Setuju menyimak pendapat rekan-rekan....Terbang dengan airline apa pun di 
negeri ini perlu antisipasi 'n bersiap DELAY. Pun sebuah maskapai sekelas 
Garuda pun tidak akan berani kasih jaminan 100% tepat waktu. Siapkan second 
plan kalau terjadi delay. Delay bagi airline di negeri ini sudah dianggap 
biasa. Berharap para penumpang pun juga menyikapi sebagai hal yang biasa, 
sebaliknya bukan yang luar biasa.

Setuju...umumnya peluang delay lebih banya last flight. Tuk first flight 
yang pagi dimana pesawat nginap, jarang delay. Tapi bukan berarti tidak 
pernah delay. Saya pernah ngalami delay dengan pesawat pagi Lion Air ke 
Banjarmasin, rencana take off Pk 6.15. Pesawat sudah taxy ke landas pacu, 
pramugari sudah mengumumkan bersiap take off....eee....rupanya pesawat putar 
arah balik lagi ke terminal. Setelah berhenti di terminal di umumkan pesawat 
ada trouble dan delay menunggu pesawat dari Padang. Penumpang 
menggrutu.....Tapi tuk saya pribadi malah bersyukur...Ketimbang enggine 
trouble ketahuan saat pesawat take off, khan lebih bahaya. Masih beruntung 
masih taxi.

Memanfaat executive lounge adalah pilihan bagus. Suasana jauh lebih oke 
ketimbang di luar execuive lounge. Selain bisa nikmati santap pagi, free 
drink, juga bisa istirahat santai. Apalagi kalau ngalami delay. Saya pernah 
delay hampir 3 jam di Banjarmasin last flight. Waktu itu nunggu di executive 
lounge. Oke juga...Ngga bete. Sambil nunggu ngga takut kelaperan. Banyak 
snack yang bisa kita nikmati. Pun sudah lewat jam kerja executive lounge, 
berhubung pesawat delay, mereka tetap buka sampai nunggu penumpang boarding.

Kalau anda punya kartu kredit periksa kembali apakah punya fasilitas free 
executive lounge. Kalau dulu pemegang Gold bisa nikmati gratis Tapi sekarang 
berhubung Gold sudah banyak, yang bisa free adalah pemegang Platinum. Yang 
Gold bisa diberikan semi gratis, yaitu potong point. Atau payment sekitar 50 
rb. Atau saat mendapat tawaran kartu kredit bisa menanyakan lebih dulu 
apakah yang ditawarkan punya fasilitas executive lounge di bandara.

Satu lagi.... periksa kembali fasilitas dari kartu kredit, apakah pembelian 
tiket menggunakan kartu kredit tersebut mendapat fasilitas yang namanya 
"Asuransi Ketidaknyamanan". Tanpa premi. Biasanya pemegang Gold ke atas. 
Asuransi ketidaknyamanan adalah fasilitas yang bisa dimanfaatkan penumpang 
apabila pesawat delay lebih dari 4 jam. Dengan syarat pembelian tiket 
menggunakan kartu kredit tersebut. Ada bukti....Fasilitas tersebut, tuk 
kartu kredit yang saya pegang, ada batas maksimal yaitu 250 rb. Misalnya 
pesawat delay lebih dari 4 jam, saya bisa belanja/beli makanan di dalam 
bandara tentunya, sambil menunggu delay dengan nilai maksimum 250 rb. 
Pembayaran tetap menggunakan KK tersebut, yang nantinya bisa di kredit 
kembali saat kita klaim ke penerbit KK.

Karenanya waktu delay, saya tenang-tenang aja. Kebetulan sich tidak ngejar 
waktu. Malah "berharap" delay bisa sampai 4 jam lebih....Pernah waktu delay 
saya langsung hitung waktu dari jam take off. Sudah ancang-ancang, begitu 
delay masuk ke jam 4, segera belanja apa saja di bandara yang bisa 
menggunakan kartu kredit dengan total maksimal 250 rb. "sayang" maksimal 
delay "hanya" 3 jam, jadi ngga bisa klaim dech.

Ada kasus nyata terhadap seorang penumpang. Dia tahu ada asuransi 
ketidaknyamanan. Terbang dengan Air Asia yang terkenal delay berjam-jam 
segera menggunakan kartu kredit tersebut. Benar saja...AA delay sampai 5 
jam. Dia langsung belanja. Cuma dasar aji mumpung, dia belanja macem-macem, 
beli baju, parfum, yang total belanja saat itu hampir satu juga. Dia ngga 
sadar kalau ada batas maksimal yaitu 250 rb. Waktu klaim, pihak penerbit KK 
hanya mau bayar maksimal yaitu 250 rb, potong administrasi, total yang 
diberikan menjadi 227.000. Lainnya pihak KK ngga mau bayar meski dokumen 
lengkap. Ketahuan kalau serakah...he...he....Pihak KK sempat berseloroh, 
masa waktu delay beli parfum 2 botol, beli kemeja, itu mah ketahuan coba 
ngakali fasilitas. Kalau beli rokok satu slof isi 10 bungkus masih mending 
dan bisa diklaim...Lah kalau beli parfum sampai 2 botol selama, untuk apa 
ya?. Memangnya mau mandi parfum apa selama delay....ha...ha....

Saya bisa cerita begini karena kebetulan kerja di Bank, yang punya juga 
menerbitkan kartu kredit, punya unit kerja kartu kredit. Kebetulan yang coba 
memanfaatkan adalah karyawan kami juga yang pegang kartu kredit dari bank 
kami. Dia pikir waktu klaim sama-sama orang interen sendiri. Pasti di 
kabulkan. Padahal tidak. Ya apes lah dia tetap ditagih tuk pembelian parfum 
yang sebenarnya tidak perlu, hanya ingin manfaatin fasilitas aja.....

Adolf

Kirim email ke