. Kita lebih mudah terbakar emosi, 
atau rasa nasionalisme yg berapi-api, tapi pengejawantahannya tidak ada. 
Mungkin kah generasi kita bisa memulai sesuatu untuk menjadi lebih baik?

--- On Fri, 8/21/09, Jimmy J.S <[email protected]> wrote:


From: Jimmy J.S <[email protected]>
Subject: [indobackpacker] Malaysia Klaim Tari Pendet: Sikap Kita?
To: [email protected]
Date: Friday, August 21, 2009, 12:14 AM


  



Begitu mendengar kabar bahwa malaysia meng-klaim tari pendet dari mereka 
langsung saja membuat masyarakat Indonesia membikin suasana rame twitter & fb. 
Cacian, makian & sumpah serapah dilontarkan didunia maya ini. Bahkan saya 
pribadipun sempat melontarkan " dasar malingasia " ( dikit emosi ).

Tapi akhirnya saya sadari terkadang bangsa kita begitu mendengar kabar bahwa 
kebudayaan kita dicaplok malaysia langsung emosi, marah tapi setelah itu tidak 
ada tindakan untuk mempertahankan atau melestarikan budaya bangsa ini. Kita 
tidak pernah tahu sampe kapan budaya bangsa Indonesia bisa bertahan ditengah 
modernisasi dunia saat ini, saya sempat berpikir kenapa malaysai begitu 
"bernafsu" ingin merebut beberapa warisan asli budaya bangsa kita ? apakah 
mereka tidak punya budaya asli malaysia seperti kain, tarian, makanan ?? saya 
ga tau jawabannya.

Tapi yang PASTI saya ketahui adalah malaysia benar-benar tahu bahwa kebudayaan 
Indonesia mulai dari tarian, kain tradisional, rumah adat, makanan tradisional 
akan mempunya nilai yang luar biasa mahal jika dikelola dengan baik, malaysia 
tahu benar bahwa ketika sebuah tarian bisa menjadi identitas unik sebuah bangsa 
maka akan menarik pariwisata, malaysia tahu benar bahwa kain batik bisa menjadi 
peluang bisnis yg bagus. Setelah tari reog, kain batik, tari pendet, angklung 
apalagi yang akan diklaim ??? jawabannya TIDAK TAHU. 

Buat teman2 yg berada diluar sana yg suka traveling kepenjuru dunia banyak hal 
yg bisa kita sampaikan kepada dunia bahwa INDONESIA bangsa yg mempunyai warisan 
budaya yang luar biasa. STOP mencaci, memaki & bersumpah serapah kepada 
tetangga kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa kita bangsa yg berbudi 
luhur, tunjukkan dengan cara yang lebih elegan yang akhirnya dunia akan tahu 
seperti apa INDONESIA yg sesungguhnya.

JAYALAH INDONESIAKU. ......... ......... ......... ......... ........

[Non-text portions of this message have been removed]

















      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke