Dear mbak muli, berdasarkan pengalaman saya, embassy schengen, amerika, australi tidak akan menjadikan stempel imigrasi malaysia atau negara2 asia tenggara sebagai referensi mereka untuk mengeluarkan visa. Jadi sayang kalau mbak harus spending uang buat trip ke malaysia hanya untuk stempel di passport yang nantinya tdk akan diperhitungkan juga oleh mereka. Bahkan visa china pun bukan referensi buat embassy schengen, amerika dan aussie. Saran saya, pakai sponsor temen mbak itu aja. Tapi siap2 aja kalo temen mbak akan diminta surat keterangan rumah tinggal atau domisili yg dikeluarkan oleh semacam balai kota setempat gitu (surat keterangan ini diminta oleh embassy prancis kalo kita apply visa pake undangan perorangan). Yang harus diprovide lagi dan berpengaruh besar thd diapprove tidaknya visa schengen kita yaitu surat keterangan kerja kita dari kantor yg menjamin kalo kita bakal balik krn ada kerjaan di indo (surat keterangan ini juga yg pertama kali diminta waktu saya apply visa amerika). Goodluck ya mbak. Salam, Dewi Kurniasari Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: "maulia_sari" <[email protected]> Date: Thu, 24 Sep 2009 03:39:03 To: <[email protected]> Subject: [indobackpacker] Ask [lagi] Apply visa Schengen, turis visa atau sponsor? Dear sahabat-sahabat IBPers yang baik, Saya sudah pernah menanyakan mengenai apply visa Schengen dengan budget terbatas dan paspor kosong, yang banyak dijawab, akan ditolak. saya masih merencanakan ke Eropa after Februari 2010, saat ini saya punya dana pribadi sekitar 4000USD. Rencananya saya akan coba apply Schengen visa di kedutaan Denmark. Yang ingin saya tanyakan apakah lebih baik apply turis visa dengan dana yang saya miliki atau memiliki sponsor yang akan membuat pernyataan dan membuktikan bahwa dia akan menanggung kita selama kita berada disana. Kebetulan saya punya teman di Denmark yang menawarkan menjadi sponsor saya, karena katanya lebih mudah mendapatkan visa dengan sponsor. kami sudah berteman baik selama 2 tahun tapi belum pernah bertemu muka, nah takutnya akan banyak pertanyaan soal sponsor ini apalagi karena saya dan sponsor tidak pernah bertemu langsung. (sebagai gambaran, teman saya ini associate professor salah satu universitas di Denmark). November ini rencananya saya akan ke Malaysia biar paspor saya gak kosong banget pas mau apply visa Schengen, tapi bener bingung nih, mau apply visa turis atau social visit. ada yang bisa share pengalamannya? terima kasih ya. Regards, Mauli [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Indonesian Backpacker Community visit our website at http://www.indobackpacker.com atau bisa juga di http://www.backpacker-indonesia.info/ Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan. No SPAMMING or forwarding unrelated messages. Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari JUMAT. Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian yang perlu saja. Milis Indobackpacker menerima ATTACHMENT baik gambar ataupun photo, tetapi mohon indahkan tentang hak cipta dan ukuran file. Cara mengatur keanggotaan di milis ini : Mengirim email ke grup : [email protected] (moderasi penuh) Mengirim email kepada para Moderator/Owner: [email protected] Satu email perhari: [email protected] No-email/web only: [email protected] Berhenti dari milist kirim email kosong : [email protected] Bergabung kembali ke milist kirim email kosong : [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
