PENTING YANG HARUS ANDA KETAHUI DARI FLU BURUNG DARI
WHO -
Petunjuk bagi penduduk yang tinggal di daerah yang
tertular flu burung
Penyebaran flu burung di daerah yang tertular bisa
dicegah
-> orang sebaiknya menghindari kontak dengan ayam,
bebek dan unggas lainnya kecuali sangat perlu. Ini
adalah cara terbaik untuk mencegah infeksi oleh flu
burung.
-> Anak anak memiliki resiko yang lebih tinggi karena
mungkin mereka bermain di tempat di mana unggas
berada.
> Ajarilah anak anak untuk mengikuti petunjuk berikut:
-> Hindari kontak dengan unggas jenis apapun, dengan
bulu bulunya, kotoran maupun limbahnya.
-> Jangan memelihara unggas sebagai hewan kesayangan.
-> Cucilah tangan dengan air dan sabun setiap sesudah
WHO -
Petunjuk bagi penduduk yang tinggal di daerah yang
tertular flu burung
Penyebaran flu burung di daerah yang tertular bisa
dicegah
-> orang sebaiknya menghindari kontak dengan ayam,
bebek dan unggas lainnya kecuali sangat perlu. Ini
adalah cara terbaik untuk mencegah infeksi oleh flu
burung.
-> Anak anak memiliki resiko yang lebih tinggi karena
mungkin mereka bermain di tempat di mana unggas
berada.
> Ajarilah anak anak untuk mengikuti petunjuk berikut:
-> Hindari kontak dengan unggas jenis apapun, dengan
bulu bulunya, kotoran maupun limbahnya.
-> Jangan memelihara unggas sebagai hewan kesayangan.
-> Cucilah tangan dengan air dan sabun setiap sesudah
bersentuhan dengan unggas.
-> Jangan tidur di dekat tempat pemeliharaan unggas.
-> Jangan memindahkan unggas baik yang hidup maupun
yang mati dari satu tempat ke tempat lain, bahkan
sekalipun anda kira unggas tersebut sehat.
-> Menangani unggas di daerah tertular harus dilakukan
-> Jangan tidur di dekat tempat pemeliharaan unggas.
-> Jangan memindahkan unggas baik yang hidup maupun
yang mati dari satu tempat ke tempat lain, bahkan
sekalipun anda kira unggas tersebut sehat.
-> Menangani unggas di daerah tertular harus dilakukan
ditempat, tanpa memindahkannya ke luar dari area
tersebut.
-> Jangan memasak unggas berasal dari daerah tertular
untuk makanan keluarga maupun hewan peliharaan anda.
-> Penyembelihan dan penanganan unggas tersebut untuk
makanan adalah berbahaya.
-> Apabila anda secara tidak sengaja kontak dengan
unggas di daerah tertular, seperti misalnya
menyentuh badan unggas, feses atau kotoran unggas
yang lain, atau berjalan di atas tanah di mana ada
kotoran unggasnya:
* Cucilah tangan sampai bersih memakai air dan
sabun sesudah setiap kontak.
* Lepaskan sepatu di luar rumah dan dibersihkan.
* Periksa suhu tubuh anda sekali setiap hari selama
7 hari. Apabila anda demam ( di atas 37.5 oC),
periksakan diri anda ke dokter atau ke rumah
sakit terdekat dengan segera.
>Penanganan yang benar terhadap unggas yang sakit,
diduga karena flu burung atau unggas yang mati
merupakan kontrol yang penting untuk mencegah
penyebaran penyakit.
-> Anak anak di jaga agar tidak mendekati unggas yang
sakit atau mati.
-> Apabila anda harus menangani unggas yang mati atau
sakit, pakailah alat pelindung, seperti masker,
goggle (pelindung mata), sepatu boot, sarung tangan..
-> Apabila peralatan tersebut tidak tersedia, gunakan
kain/sapu tangan untuk menutup mulut dan hidung,
pakailah kaca mata, gunakan tas plastik sebagai
sarung tangan dan pembungkus sepatu dan mengikatnya
pada pergelangan tangan dan kaki dengan karet.
-> Pakailah baju overall yang bisa dicuci.
-> Apabila anda baru pertama kali mendapati unggas
yang sakit atau mati dan tidak yakin situasinya, segera
beritahu petugas yang berwenang dan serahkan
penangan unggas tersebut kepada ahlinya.
-> Dekontaminasi kebun atau kandang ayam akan membantu
menghambat penyebaran penyakit.
-> Apabila mungkin, mintalah jasa petugas yang ahli
untuk membantu dekontaminasi kebun atau kandang
ayam.
-> Apabila hal itu tidak mungkin, dan anda harus
mengejakannya sendiri, pakailah perlengkapan untuk
melindungi mata, kepala, tangan, kaki dan bagian
bagian lain yg tidak tertutup pakaian.
-> Unggas yang mati harus dikubur dengan aman
-> Pembersihan yang efektif akan menghilangkan bulu
bulu atau feses yang tertinggal di kandang.
-> Virus flu bisa bertahan untuk sementara waktu di
bahan bahan organic, jadi melalui pembersihan total
dengan deterjen merupakan langkah yang amat penting.
Semua bahan organic harus disingkirkan dari kandang
ayam sedapat mungkin.
-> Oleh karena area terbuka (pekarangan) yang
digunakan untuk memelihara unggas sulit untuk di bersihkan
ataupun didesinfeksi, unggas sebaiknya ditiadakan
dari area tersebut selama paling sedikit 42 hari
untuk membiarkan radiasi ultraviolet menghacurkan
sisa sisa virus. Periode pengosongan ini perlu
diperpanjang pada musim dingin (hujan).
-> Penyemprotan desinfektan pada tumbuh tumbuhan di
pekarangan/kebun maupun pada tanah hampir tidak
ada gunanya, karena bahan kimia tersebut akan> diinaktifkan oleh bahan organic. Pengupasan lapisan tanah biasanya tidak dianjurkan kecuali bila kontaminasi feses pada tanah tersebut sangat berat.
-> Unggas yang mati dan feses/kotorannya harus dikubur.
-> Sedapat mungkin, mintalah bantuan dari petugas
peternakan setempat bagaimana cara mengubur bangkai
unggas dengan aman.
-> Pada waktu mengubur bangkai unggas dan fesesnya,
usahakan untuk tidak menimbulkan debu. Semprotlah
terlebih dahulu area penguburan dengan air untuk
melembabkan. Kuburlah bangkai unggas dan fesesnya
dengan kedalaman paling sedikit 1 meter.
-> Setelah bangkai unggas telah dikubur dengan benar,
bersihkan seluruh area dengan seksama menggunakan
deterjen dan air. Virus flu relatif bisa dimatikan
oleh berbagai jenis deterjen dan desinfektan.
>Pakaian pelindung yang terkontaminasi harus ditangani
dengan benar atau dimusnahkan.
-> Setelah area dibersihkan, lepaskan semua
perlengkapan pelindung dan cucilah tangan dengan air
dan sabun.
-> Cucilah pakaian menggunakan air panas atau air
sabun yang hangat. Jemurlah dibawah sinar matahari.
-> Letakkan sarung tangan bekas pakai dan benda benda
lain yg akan dimusnahkan ke dalam kantung plastik
untuk dimusnahkan dengan aman.
-> Bersihkan semua perlengkapan yang bisa dipakai
kembali seperti misalnya sepatu boot dan kaca mata
pelindung menggunakan air dan deterjen, tapi jangan
lupa untuk mencuci tangan setelah memegang benda
benda tersebut.
-> Benda benda yang tidak dapat dibersihkan dengan
baik harus dimusnahkan.
-> Bersihkan badan/ mandi dengan air dan sabun.
Cucilah rambut juga.
-> Hati hati untuk tidak menyentuh lagi pakaian atau
benda yang terkontaminasi, atau mengotori lagi area
yang telah dibersihkan.
-> Yang paling penting, cucilah tangan setiap selesai
menangani benda benda yang terkontaminasi.
Alas kaki/sepatu juga harus didekontaminasi.
-> Setelah berjalan di area yang mungkin
terkontaminasi (misalnya: peternakan, pasar, kebun tempat
memelihara ayam), bersihkan sepatu sebaik mungkin
menggunakan air dan sabun.
-> Pada saat membersihkan sepatu, berhati hati agar
tidak ada kotoran yang terpercik ke wajah atau ke
baju. Pakailah kantong plastik untuk melindungi
tangan, lindungi mata dengan kaca mata atau goggles,
tutuplah hidung dan mulut dengan kain/ saputangan.
-> Tinggalkan sepatu dan sepatu boot di luar rumah
sampai kita merasa yakin sepatu tersebut sudah benar
benar bersih.
>Orang orang yang menderita gejala flu/pilek sebaiknya
lebih berhati hati.
-> WHO percaya bahwa sangatlah penting untuk mencegah
penyebaran flu manusia pada area yang terkena flu
burung. Apabila flu manusia dan flu burung saling
kontak, ada resiko terjadinya pertukaran materi
genetis yang bisa menimbulkan terbentuknya jenis
virus baru.
