Mas Probo:
Kepripun kabaripun Semarang Mas? Taksih sae kemawon tho?
Kalau mau mengacu ke sistem pelayanan Ambulans, coba anda hubungi AGD 118 Sunter. Atau browse ke NHTSA punya website untuk sistem EMT mereka.
Untuk standar waktu response ambulanse, optimalnya adalah sekitar maksimum 15 menit, ini adalah untuk memperbaiki kans bertahan hidup (survival rate chance) pasien; karena konsep untama ambulans adalah untuk mendekatkan layanan bantuan hidup lanjut secepatnya ke kondisi darurat yang terjadi. BLS dalam waktu 4 menit pertama, dan ALS 12 menit pertama ini patokannya.
Untuk yang lain, coba saya cari dulu referensinya.... Mungkin yang lain bisa bantu? Kawan-kawan dari 118?
Regards,
AgungS

probokator <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya mahasiswa teknik Planologi UNDIP Semarang yang dalam masa
pengerjaan TA. Judul yang saya ambil adalah:
"Penentuan Lokasi Optimal Stasiun Ambulan di Kota Semarang dengan
Sistim Informasi Geografis".
Masalah yang saya ambil adalah, bahwa di Kota Semarang Rumah Sakit
dibangun mengumpul pada pusat kota. Sehingga hipotesis saya adalah
ada kawasan dipinggiran kota yang tidak terlayani oleh ambulan dalam
standar waktu respon tertentu. Padahal pelayanan kesehatan dalam hal
ini adalah pelayanan gawat darurat adalah hak setiap penduduk untuk
mendapatkannya.

Saya gunakan Sistem Informasi Geografis untuk membuat model. Saya
membuat jaringan jalan seluruh kota semarang dan saya meletakkan
lokasi seluruh stasiun ambulan di jaringan jalan tersebut. Kemudian
dengan waktu tempuh tertentu, seluruh jaringan jalan yang dapat
dicapai oleh seluruh stasiun ambulan dalam waktu tempuh tersebut
akan teridentifikasi. Sehingga jaringan jalan yang tidak dapat
dicapai pada waktu tempuh tertentu tersebut adalah wilayah yang
tidak terlayani. Kemudian saya akan menentukan beberapa titik lokasi
ambulan baru sebagai rekomendasi saya agar wilayah yang belum
terlayani menjadi terlayani.

Yang ingin saya tanyakan, berapa standar waktu tanggap ambulan yang
dihitung dari saat ambulan meninggalkan stasiunnya sampai ke tempat
kejadian gawat darurat? Apakah 5 menit, 8 menit atau 10 menit?

Saya tahu bahwa ambulan mempunyai hak khusus di jalan raya seperti,
menerobos lampu merah, melewati batas kecepatan tertentu dan lain-
lain. Ambulan juga merupakan angkutan darat yang mendapatkan
priorotas kedua setelah kereta api. Yang tidak saya ketahui adalah,
hal tersebut diatur dalam peraturan perundangan nomor berapa?

Yang ketiga, saya ingin mendapat masukan. Variabel apa sajakan yang
cocok untuk menentukan lokasi optimum dari stasiun ambulan?
Beberapa variabel yang sudah saya pertimbangkan adalah:

1. Dekat jalan dengan akses cepat (Jalan Arteri, Kolektor)
2. Dekat dengan tempat terjadinya kecelakaan lalu lintas yang tinggi.
3. Lebih baik dibangun pada fasilitas kesehatan yang sudah ada namun
tidak memiliki stasiun ambulan
4. Pada Kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi.

Atas bantuannya, saya ucapkan terima kasih.

Kalau Tugas Akhir saya ini selesai hasil yang saya harapkan adalah
saya dapat menggunakan model tersebut untuk menentukan lokasi
optimum stasiun ambulan yang baru. Selain itu model yang saya buat
juga dapat menentukan rute terdekat dari suatu stasiun ambulan
dengan lokasi kejadian gawat darurat dalam hitungan detik, sehingga
dapat membantu mempersingkat waktu tanggap.

Probo Rahadianto Sunarto
Mahasiswa Angkatan 2000
Fakultas Teknik Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota UNDIP

[EMAIL PROTECTED]







(Anytime anywhere We are ready to help)
Click: http://asarono.tripod.com


Yahoo! Mail for Mobile
Take Yahoo! Mail with you! Check email on your mobile phone.

25 Juni 2005: 2 Tahun IndoFirstAid.com
=======================================
Donatur IndoFirstAid melalui
Bank BNI cab UGM Yogya 0038436942 A/n. Yudhistira O.
Kirimkan pesan melalui [email protected]




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke