From: "komara097" <[EMAIL PROTECTED]>


Makanan dan Klaim Kesehatan

Sejak awal sejarah kehidupannya, manusia telah berupaya mendapatkan sesuatu yang dapat menyembuhkannya dari penyakit. Berdasarkan atas apa yang dialaminya dan apa yang dia makan, manusia menemukan obat, yang pada saat itu sebagian besar berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Dengan bertambah majunya ilmu pengetahuan dan berkembangnya teknik isolasi dan identifikasi, manusia berhasil menemukan komponen aktif dalam tumbuh-tumbuhan yang memiliki daya menyembuhkan. Zat aktif tersebut kemudian distandarisasi, diformulasikan, dan disajikan dalam bentuk pil, tablet, kapsul, dan sediaan lain yang kita kenal saat ini sebagai obat.

Beberapa penemuan penting menandai kegigihan manusia dalam menemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit. Di antaranya, penemuan reserpin dari tumbuhan Raulwolfia serpentina yang berkhasiat menurunkan tekanan darah pada tahun 1950 dan antibiotik penicillinoleh Alexander Fleming tahun 1940.

Obat dan makanan mempunyai kesamaan, keduanya dikonsumsi masuk ke dalam tubuh, sehingga memerlukan pengendalian mutu untuk menjamin kemurnian dan keamanannya. Tetapi, kedua hal ini juga memiliki perbedaan yang jelas.

Makanan dikonsumsi setiap hari dan memasok tubuh dengan zat esensial yang diperlukan oleh tubuh baik untuk metabolisme dasar maupun melaksanakan kegiatan sehari-hari. Sedangkan, obat dikonsumsi bila perlu dan ditujukan untuk menyembuhkan penyakit.


Mencegah lebih baik daripada mengobati

Perbedaan yang sederhana itu mulai menjadi kabur ketika masyarakat mulai memperbincangkan menu makanan sehat. Hal ini ditandai dengan terjadinya pergeseran paradigma sehat dari penyembuhan kepada pencegahan. Penelitian di bidang kesehatan yang menitik beratkan pada pencegahan penyakit, telah membuktikan pentingnya peranan diet dalam pencegahan penyakit jantung dan penyakit kanker.

Penelitian selama 20 tahun dengan lebih dari 100.000 partisipan, membawa hasil bahwa sayur dan buah bermanfaat untuk kesehatan jantung dan untuk mencegah stroke.

Anjuran untuk mengkonsumsi sedikitnya 5 porsi sayur dan buah setiap harinya, akan menurunkan risiko untuk menderita penyakit jantung dan stroke.

Seluruh partisipan, yang terdiri dari 71.910 wanita dan 37.725 pria, yang diteliti ini bebas dari penyakit-penyakit utama saat dimulai penelitian di pertengahan tahun 1980. Mereka semua ditanyakan akan frekuensi dan jenis makanan yang dikonsumsi.

Pada tahun 1998, terdapat 9.329 kasus pada wanita yang menderita penyakit jantung, stroke, kanker atau kematian, sedang pada pria sebanyak 4.957 kasus. Mereka yang mengkonsumsi sayur dan buah 5 porsi sehari atau lebih, risiko untuk mengalami serangan jantung dan stroke, turun sebesar 12 persen dibanding dengan mereka yang tidak mengkonsumsi sayur dan buah.

Setelah dianalisa lebih lanjut hasil penelitian ini, terlihat bahwa konsumsi sayuran hijau memberikan peran terbesar dalam menurunkan risiko stroke dan serangan jantung. Dengan hanya mengkonsumsi 1 porsi sehari, telah dapat menurunkan risiko tersebut sebesar 11 persen.

Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini, dianjurkan untuk mengkonsumsi sayur dan buah sekurangnya 5 porsi sehari untuk menurunkan risiko penyakit-penyakit kronis utama seperti penyakit jantung dan stroke.

Supaya tidak terasa bosan berilah variasi hidangan dari Nusantara sekaligus memperkenalkan selera dari Nusantara yang sangat kaya akan aroma bumbu tradisional dan mempunyai unsur kesehatan juga. Tentunya pilihan keluarga anda sudah tepat dengan memilih Ayam Goreng Fatmawati yang sarat dengan kekhasan Indonesia nya.

Sumber: "Journal of the National Cancer Institute" di dalam www.info-sehat.com
http://www.kompas.com

Semoga bermanfaat.

Regards,


Deden Taufik Komara
Maketing Manager



Start your day with Yahoo! - make it your home page

25 Juni 2005: 2 Tahun IndoFirstAid.com
=======================================
Donatur IndoFirstAid melalui
Bank BNI cab UGM Yogya 0038436942 A/n. Yudhistira O.
Kirimkan pesan melalui [email protected]




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke