kalau saya pikir semua orang akan terlatih kalau dia
sering melakukannya. kadang pelatihan hanya sekadar
pelatihan tanpa aplikasi yg jelas. orang dokter aja
bisa lupa kalow udah lama gak praktek, hehehehe

satu lagi dunia medis sangatlah dinamis, kadang dalam
setahun penatalaksaanaan bisa berubah2. oleh karena
itu sangat perlu untuk selalu mengikuti
perkembangan-perkembangan yang ada dalam dunia
kegawat-daruratan

berkembangnya perusahaan-perusahan pelatihan dalam
dunia kegawatdaruratan sangat lah baik, sayang
biasanya biayanya cukup mahal.. namun beginilah
keadaannya.

PMI sebagai lembaga terbesar dalam dunia ini sangatlah
baik, namun mungkin harus lebih banyak di Update lagi
kurikulumnya. dan saya yakin PMI punya banyak sekali
dana untuk melakukan pelatihan2 kegawat daruratan yg
tidak memungut biaya. sistem Voluntary base ini sangat
lah baik terutaman kalau di dukung dengan dana yg
kuat. 

saya selalu bilang bahwa kecelakaan bisa terjadi di
mana saja, kapan saja dan menimpa siapa saja.
mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam
penanganan kegawatdaruratan sangat lah positive
terutama untuk menolong diri sendiri atau orang
sekitar ketika terjadi sesuatu. kita tidak pernah
mengharapkan sesuatu terjadi menimpa, namun akan
sangat menyesal bila ada sesuatu yg seharusnya bisa
kita tolong tidak bisa kita tolong karena kita tidak
tau.

JACK
--- lelita sari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Halo teman-teman,
> apa yang disampaikan oleh Mas agung adalah sangat
> benar, karena saya sudah sejak tahun 1993 mengikuti
> perkembangan pelatihan-pelatihan P3K yang
> diselenggarakan disekolah, di pecinta alam,
> rata-rata pengetahuan dan ketrampilan yang
> disampaikan sudah out of date.
> Kebanyakan lagi para anggota PMR dan KSR dilatih
> oleh pelatihnya bukan untuk menolong tapi untuk
> mengikuti dan memenangkan lomba. Hasilnya pada saat
> dihadapkan pada kasus yang sesungguhnya kebanyakan
> tidak percaya diri untuk melakukan tindakan
> pertolongan pertama.
> banyak hal-hal yang salah kaprah diajarkan oleh para
> pelatih, misalanya menolong orang pingsan. Diajarkan
> harus dibawa ketempat teduh, pakaian yang mengikat
> dilonggarkan, diberi minum dan di beri wangi-wangian
> atau amoniak..
> Pingsan adalah mekanisme alamiah tubuh untuk
> mengalirkan darah yang  terkumpul di tungkai untuk
> dialirkan kembali ke otak. Pertolongan pertama yang
> tepat adalah tinggikan tungkai dan kipasi, jangan
> dikerumuni. Melepas pakaian yang mengikat, secara
> logika orang pakai ikat pinggang kan nggak sampai
> kesesakan, pakai dasi juga nggak mencekik, pakai BH
> kan juga gak kenceng-kenceng. Jadi ngapain harus
> dibuka-buka ? Wangi-wangian hanya digunakan untuk
> mengetahui alias mengetes apakah orang tersebut
> sudah sadar atau belum, bukan untuk menyadarkan. Lha
> kalau orangnya koma mau dikasih wangi-wangian
> sebotol juga nggak akan sadar. Minum hanya boleh
> diberikan pada orang yang sadar penuh, karena
> dikhawatirkan pada orang yang setengah sadar minum
> akan masuk kesaluran pernapasan. Ini yang banyak
> terjadi pada kasus-kasus kecelakaan lalu lintas,
> terjadi KP3 (kecelakaan pada pertolongan pertama)
> Banyak sekali hal-hal yang harus diluruskan, oleh
> karena itu pensosialisasian (?) yang baik sangatlah
> diperlukan.
> Untuk para anggota pecinta alam, biasanya materi
> pertolongan pertama di dalam pendidikan dasar mereka
> hanya diberikan dalam hitungan sejam dua jam. Untuk
> sekedar pengetahuan it's oke, tapi untuk bisa sampai
>  melakukan tindakan pertolongan pertama dibutuhkan
> suatu latihan yang panjang dan rutin. Karena untuk
> bisa memutuskan tindakan apa yang harus dilakukan
> pada seseorang yang cedera apalagi di tempat yang
> terpencil (mis:gunung) dibutuhkan pengetahuan dan
> skill yang prima. 
> Oke saya rasa itu tambahan dari saya..
> Itu artinya kita harus lebih giat belajar dan
> berlatih dan menyebarluaskan pertolongan pertama ini
> di masyarakat.
> salam
> Lita
> 
> Agung Sarono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Kawan-kawan:
> Untuk masalah P3k atau PP atau PPGD sebenarnya
> hanyalah masalah istilah... Di masyarakat awam yang
> paling umum ya P3K, kalau anda bilang anda terlatih
> first aid atau PP atau PPGD, mereka akan mengerutkan
> dahi...
> Yang penting adalah bagaimana sebenarnya hal itu
> dilakukan...
> Selama ini pelatihan dari beberapa provider
> (khususnya yang menggunakan buku MFR sebagai acuan
> dasar) sering melatih peserta menangani kedaruratan
> dengan level sebagai first responder yang sebenarnya
> tidak tepat... Contoh, menangani orang dengan cedera
> kepala dan tulang belakang, sering mereka diajarkan
> mengangkat dengan menggunaka alat / tandu yang
> khusus (seperti spinal board) padahal alat tersebut
> tidak ada di masyarakat... dan mengangkat pada kasus
> cedera tulang belakang tidaklah wajib (istilahnya
> 'nice to know' bukan 'must know' atau 'should know')
> Seorang first aider adalah orang yang dilatih untuk
> melakukan pertolongan pertama dengan menggunakan
> alat seadanya, kalau ada alat ya bagus, tetapi kalau
> tidak? Ya harus menggunakan apa saja yang ada! 
> Nah inilah yang kadang masih belum dimengerti oleh
> para instruktur first aid, mereka menggunakan teknik
> medis untuk awam, akhirnya ya jaka sembung mbawa
> gitar... Nggak nyambung jreng!...
> Untuk pertolongan pertama yang diajarkan di sekolah
> sebagai ekstrakurikuler sering sudah out of date!
> Contoh menangani gigitan binatang berbisa dengan
> mengikat torniket, padahal ini sudah tidak
> disarankan lagi! Jadi nampaknya para praktisi
> kedaruratan pra rumah sakit sudah saatnya menentukan
> tingkatan untuk awam (FA) dan awam terlatih (MFR);
> atau paramedis.
> Ada yang mau nambahin?
> AS
> 
> nurul muafidah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Salam hormat,
> Apa yang anda tanyakan sebenarnya bukanlah
> pertanyaan yang wajar. Apakah anda pernah
> mempelajari P3K di sekolah ? mungkin di SMU atau di
> SMP ? di SMU dan SMP terdapat ekstrakurikuler yg
> menekuni dan belajar mengenai P3K. tidak harus
> memiliki background medis seperti dokter atau
> perawat. dan tidak harus menempuh pendidikan sebagai
> dokter atau perawat. tapi pendidikan tersebut memang
> harus dipelajari dan memahami P3K.
> Mungkin dengan mengikuti pendidikan di PMI pasti
> akan dipelajari P3K. tapi yang sering saya dapatkan
> di internet. selalu ada pelatihan mengenai P3K.
> Perlu saudara ketahuai bahwa P3K sudah tidak
> digunakan lagi dalam pertolongan pertama. karena di
> dalamnya terdapat permasalahan dan kekurangan dalam
> materi maupun pelaksanaan di lapangan. sekarang
> telah direvisi dan diperbaiki menjadi Pertolongan
> Pertama (PP). Saudara dapat browsing di website
> Palang Merah Indonesia.
> Apalagi sekarang banyak sekali pelatihan yang
> pesertanya memiliki latar belakang pendidikan medis.
> terima kasih
> lelita sari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Sejawat yang terhormat,
> untuk pertolongan pertama sebaiknya tetap dilakukan
> pelatihan. Karena P3K adalah ketrampilan yang sulit
> jika dipelajari hanya melalui membaca atau melihat
> filmnya. Kecuali anda memiliki basic atau latar
> belakang medis tentu tidak akan terlalu sulit
> mengaplikasikan apa yang anda baca atau lihat dalam
> tindakan nyata.
> Pelatihan bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan
> instansi lain yang memang memiliki kualifikasi untuk
> melakukan pelatihan pertolongan pertama.
> Jika anda berminat saya bisa membantu.
> Terima kasih
> Salam
> Lelita
> 
> Þµjåñggåmåñî$ <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Kepada rekan rekan....
> 
> Baru baru ini saya membentuk tim kesiapsiagaan dan
> tanggap darurat 
> untuk perusahaan saya bekerja,dalam hal tanggap
> kebakaran...saya 
> berbagi cara penanggulangan kebakaran dllnya namu
> untuk hal P3K dan 
> penanganan kondisi darurat huruhara saya kurang
> mengereti....
> mohon pencerahan dimana saya dapatkan tip tip atau
> informasi melakukan 
> P3K dan penanganan darurat huru hara tanpa harus
> ikut pelatihan ( 
> mungkin dalam bentuk gambar seperti komik atau
> lainnya )
> 
> terima kasih.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 25 Juni 2005: 2 Tahun IndoFirstAid.com
> =======================================
> Donaatur IndoFirstAid
> Bank BNI cab UGM Yogya 0038436942 A/n. Yudhistira O.
> 
> Kirimkan pesan melalui [email protected] 
> 
> 
> 
> 
> (Anytime anywhere We are ready to help) 
> Click: http://asarono.tripod.com
> 
> 
> ---------------------------------
> Discover Yahoo!
> Have fun online with music videos, cool games, IM &
> more. Check it out! 
> 
> 25 Juni 2005: 2 Tahun IndoFirstAid.com
> =======================================
> Donaatur IndoFirstAid
> Bank BNI cab UGM Yogya 0038436942 A/n. Yudhistira O.
> 
> Kirimkan pesan melalui [email protected] 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
> 
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/indofirstaid/
>   
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>   
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the
> Yahoo! 
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 





25 Juni 2005: 2 Tahun IndoFirstAid.com
=======================================
Donaatur IndoFirstAid
Bank BNI cab UGM Yogya 0038436942 A/n. Yudhistira O. 
Kirimkan pesan melalui [email protected] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indofirstaid/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke