Dear All,

Membaca catper rekan2 semua mengenai Sempu, pada kesempatan ke Malang minggu 
lalu saya & anak-anak menyempatkan diri ke Sempu.

Setelah tanya sana-sini mengenai arah perjalanan ke Sempu, juga biaya2 (yang 
cukup mahal kalau kita cuma ber 3), maka jadilah kami tetap ke Sempu.....

Dengan mobil sewa kami ke Sendang Biru (+/- 65 km di selatan Malang atau 38 km 
dari Turen).....
Pemandangan lembah dan gunung...........Subhanallah.........cantiknya.

Tiba di perkampungan nelayan Sendang Biru (yang semula saya kira cuma 
danau/sendang kecil, ternyata kampung nelayan), sambil menunggu proses 
perijinan kunjungan (bayar Rp. 10.000,-.) kami melihat pembuatan kapal kayu 
penangkap ikan..............

Membaca surat pernyataan yang dikeluarkan oleh yang berwenang, kamipun merasa 
senang dan antusias untuk melihat Segaraanakan yang pastinya cuantik alamiah, 
bersih & aman, karena, kita tidak boleh membuang sampah sebarangan ataupun 
membawa senpi/sajam.

Sendang Biru memberikan kesan tersendiri, desa nelayan yang tenang & damai, 
dipagari oleh puluhan kapal kayu berwarna-warni, dan dihuni oleh para nelayan 
yang baru saya pulang dari melaut, menangkap ikan.

Perahu sewaan kami pun siap dan kamipun meluncur ke pulau Sempu.
Perahu berhenti di salah satu pantai yang dipenuhi oleh terumbu yang 
mati.............sayang sekali.
(Sewa perahu Rp. 100.000,-. & pemandu Rp. 75.000,-., biasanya dipakai oleh 10 - 
15 orang pengunjung) 

Disisi tempat kami berhenti, ada serumpun hutan bakau yang menghijau......wah 
bagus nih.........tapi di pintu masuk ke hutan pulau Sempu, hati ini mulai 
miris, melihat tumpukan kemasan air mineral.......

1.5 jam jalan di tengah hutan, turun, naik, tersandung akar2, dengar dan lihat 
gerakan satwa (kebanyakan monyet) tapi tetap ceria....
hanya sesekali terdengar omelan anak-anak, kog banyak plastik bu.........apa 
pengunjung sebelumnya gak dapet surat kaya kita ??

Perjalanan 1.5 jam itu bener-bener di hadiahi pemandangan alam Segaraanakan 
yang cantiiiik banget.
(Mohon koreksi kalau ada yang tau persis ; apakah Segaraanakan ini adalah 
sebuah laguna yang tertutup karang tepat di pintunya ?)

Pasir putihnya, biru dan dingin airnya.................
But again.................tumpukan kemasan air mineral, tabung gas kecil, 
kaleng2 dan botol2 minuman, juga sampah2 lain, membuat mata sepet...

Menurut pemandu kami, diadakan pembersihan 3 atau 6 bulan sekali, oleh jagawana 
& penduduk desa.

Setelah puas bermain di Segaraanakan, kembalilah kami ke hutan bakau..... gak 
terasa jamannya cuma 30 menit saja......
Dijemput Pak Samadi nakhoda perahu, kembalilah kami ke Sendang Biru......

Kesan anak-anak ; 
Tempat ini bagus bu, kalau di Bali, udah dibangun vila2, dan masyarakat gak 
bisa menikmatinya.
Tapi kalau kebersihan pulau Sempu benar-benar bisa dijaga, menumbuhkan rasa 
cinta kebersihan dengan cara membawa keluar semua sampah yang dihasilkan oleh 
pengunjung itu sendiri, tidak perlu ada gerakan kebersihan penduduk & jagawana. 
Apalagi kalau di Segaraanakan dan disekeliling Pulau Sempu bisa ditanami coral 
warna warni dan ikan-ikan hias........
Tidak dipungkiri akan memberikan nilai tambah bagi pulau Sempu.

Aku gak bisa jawab, cuma bisa merasa trenyuh saja................Hiiiiiks

Bali, 11 Nov 2009




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke