Kawan-kawan: Ini bahan untuk kita renungkan dari milis sebelah... AgungS Kosi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: To: [EMAIL PROTECTED] From: "Kosi" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Mon, 25 Jul 2005 12:13:31 -0000 Subject: [PKS-Ide] Sharing : Resep Dokter !!!
Assalaamu'alaykum warahmatullah wabarakaatuh, Saudaraku semua yang dirahmati Allah Swt... Aku ingin sedikit berbagi pengalaman yang kualami sendiri akhir pekan kemarin. Mudah2an bermanfaat dan kita semua bisa mengambil hikmahnya... Jum'at, 22 Juli 2005...Aku pulang kantor lebih cepat dari biasanya. Nyampe rumah, ternyata adik sepupuku yang mau sidang akhir di sebuah Akademi Keperawatan Negeri di Jakarta itu sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan di klinik deket rumah, adik sepupuku tersebut positif kena thypus. Mengingat dia mau ujian akhir dan aku berharap dia cepet sembuh, akhirnya kuputuskan untuk membawa dia ke salah satu Rumah Sakit di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Saat ini orang tua sepupuku itu ada di kampung, mau nggak mau sayalah yang harus mengurusi semuanya. Dibantu beberapa tetangga, kubawa sepupuku ke ruang UGD. Sewaktu kutanya bagian administrasi, ternyata hampir semua ruang perawatan penuh. Alhamdulillah, masih ada ruangan kosong di kelas II lantai V. Sekedar info aja, harga sewa tempat tidur di kelas itu sehari Rp 150.000,- Sepupuku akhirnya dirawat di ruangan itu. Malam itu pun kuperoleh sebuah resep dari dokter, setelah kutuker ama obat di apotek, harga resep itu hampir Rp 350.000,- Jam 23.15 wib semua urusan selesai dan malam itu aku harus ikut nginep di rumah sakit, berdua ama sepupuku itu (begadang semalaman euy :) Sabtu pagi, gantian adik kandungku yang jagain sepupuku itu, pagi ini aku harus pergi ke akad nikah temen sekantorku di daerah Matraman. Siang harinya, sewaktu aku di Kelapa Dua bersama temen2 dalam sebuah acara, kuterima sebuah sms dari adikku. Inti dari sms itu adalah ada resep dokter seharga Rp 656.000,-...Akupun hanya bisa bergumam dalam hati, karena tadi pagi aku hanya ninggalin uang Rp 300.000,- ke adikku. Akupun tanya ke adikku, bisa ga sebagian obatnya dibeli nanti malem ??? Soale abis dari Kelapa Dua, aku harus ke Depok II dulu...Dan adikku bilang, katanya bisa...Alhamdulillah [-o< Jam 20.00 wib aku nyampe di rumah sakit kembali dan langsung ngambil resep dokter yang dipegang adikku untuk ditukar dengan obat. Satu obat telah dibeli adikku dengan harga Rp 32.000,- sisanya masih Rp 624.000,- Sebelum kubayar harga obat itu, iseng2 aja kutanya ke apoteker dan terjadilah dialog seperti ini : Aku : "Mbak, emang harga obatnya ga ada diskon ya ?? Atau mungkin ada penggantinya yang lebih murah gitu, tentunya dengan Fungsi & kualitas yang nggak beda jauh". Apoteker : "Bentar ya Mbak, saya cek dulu". Nggak lama kemudian apotekernya bilang lagi : "Yang "Triject Inj" ini sebenernya bisa diganti dengan "Ceftriaxon Inj", tapi saya nggak berani ganti obatnya tanpa persetujuan dari dokter. Coba mbak ke atas lagi, minta tolong ke perawat untuk tanya ke dokter, mudah2an obatnya bisa diganti. Soale harganya jauh banget nih Mbak, yang Triject satu aja harganya Rp 140.000,- sementara yang Ceftruaxon satunya cuma Rp 14.000,- dan bedanya cuma di HAK PATEN saja." (Akupun hanya bisa bengong dan buru2 minta izin dulu ke atas, untuk cari persetujuan apakah obatnya bisa diganti ???) Alhamdulillah, lima belas menit kemudian aku dapat persetujuan dari dokter. Akupun dapat resep baru, Triject-nya bisa diganti dengan Ceftriaxon. Obat yang tadi harus kubayar Rp 624.000,-, harganya menjadi Rp 96.100,- Jauh banget khan ??? Bedanya cuma di HAK PATEN ??? Saat itupun aku hanya bisa beristighfar, dan tak henti2nya bersyukur pada Allah, berkat keisenganku tanya2 ke apoteker...aku dapet sebuah pengalaman yang begitu berharga. Sebagai orang kecil dengan kondisi ekonomi yang sangat pas2an, perbedaan harga segitu sangatlah berarti buatku, mungkin jg sangat berarti buat sebagian orang...:) Sempet terlintas dalam pikiranku : "Aduh dokter...dokter...aku hanya butuh obat yang bisa menyembuhkan sepupuku, aku ga butuh hak paten2an seperti itu...eggghhhh..." Oleh karenanya, dengan email ini aku ingin menumpahkan uneg2 yang ada di dalam hatiku ke beberapa pihak, juga kepada siapa saja yang menerima email ini. Mudah2an hal ini bisa menjadi bahan pelajaran buat kita semua... Pertama, kepada para DOKTER, calon dokter atau siapa saja yang sering memberikan resep obat kepada pasiennya. Hati2lah