Masalah orang hilang terkait konflik bersenjata dan dampaknya menjadi perhatian khusus Komite Palang Merah Internasional (ICRC) dan Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (Federasi), menjelang Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah se-dunia, Minggu (8/5).
"Peringatan Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah se-dunia merupakan saat yang tepat untuk mengkonfirmasikan kembali agenda aksi kemanusiaan yang telah berjalan selama ini,"demikian pesan tertulis bersama Presiden ICRC, Jakob Kellenberger dan Presiden Federasi, Juan Manuel Suarez del Toro, Sabtu.
Selain orang hilang, ICRC dan Federasi juga mengingatkan kembali tentang nyawa manusia yang harus dibayar akibat mudahnya akses terhadap senjata dan penyalahgunaannya; mengurangi risiko dan akibat terjadinya berbagai bencana; serta mengurangi stigma, diskriminasi yang dihadapi oleh orang-orang yang hidup dengan penyakit HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya.
Sementara itu tahun 2005, dimulai dengan kenyataan pahit berupa hilangnya kehidupan akibat tsunami yang menyerang berbagai negara di sekitar Lautan Hindia.
"Perhimpunan-perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di negara-negara tersebut segera memobilisasi bantuan bagi para korban, didukung oleh seluruh perhimpunan nasional lainnya di seluruh dunia, Federasi dan ICRC," kata mereka.
Respon tersebut menunjukkan kekuatan dan potensi jaringan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, peran penting para relawan yang kegiatan-kegiatannya telah menyelamatkan banyak jiwa, serta membawa keteduhan bagi orang-orang yang telah kehilangan keluarga dan handai taulannya dalam bencana tersebut.
"Kami dengan bangga memperingati komitmen individu dari tiap-tiap relawan dimana saja mereka berada hari Palang Merah ini. Keberanian para relawan dan dedikasi mereka merupakan ekspresi kemajuan dari komitmen gerakan kami dalam rangka 'Melindungi Martabat Manusia', sebuah tema yang dipetik dari Konferensi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang paling akhir dilaksanakan (2003), berdasarkan Agenda Aksi Kemanusiaan kami yang sedang berjalan," tambah mereka.
Mereka mengingatkan pentingnya pengakuan pemerintahan-pemerintahan negara di dunia akan pentingnya aksi kemanusiaan yang netral dan independen serta penghormatan terhadap hukum humaniter internasional.
"Pengakuan dan penghormatan tersebut, bersama dengan ketujuh Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, menjamin kemandirian kami dan merupakan dasar dari kelanjutan misi kami untuk melindungi martabat manusia," kata mereka.
Krisis Darfur merupakan salah satu daerah operasi kemanusiaan terbesar ICRC bersama Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Federasi dan berbagai perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di dunia tengah mendukung Perhimpunan Nasional Bulan Sabit Merah Sudan dan ICRC dalam upaya mereka untuk menyediakan bantuan dan perlindungan terhadap orang-orang yang hidupnya terancam oleh kekerasan dan ketakutan.(Ant/Ol-1)
http://www.media-indonesia.com/
Do you Yahoo!?
Make Yahoo! your home page
Kirimkan pesan [email protected]
=======================================
Donasikan dana anda ke IndoFirstAid
Bank BNI cab UGM Yogya 0038436942 A/n. Yudhistira O.
Informasi donatur bisa dilihat di situs
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/indofirstaid/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

