halo juga bpk rheza...
1. Penanganan asma tidak seperti trauma pada umumnya karena tergantung
sekali pada obat-obatan/medikamentosa. Seharusnya penderita selalu
membawa obat tersebut, karena penyakitnya biasanya sudah kambuhan
sejak kecil (kronis). Tetapi prinsip ABC tetap harus diperhatikan bila
menemukan kasus tersebut di lapangan. Penanganan selanjutnya (sebelum
ada medikamentosa) :
- Dudukkan penderita sehingga isi perut tidak akan menekan diafragma
yang nantinya akan menambah effort penderita untuk bernapas.
- Bila penderita panik, tenangkan penderita dan anjurkan penderita
untuk bernapas teratur dan ekspirasi menggunakan mulut
- Hindari kerumunan orang/massa karena kerumunan akan meningkatkan CO2
dan mengurangi O2 yang ada di sekitar penderita.
- Berikan medikamentosa (biasanya berupa spray/inhaler) SECARA TEPAT.
Biasanya penderita sudah mengetahui caranya, kalau belum mudah-mudahan
saya masih bisa nemuin gambarnya cara memberikan inhaler yang tepat.
- Evakuasi ke rumah sakit terdekat segera....
2. Penanganan tersedak boleh apa saja (abdominal thrust/chest
compression) dan bisa dilakukan baik pada orang sadar/tidak sadar.
Cara-cara tersebut tentunya punya beberapa kelebihan dan kekurangan :
- Abdominal thrust : kekurangannya adalah dapat menyebabkan muntah
kemudian aspirasi ke saluran napas yang malahan memperberat sesaknya.
Selain itu juga kurang baik untuk anak-anak/bayi karena dapat
mengakibatkan robek/ruptur diafragma serta cedera pada saluran makan.
- Chest compression : komplikasinya sama seperti CPR (fraktur tulang
dada/iga, memar/kontusio jantung). Ditambah dengan kemungkinan
terjadinya gangguan irama jantung, tentunya saya kurang menyukai cara
ini sebagai penanganan tersedak.
- Penanganan yang kurang invasif tapi terbukti secara ilmiah lebih
efektif adalah dengan menampar/memukul punggung di antara tulang
belikat (tepat pada tulang belakang). Dari jurnal (maaf lupa judul dan
tahunnya) ternyata pukulan tersebut menghasilkan tekanan paling besar
di dalam rongga dada yang akan mendorong benda asing keluar.
Komplikasinya : paling panas aja di punggung orang itu heheheh....
kecuali mukulnya pake balok, tapi itu dilarang....hehehe
- Cara-cara tersebut di atas HANYA efektif untuk benda asing yang
masih terbatas di saluran napas atas (mulut/hidung - laring, ditandai
oleh suara mengorok), untuk saluran napas bawah (laring-bronkiolus,
ditandai oleh suara mengi) harus menggunakan bronkoskopi di rumah
sakit besar.
Mudah-mudahan terbantu.....
drtjokro
"Defibrilator hanya untuk jantung dengan gangguan listrik, bukan
jantung tanpa aktifitas listrik" (Films that lied to us)
--- In [email protected], Rheza Agustanto
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> hallo salam kenal ! saya anggota PMR di denpasar,saya ingin
menanyakan bagaimanakah penanganan asma yang paling tepat dan efisien?
Disitus indofistaid saya menemukan kontrofersi mengenai Heimlich
Maneuver,sebenarnya tehnik ini digunakan saat keadaan orang sadar atau
tidak? lalu pada saat melakukan CPR dimanakah posisi pemijatan jantung
yang benar apakah dua jari diatas pertemuan tulang dada atau dibawah
pertemuan tulang dada? maaf jika terlalu panjang , tolong dijawab demi
keamanan penyelamatan...
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give the gift of life to a sick child.
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/3iazvD/6WnJAA/xGEGAA/5HyolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
=================
http://indofirstaid.com/milis
Pengiriman pesan ke milis bisa melalui [email protected]
http://indofirstaid.com/forum
Forum diskusi komunitas indofirstaid terbuka buat siapa saja
http://www.webterbaik.com/?komentar=90#isi
Beri Komentar buat situs indofirstaid.com sebagai webterbaik
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/indofirstaid/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/