Polusi, macet, sampah, banjir, dan kriminalitas  merupakan bagian dari sejuta 
masalah yang kerap kita temui sebagai warga Jakarta. Namun sesungguhnya, adakah 
hal yang bisa membuat kita bangga akan Jakarta ? Adakah sesuatu yang bisa 
menjadi inspirasi bagi sesama warga Jakarta ? Adakah pesona yang bisa membuat 
kita begitu mencintai kota Jakarta? 

 
Tak kenal maka tak sayang, Tak sayang maka tak cinta. Begitu kata orang  bijak. 
 Peta Hijau membantu warga Jakarta untuk lebih  mengenal seluk-beluk kehidupan 
kota Jakarta yang tersembunyi di balik gedung-gedung tinggi. Bukan sekedar 
untuk mengenali lokasi-lokasi yang hijau dan juga bukan untuk mengenali 
jalan-jalan dan gedung-gedung di Jakarta. Dengan Peta Hijau Jakarta, warga bisa 
lebih mengenali isi hati Jakarta. Tentang tempat-tempat rekreasi yang unik. 
Tentang inisiatif-inisiatif warga yang berhasil mengubah sejuta masalah menjadi 
secercah harapan. 

Bagi yang tertarik untuk mengenal lebih jauh tentang Jakarta, Komunitas Peta 
Hijau Jakarta mengundang warga untuk menghadiri Pameran Peta Hijau yang  
diadakan dalam rangka meramaikan Temu Pusaka 2009 yang diselenggarakan oleh 
BPPI  (Badan Pelestarian Pusaka Indonesia/ Indonesian Heritage Trust). 

Jadwal Kegiatan Pameran Peta Hijau

Pembukaan Pameran 
Sabtu, 10 Oktober 2009/ pk. 09.00 - 12.00 WIB 
Newseum Cafe, Jl. Veteran I, Jakarta Pusat
(dekat Es Krim Ragusa) 

Bincang-bincang dengan beberapa warga Jakarta yang telah berinisiatif untuk 
membuat Jakarta menjadi kota yang lebih nyaman.  Diantaranya  dengan Pak Salam 
yang berupaya mengatasi masalah sampah kertas; Pak Santo yang konsisten 
mengatasi pencemaran dan melakukan penghijauan di bantaran kali;  Pak Supardi 
yang berhasil menjadikan RW 3  Rawajati – Pancoran menjadi kampung hijau dan 
sering dijadikan percontohan atau studi banding oleh desa lain; ada juga 
Chrisandini yang ingin membantu mencerdaskan anak dengan  menyediakan 
perpustakaan anak, dsb. 

Dimeriahkan dengan suguhan musik anak-anak dari Sanggar Anak Roda, berupa 
gabungan alat musik elektronik dengan angklung dan rebana. 

  
Pameran Peta Hijau 

Pada acara ini akan dipamerkan 6 edisi Peta Hijau Jakarta serta hampir seluruh 
peta hijau yang pernah dibuat di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Peta 
Hijau Medan, Bukittinggi, Yogyakarta, Kota Gede, Borobudur, Solo, Surabaya, 
Malang, Makassar, Ternate, dan Buton. Selain itu juga akan ada beberapa peta 
hijau yang dibuat oleh kota-kota di luar negeri. 

Di pameran ini pengunjung akan dapat menyaksikan keunikan peta hijau di tiap 
wilayah, baik dari sisi batasan wilayah dan hal yang dipetakan, serta cara 
penyajian informasi pada peta agar mudah dimengerti oleh pengguna. 

11 - 25 Oktober 2009 
Sabtu – Minggu/ pk. 12.00 - 20.00 WIB. 
Senin – Jumat/ pk. 16.00 - 20.00 WIB 
Griya BPPI - Badan Pelestarian Pusaka Indonesia 
Jl. Veteran I No. 27
Jakarta Pusat (dekat Es Krim Ragusa) 

  
Diskusi: Kaitan situ dan krisis air di Jakarta 

Dalam beberapa tahun terakhir,  Jakarta selalu dilanda banjir saat musim hujan. 
Namun menurut data, semakin tahun air tanah di Jakarta semakin berkurang. 
Kejanggalan apakah yang sesungguhnya tengah terjadi? Mengapa di saat musim 
hujan kita kelebihan air, dan di saat musim kemarau kita justru kekurangan air? 
Apa yang harus dilakukan oleh warga Jakarta untuk mengatasi ancaman krisis air 
di masa depan? Lalu, adakah kaitan peran situ dengan pengendalian banjir dan 
penyediaan air bersih di Jakarta? 

Sabtu, 24 Oktober 2009/ pk. 13.00 – 16.00WIB 
Newseum Cafe, Jl. Veteran I, Jakarta Pusat
(dekat Es Krim Ragusa) 

Pembicara: 
Fatchy Muhammad – Masyarakat Air Indonesia 
Heri Syaefudin – Pegiat Konservasi Situ Pengasinan 
Ady Kristanto – Pegiat Peta Hijau Situ 

Moderator: Shanty Syahril– Pegiat Peta Hijau Jakarta 

  

Workshop Membuat Peta Hijau 

Membuat peta hijau merupakan hal yang mudah. Semua orang bisa melakukan, 
termasuk anak-anak. Semua hal yang menarik di sekitar kita bisa dipetakan 
dengan menggunakan peta hijau. Namun apa yang membedakan peta hijau dengan 
peta-peta pada umumnya, serta langkah-langkah apa yang perlu dilakukan untuk 
membuat peta hijau akan dipaparkan di workshop ini. 

Pada acara ini, peserta akan diajak untuk menyusuri kawasan di sekitar Jl. 
Veteran I, sebagai uji coba untuk mengalami sendiri proses membuat peta hijau. 
 
Minggu, 25 Oktober 2009/ pk.09.00 – 12.00 WIB 
Newseum Cafe,  Jl. Veteran I, JakartaPusat (dekat Es Krim Ragusa) 
Narasumber: Nirwono Yoga -  Koord. Peta Hijau Jakarta 

  

Semua acara Gratis dan terbuka untuk umum! 

Green Tips: 
Bawa botol minum/tumbler untuk kurangi sampah plastik air kemasan. Tersedia 
minuman galon untuk isi ulang. 

Ke lokasi acara dengan busway, bis umum atau KRL, untuk mengurangi emisi dan 
kemacetan. (rute terlampir) 

Informasi lebih lanjut silakan hubungi: 
Awang  : 0818986022  ([email protected] )

Peta Hijau adalah peta yang dibuat dengan mengusung partisipasi masyarakat 
lokal dalam memetakan potensi alam dan budaya suatu wilayah, bisa di daerah 
perumahan, sekolah, pasar, perkampungan, dsb. Hal dipetakan bisa bersifat 
sangat umum, hingga spesifik
seperti peta sepeda atau peta situ. Proses pemetaan bisa dilakukan oleh siapa
saja, namun bukan oleh individu, dan tidak diperlukan keahlian khusus. 

  
Bagi yang berminat berburu harta karun, menguak berbagai pesona Jakarta yang 
tersembunyi, Komunitas Peta Hijau Jakarta mengundang Anda untuk bergabung 
menjadi relawan! 

  
Peta Hijau - Green Map Jakarta 
Telp: +62 21 68465892 
Email: petahijaujakarta@ yahoo.com 
Mailinglist:[email protected] 
Facebook: Green Map Jakarta 

  

 
Rute ke Veteran 1: 
a. Naik TransJakarta:

Jurusan Blok M – Kota, turun di Harmoni kemudian berganti Jurusan Harmoni– Pulo 
Gadung, turun di Halte Juanda kemudian berjalan ke arah selatan sekitar 50 m. 

Jurusan Pulo Gadung – Harmoni, turun di Halte Juanda kemudian berjalan ke arah 
selatan sekitar 50 m. 

b. Naik KRL: 
Naik KRL ke arah Jakarta Kota, turun di Stasiun Juanda,
kemudian berjalan ke arah selatan menyebrang melewati Jalan Veteran Raya
sekitar 100 m. 

c. Naik Bis umum: 
Kopaja 20 ( Lebak Bulus – Senen), turun sebelum Masjid Istiqlal kemudian 
berjalan ke arah utara sekitar 50 m. 

Metromini 15 (Setiabudi – Senen), turun sebelum
Masjid Istiqlal kemudian berjalan ke arah utara sekitar 50 m. 

Bis apa saja yang melewati Stasiun Gambir, turun sebelum
Masjid Istiqlal kemudian berjalan ke arah utara sekitar 50 m. 




Kirim email ke