Coba untuk jawab ya.

1. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk naik dan turun Gunung Sibayak ?

naik dan turun selama 3 jam mulai dari post pendakian. di mana pos tersebut 
juga pemberhentian terakhir dari angkot/bemo yang menuju jurusan gunung 
sibayak. Bayar di post itu, mungkin sekitar 3000 rupiah sebagai fee-nya cuman 
saya kurang tau pasti. lupa. tapi yang jelas tidak sampai puluhan ribu. kalo mo 
beli sesuatu dan makan2 bisa di post tersebut yang juga merangkap sebagai 
warung dan juga terminal2 angkot. Anda bisa sewa angkot untuk ke atas di mana 
start jalan setapak di mulai. mungkin bisa membayar dengan 25-50rb unuk satu 
angkot. lumayan kan kalo orangnya bayak. yach akan menghemat waktu lah.


2. Apakah trail/jalur pendakian Gunung Sibayak ini jelas  , dalam artian kita 
ga perlu guide untuk naik ke sini

jelas sekali. tanpa guide bisa. Saya kesana berdua saja. selama perjalanan ke 
atas, di atas, dan juga turun (saya ambil trek yang berbeda padahal tidak tau 
arah sebelumnya) tidak bertemu seorang pun. Kebetulan saya menginap di wisma 
sibayak dekat dengan terminal berastagi. dan di sana saya mendapatkan peta ala 
kadarnya yang skalanya tidak ada. kebetulan yang punya dan yang jaga wisma itu 
cukup menyenangkan dan membantu sekali. Dia juga yang mengatakan kepada saya 
kalau saya bisa mengambil rute turun berbeda, yang lumayan curam dan cukup 
sangat melelahkan karena kaki kita harus menumpu tubuh tiap kali melangkahkan 
kaki turun setapak. hehehe... saya bukan anak gunung. maklumlah.
Kalau tidak punya peta yang saya maksud di atas, ancang2nya kalau kita sampai 
di kawah, jalan ke kanan kalau kita mau ke puncak tertinggi gunung sibayak di 
mana ada seismograf dan ada menara gitu. Nah kalo kita berada di samping kanan 
sebelum menuju puncak itu, akan keliatan kota berastagi (posisi badan menghadap 
ke arah kota: jam 12). coba liat sebelah kanan sedikit ke  arah jam 1 (dari 
posisi jam 12) . Nah itu ada jalan setapak yang cukup curam. tak perlu takut 
nyasar karena terlihat bekas jejak manusia. kalau jejaknya hilang, cari aja 
sampah di sepanjang jalan. itu tandanya, anda masih berada di jalur yang benar.

Akhir dari trek turun itu adalah anda akan menemukan PTLU milik Pertamina. Dari 
situ, ada warung kalo mo beli sesuatu. Kalau mau ke arah kota, ambil jalan ke 
kiri ikuti jalan aspal. nanti akan melewati daerah yang menawarkan tempat 
pemandian umum air panas 5-10rb. boleh nih bersantai dulu sebelum kembali ke 
kota berastagi. biaya murah. Setelah itu, baru deh cari angkot yang kadang2 
nyari penumpang. Namun sebenarnya terminalnya sedikit jauh dari tempat 
pemandian itu (terminalnya berbeda dengan terminal/pemberhentian terakhir 
pendakian awal). Kalau dari PLTU itu kita jalan ke kanan, akan kembali ke 
pertigaan (jalan T) alur awal pendakian naik (belok kanan), ke pos pendakian 
(belok kiri).


3. Selain Gunung Sibayak, saya juga berencana ke Air Terjun Sipiso2, apakah ada 
angkutan umum dari Brastagi menuju kesini ?
Ada kok angkutan umumnya tapi yach harus ganti ganti gitu. Tanya aja langsung 
ke abangnya. Ntar akan di arahkan kok. Kalao ga' salah akan naik angkot 2x deh. 
:D dari beratagi kita naik angkot ke kabanjahe, lalu dari kabanjahe ambil 
angkot yang ke jurusan sipiso piso.  Dari kabanjahe sekitar 24 km dan sekitar 
300m dari jalan utama.
Eh, jangan lupa maen ke dokan atau lingga. kita bisa melihat rumah adat batak 
yang udah berumur ratusan tahun masih kokoh berdiri. salah satu tempat itu udah 
cukup kok coz sama aja. cuman (lupa yg mana) salah satunya masih alami banget 
tanpa dicat dan atap rumah yang sampai bertumbuh tanaman paku dan berlumut. 
seru... masuknya pake donasi seikhlasnya. Yach, atau kalo engga' kita diminta 
untuk membeli salah satu kerajinan yang katanya asli buatan orang lokal (dengan 
embel embel: untuk membantu perekonomian orang lokal).


ps: angkot disebut opelet di sana.


  
Salam,
Leah



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke