MEKANISME CEDERA: KINETIKA TRAUMA Terjemahan Bebas oleh Agung SARONO Pendahuluan Mekanisme cedera mengacu pada bagaimana proses orang mengalami cedera. Cedera mungkin disebabkan oleh kecelakaan kendaraan bermotor, jatuh, tembakan dan sebagainya. Kemampuan menganalisa mekanisme cedera akan membantu anda memperkirakan keadaan dan tingkatan dari cedera sebagai dasar prioritas keputusan anda untuk melakukan pengkajian lanjutan, penanganan kegawat daruratan dan transportasi. Kinetika Trauma Trauma sebagian besar disebabkan oleh hasil benturan dua obyek atau tubuh dengan yang lainnya. Kinetis, adalah cabang dari ilmu mekanika mengenai pergerakan dari suatu benda atau badan. Jadi mengerti akan proses kinetis sangat membantu dalam memahami mekanisme cedera dan trauma. Seberapa parah cedera seseorang tergantung pada kekuatan dan dengan benda apa dia berbenturan atau sesuatu yang membenturnya. Kekuatan ini tergantung pada energi yang ada pada benda atau tubuh yang bergerak. Energi yang terdapat pada tubuh yang bergerak disebut sebagai energi kinetis. Massa dan Kecepatan Besarnya energi kinetis pada tubuh yang bergerak tergantung pada dua factor : Massa (berat) tubuh dan kecepatan tubuh. Energi kinetis dihitung dengan cara ini: Massa (berat dalam pounds), waktu kecepatan (speed in feet per second/ kecepatan dalam kaki perdetik) pangkat dua dibagi dua. Secara singkat rumusnya adalah : Energi Kinetis = (Massa x Kecepatan2)/2 Rumus ini mengilustrasikan bahwa bila massa benda yang bergerak adalah dua kali (double) lebih besar maka energi kinetis juga akan dua kali lebih besar. Anda bisa terluka dua kali lebih parah jika anda terkena 2 pound batu dibandingkan jika terkena 1 pound batu yang dilempar dengan kecepatan yang sama. Namun kecepatan ternyata merupakan factor yang lebih berpengaruh daripada massa. Misalkan anda terkena lemparan batu dengan kecepatan 1 kaki per detik, kemudian terkena lemparan batu dengan jarak 2 kaki perdetik. Batu yang dilempar 2 kaki perdetik tidak akan menyebabkan dua kali lebih parah daripada satu kaki perdetik, tapi empat kali lebih parah karena factor kecepatan yang dipangkatkan dua. Pemahaman tentang faktor kecepatan sangat penting dalam mengkaji biomekanika benturan kendaraan. Saat melakukan pengkajian awal, maka anda harus mampu melakukan perkiraan bagaimana proses cedera terjadi dan sejauh mana cedera tersebut mempengaruhi kondisi korban. Kemampuan dalam memperkirakan kecepatan kendaraan saat terjadi benturan juga penting dalam melakukan penentuan tingkat cedera yang terjadi. Seperti kita ketahui bahwa semakin tinggi kecepatan dalam benturan akan menyebabkan cedera yang yang lebih parah juga. (Juga perlu diingat bahwa energi kinetis dari dua benda/ tubuh yang berbenturan akan digabungkan: Dua kendaraan yang bertabrakan dengan kecepatan 30 km/jam akan memberikan pengaruh yang kuat sebagaimana kekuatan yang sama seperti satu mobil dengan kecepatan 60 km/jam menabrak pohon). Pemahaman tentang kecepatan akan membantu dalam mengkaji keparahan luka tembak dan luka tusuk. Besarnya kerusakan luka tembak bukan karena beratnya peluru tapi dari tingginya kecepatan lesat peluru. Luka tembak memiliki potensi kerusakan yang lebih besardari pada luka tusuk (ingat tergantung juga dari organ atau struktur mana yang terkena). Walaupun peluru lebih kecil dan ringan dari pada pisau, tetapi kecepatan lesat dari laras senapan jauh lebih tinggi daripada pisau yang digerakkan oleh tangan manusia. Akselerasi dan Deselerasi Hukum inersia, yang merupakan salah satu hukum pergerakan yang ditemukan oleh Sir Isaac Newton memiliki prinsip sebagai berikut: Tubuh yang diam akan tetap diam, dan tubuh yang bergerak akan tetap bergerak, kecuali ada kekuatan dari luar mempengaruhinya. Seseorang yang tertabrak mobil dan terlempar beberapa yards oleh suatu ledakan adalah contoh bagaimana tubuh yang diam mengalami pergerakan karena adanya kekuatan dari luar. Sebaliknya, orang yang jatuh di trotoar dan mobil yang menabrak pembatas jalan adalah contoh bagaimana tubuh yang bergerak dihentikan oleh suatu kekuatan dari luar. Percepatan dimana tubuh bergerak menjadi semakin cepat disebut akselerasi. Percepatan dimana tubuh bergerak menjadi lebih lambat disebut deselerasi. Pada saat berat (massa) dan kecepatan adalah faktor utama dalam menentukan kekuatan dari suatu impact, akselerasi dan deselerasi yang juga memegang peranan penting. Perubahan kecepatan (akselerasi atau deselerasi) menghasilkan lebih banyak kekuatan. Sebagai contoh, dua mobil denga berat yang sama bergerak dengan kecepatan yang sama akan mempunyai energi kinetis yang sama. Jika satu mobil berhenti dengan secara bertahap dan yang lain berhenti secara mendadak karena menabrak tiang telepon, maka mobil yang memiliki proses deselerasi lebih cepat dan menabrak tiang menghasilkan kekuatan yang lebih besar. Contoh yang lain, dua orang dengan ukuran dan berat yang sama naik mobil yang berbeda dengan kecepatan yang sama akan mempunyai energi kinetis yang sama. Anggaplah bahwa salah satu mulai bergerak secara bertahap dengan menekan pedal gasnya, dan yang lain bergerak cepat secara tiba-tiba karena ditabrak oleh traktor trailer dari belakang. Maka yang memiliki akselerasi yang yang lebih cepat dan mendadak (yang tertabrak dari belakang) akan mengalami pergerakan tubuh (dibawah leher) yang kasar; sehingga akan menimbulkan suatu kekuatan yang cukup untuk menyebabkan terjadinya cedera whiplash sedangkan yang bergerak secara perlahan tidak mengalami cedera sama sekali. Perubahan Bentuk Energi dan Arah Energi bergerak dalam suatu garis lurus hingga ia menemui atau dibelokkan oleh sesuatu dari luar. Jika suatu energi kinetis mengenai tubuh manusia, maka ia akan terus bergerak lurus tanpa gangguan maka cedera mungkin tidak akan terjadi. Namun pada kenyataannya, energi yang mengenai tubuh manusia akan menemui berbagai hambatan di dalam tubuh manusia. Hambatan dapat berupa cekungan di tulang, organ yang berada diantara dua permukaan yang keras, atau jaringan yang diam terpaku pada suatu titik. Energi kemudian berubah bentuk karena tidak dapat bergerak secara lurus lagi. Maka hasilnya adalah trauma tumpul atau cedera tembus, yang akan dibahas lebih detil pada bagian berikutnya dari bab ini. Impacts Pada setiap jenis kecelakaan kendaraan bermotor, sebenarnya akan terjadi tiga impact, yang masing-masing akan menghasilkan energi yang akan ditahan oleh kendaraan maupun pasien. Pertama, kendaraan akan berhenti secara mendadak dan akan penyok bentuknya. Inilah yang dinamakan benturan kendaraan (vehicle collision). Berikutnya, pergerakan tubuh pasien akan berhenti mendadak pada suatu bagian atau bagian dalam dari kendaraan seperti stir mobil, menyebabkan cedera pada dada. Ini disebut benturan tubuh (body collision). Akhirnya, terjadi benturan organ dimana organ dalam pasien, yang tertahan pada tempatnya oleh jaringan pengikat, mengalami pemberhentian mendadak, terkadang menghantam permukaan dalam tubuh (contohnya rongga dada bagian dalam atau tengkorak bagian dalam). Hal ini disebut sebagai organ collision. Adakalanya, ada impact yang lebih banyak yang terjadi, seperti kasus pengendara sepeda motor yang menabrak mobil dan kemudian terlempar. Pertama, korban akan menabrak stang sepeda motor, kemudian terlempar dan mengenai bonet mobil dan akhirnya jatuh ke tanah. Bersamaan dengan terjadinya impact korban mengenai stang kemudi motor, mobil, dan tanah, maka organ dalam juga akan terbentur-bentur bagian dalam tubuh. Jadi dalam kasus ini akan ada enam potensial impact tiga benturan tubuh dan tiga benturan organ yang masing-masing memungkinkan terjadinya potensial cedera. Dengan membandingkan jumlah impact, maka kita akan memahami mengapa orang terlempar dari dalam atau kendaraan yang bergerak mempunyai resiko cedera yang lebih besar daripada orang yang tertahan atau masih berada di dalam mobil.
(Anytime anywhere We are ready to help) Click: http://asarono.tripod.com ____________________________________________________ Yahoo! Sports Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football http://football.fantasysports.yahoo.com 25 Juni 2005: 2 Tahun IndoFirstAid.com ======================================= Donaatur IndoFirstAid Bank BNI cab UGM Yogya 0038436942 A/n. Yudhistira O. Kirimkan pesan melalui [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indofirstaid/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