dalam memberikan resep, jangan asal nulis aja. Tolong berikan resep yang terbaik, yang sesuai dengan kondisi 'kantong' para keluarga pasien. Belum tentu orang2 yang ada di ruangan kelas I & II itu kondisi ekonominya baik. Bisa jadi mereka 'terpaksa' menempati ruang tersebut, karena di kelas III kondisinya sudah penuh. Seandainya pasien kalian pejabat ataupun konglomerat, silakan aja klo mau ngasih resep obat yang mahal kepada mereka, karena mereka pasti mampu untuk membeli obat tersebut. Tapiiii...sekali lagi perlu saya tekankan, pasien yang ada di RS itu kondisinya beragam. Sambil memeriksa mereka, cobalah buka percakapan2 kecil untuk mengetahui kondisi pasien yang sebenarnya. Biar nanti resep yang kalian keluarkan pun bisa disesuaikan dengan kemampuan mereka...Aku sangat berharap...kejadian yang kualami di atas tidak terulang lagi. Alhamdulillah, aku dikasih petunjuk sama Allah untuk nanya2 ke apoteker. Coba bayangkan seandainya orang yang nerima resep itu tidak kritis, langsung membeli obat yang kalian sarankan, sementara kondisi keuangan mereka tidak memungkinkan...tegakah kalian ??? Bukankah itu sama saja dengan menambah beban mereka ??? Wahai para dokter...renungkanlah, sekali lagi...hati2lah dalam melayani pasien...aku yakin kalian adalah orang2 pintar, banyak ilmu yang telah kalian pelajari, kemampuanmu insyaAllah juga tidak diragukan lagi. Dan akupun yakin, kalian berasal dari keluarga berada (orang miskin pasti ga mampu kuliah di kedokteran :). Cobalah sekali2 dekati pasien kalian, aku yakin mereka akan senang. Aku doakan, mudah2an Allah Swt memberikan kepekaan hati dan kepedulian dalam diri kalian, amiin. Aku berharap kalian tidak tersinggung dengan kata2ku ini, klo ada yang salah tolong aku juga diingatkan. Okeh ??? Pesan Kedua, untuk para pasien dan keluarga pasien atau siapa saja yang membaca email ini. Marilah kita belajar untuk bersikap KRITIS, jangan telan mentah2 begitu saja perintah2 yang kita terima. Terkait dengan resep dokter, jangan sungkan2 untuk nanya ke apoteker tentang obat2 alternatif yang bisa dibeli. Dan jangan takut2 untuk menanyakan ke dokter tentang obat2 pengganti tersebut. Dokter itu juga manusia, bisa jadi mereka juga khilaf dalam memberikan resep. Rasa2nya nggak ada salahnya khan kita saling memberikan kritikan untuk kebaikan bersama, ya nggak ??? Pesan Ketiga, kepada para perawat atau tenaga medis lainnya di Rumah Sakit, Klinik dll. Marilah kita belajar untuk tersenyum, bukankah Rosulullah pernah bersabda bahwa senyum itu adalah sedekah ??? Dan akupun pernah baca sebuah artikel, katanya energi yang kita keluarkan untuk tersenyum itu lebih kecil dibandingkan energi untuk cemberut. Janganlah kalian pasang sikap 'jutek' terhadap pasien dan keluarganya. Tersenyumlah, InsyaAllah dengan senyum tersebut, bisa menjadi salah satu obat bagi pasien kalian. Mari sama2 kita belajar untuk tersenyum, seandainya aku jarang senyum atau sering cemberut...tolong diingatkan juga ya...kalian mau khan ?? Pesan Keempat, kepada pihak Rumah Sakit, klinik atau instansi lainnya. Berikan pelayanan yang terbaik kepada para pasien, terutama pasien yang kondisi perekonomiannya kurang memadai. Jangan tambah beban mereka dengan pelayanan yang tidak baik dari kalian. Tolonglah mereka, bantulah mereka untuk meringankan bebannya. Klo perlu bebaskan semua biaya pengobatan bagi mereka yang tidak mampu, jangan persulit mereka. InsyaAllah dengan pelayanan yang baik, keberkahan Allah akan dilipatgandakan untuk RS atau klinik yang kalian kelola...Amiin [-o< Terakhir kali, saya berharap ada banyak orang yang membaca ocehan ini, terutama orang2 yang berkecimpung di dunia kesehatan. Bagi yang membaca email ini, mungkin bisa menyebarkannya ke orang lain, mudah2an bisa diambil manfaat dan hikmahnya. Izinkan saya memohon maaf atas segala salah dan khilaf, seandainya ada saran dan kritik, silakan reply email ini. Dengan senang hati saya akan menerimanya...Kutunggu...:) Wassalaamu'alaykum warahmatullah wabarakaatuh, Kosi (yang mengharap doa dari semuanya agar sepupuku cepet diberikan kesembuhan oleh Allah Swt) Nb. InsyaAllah akan ada sharing berikutnya, dengan judul : Kisah Sedih di hari Sabtu...tunggu aja ya :) 25 Juni 2005: 2 Tahun IndoFirstAid.com ======================================= Donatur IndoFirstAid melalui Bank BNI cab UGM Yogya 0038436942 A/n. Yudhistira O. Kirimkan pesan melalui [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indofirstaid/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