-> Setiap orang yang sedang menderita flu/pilek
haruslah berhati hati dengan kotoran dari
hidung(ingus) dan mulutnya pada saat berada di
sekitar orang lain, terutama anak anak, untuk
mencegah penularan flu manusia.
-> Tutuplah hidung dan mulut pada waktu batuk atau
bersin. Gunakan tissue dan dibuang setelah sekali
pakai. Ajarkan anak anak untuk melakukan hal ini
juga.
-> Selalu mencuci tangan dengan air dan sabun setiap
sehabis menyentuh kotoran hidung atau mulut karena
kotoran tersebut bisa mengandung virus.
-> Anak anak cenderung untuk menyentuh wajah, mata dan
mulut dengan tangan yang masih kotor. Ajarkan pada
anak anak untuk mencuci tangan setelah batuk,bersin
dan menyentuh benda benda yang kotor.
-> Laporkan ke petugas kesehatan segera dan
konsultasikan ke ahli kesehatan apabila anda
menderita demam dan atau gejala seperti flu.
>Tindakan pencegahan bisa dilakukan apabila mengunjungi
teman/saudara yang dirawat di rumah sakit
-> Apabila anda mengunjungi pasien yang menderita flu
burung, ikuti petunjuk dari petugas rumah sakit
untuk mengenakan pakaian pelindung, termasukmasker,
jas laboratorium, sarung tangan dan goggles
(pelindung mata).
-> Pakaian pelindung seperti itu dibutuhkan apabila
anda akan kontak secara langsung dengan pasien atau
lingkungan di mana pasien berada.
-> Pastikan bahwa masker yang anda kenakan unkurannya
pas buat anda. Apabila tidak, bicarakan dengan
petugas rumah sakit.
-> Pada waktu anda meninggalkan ruangan pasien, anda
harus melepaskan semua pakaian pelindung tersebut
dan mencuci tangan dengan air dan sabun.
>Di daerah tertular, di mana adanya flu burung telah
dipastikan, jangan mengkonsumsi daging ayam yang
berasal dari ayam yang sakit atau mati.
-> Di daerah tertular, disarankan untuk tidak
memanfaatkan ayam sakit atau mati untuk makanan
orang maupun hewan. Walaupun nampak sehat, ayam
yang berasal dari daerah tertular jangan
dimanfaatkan untuk makanan.
>Di daerah sekitarnya ( yang berdekatan dengan daerah
tertular) beberapa tindakan pencegahan perlu
dilakukan.
-> Secara umum, hanya unggas yang sehat yang boleh
dimanfaatkan sebagai bahan makanan.
-> Untuk memotong/mematikan unggas, gunakan cara cara
agar anda maupun lingkungan di rumah anda tidak
dicemari oleh darah, debu, feses maupun kotoranlain
yang berasal dari unggas tersebut. Tanyakan ke
petugas peternakan setempat mengenai prosedur
pemotongan unggas yang benar.
-> Untuk pencabutan bulu, gunakan cara yang benar agar
tidak mengotori anda maupun lingkungan tempat
tinggal anda. Cara terbaik adalah dengan merendam
unggas tersebut di dalam air panas sebelummencabutibulunya.
-> Untuk membersihkan isi perut dan usus unggas
gunakancara yang benar agar tidak mengotori lingkungan
tempat tinggal anda.
-> Jangan menyentuh benda benda lain maupun wajah anda
(misalnya: mengusap mata) pada saat anda melakukan
prosedur prosedur tersebut di atas, kecuali setelah
anda mencuci tangan dengan air dan sabun.
>Lakukan semua tindakan pencegahan untuk memastikan
bahwa unggas atau produk asal unggas diproses dengan
benar dan aman untuk di konsumsi.
-> Ayam diproses secara higienis dan di masak sampai
matang, contohnya: sudah tidak ada lagi cairan
berwarna kemerahan, ayam dianggap aman untuk di
makan. Tetapi perlu diingat bahwa apabila ayam
tersebut mengandung penyakit menular spt misalnya
flu burung, orang yang memasak ayam tersebut
mempunyai resiko tertular demikian juga lingkungan
tempat ayam itu dipersiapkan untuk dimasak bisa
tercemar oleh virus.
-> Telur juga bisa membawa bibit penyakit, seperti
misalnya virus flu burung di bagian dalam telur
maupun di kulit luarnya. Telur mentah dan kulit
telur harus ditangani dengan hati hati. Cucilah
kulit telur dengan air sabun dan cucilah tangan
setelahnya. Telur yang dimasak sampai matang
(direbus selama 5 menit pada temperature 70oC)
tidak akan menularkan virus flu burung apabila dimakan.
-> Secara umum, semua makanan harus dimasak sampai
matang, mencapai temperatur paling sedikit 70oC
atau lebih di bagian dalam.
Diterjemahkan dari : Advice for people living in
>areas affected by bird flu or avian influenza. 8
>November 2004. World Health Organization Western
>Pacific Region.
>
tersebut.
-> Jangan memasak unggas berasal dari daerah tertular
untuk makanan keluarga maupun hewan peliharaan anda.
-> Penyembelihan dan penanganan unggas tersebut untuk
makanan adalah berbahaya.
-> Apabila anda secara tidak sengaja kontak dengan
unggas di daerah tertular, seperti misalnya
menyentuh badan unggas, feses atau kotoran unggas
yang lain, atau berjalan di atas tanah di mana ada
kotoran unggasnya:
* Cucilah tangan sampai bersih memakai air dan
sabun sesudah setiap kontak.
* Lepaskan sepatu di luar rumah dan dibersihkan.
* Periksa suhu tubuh anda sekali setiap hari selama
7 hari. Apabila anda demam ( di atas 37.5 oC),
periksakan diri anda ke dokter atau ke rumah
sakit terdekat dengan segera.
>Penanganan yang benar terhadap unggas yang sakit,
diduga karena flu burung atau unggas yang mati
merupakan kontrol yang penting untuk mencegah
penyebaran penyakit.
-> Anak anak di jaga agar tidak mendekati unggas yang
sakit atau mati.
-> Apabila anda harus menangani unggas yang mati atau
sakit, pakailah alat pelindung, seperti masker,
goggle (pelindung mata), sepatu boot, sarung tangan..
-> Apabila peralatan tersebut tidak tersedia, gunakan
kain/sapu tangan untuk menutup mulut dan hidung,
pakailah kaca mata, gunakan tas plastik sebagai
sarung tangan dan pembungkus sepatu dan mengikatnya
pada pergelangan tangan dan kaki dengan karet.
-> Pakailah baju overall yang bisa dicuci.
-> Apabila anda baru pertama kali mendapati unggas
yang sakit atau mati dan tidak yakin situasinya, segera
beritahu petugas yang berwenang dan serahkan
penangan unggas tersebut kepada ahlinya.
-> Dekontaminasi kebun atau kandang ayam akan membantu
menghambat penyebaran penyakit.
-> Apabila mungkin, mintalah jasa petugas yang ahli
untuk membantu dekontaminasi kebun atau kandang
ayam.
-> Apabila hal itu tidak mungkin, dan anda harus
mengejakannya sendiri, pakailah perlengkapan untuk
melindungi mata, kepala, tangan, kaki dan bagian
bagian lain yg tidak tertutup pakaian.
-> Unggas yang mati harus dikubur dengan aman
-> Pembersihan yang efektif akan menghilangkan bulu
bulu atau feses yang tertinggal di kandang.
-> Virus flu bisa bertahan untuk sementara waktu di
bahan bahan organic, jadi melalui pembersihan total
dengan deterjen merupakan langkah yang amat penting.
Semua bahan organic harus disingkirkan dari kandang
ayam sedapat mungkin.
-> Oleh karena area terbuka (pekarangan) yang
digunakan untuk memelihara unggas sulit untuk di bersihkan
ataupun didesinfeksi, unggas sebaiknya ditiadakan
dari area tersebut selama paling sedikit 42 hari
untuk membiarkan radiasi ultraviolet menghacurkan
sisa sisa virus. Periode pengosongan ini perlu
diperpanjang pada musim dingin (hujan).
-> Penyemprotan desinfektan pada tumbuh tumbuhan di
pekarangan/kebun maupun pada tanah hampir tidak
ada gunanya, karena bahan kimia tersebut akan> diinaktifkan oleh bahan organic. Pengupasan lapisan tanah biasanya tidak dianjurkan kecuali bila kontaminasi feses pada tanah tersebut sangat berat.
-> Unggas yang mati dan feses/kotorannya harus dikubur.
-> Sedapat mungkin, mintalah bantuan dari petugas
peternakan setempat bagaimana cara mengubur bangkai
unggas dengan aman.
-> Pada waktu mengubur bangkai unggas dan fesesnya,
usahakan untuk tidak menimbulkan debu. Semprotlah
terlebih dahulu area penguburan dengan air untuk
melembabkan. Kuburlah bangkai unggas dan fesesnya
dengan kedalaman paling sedikit 1 meter.
-> Setelah bangkai unggas telah dikubur dengan benar,
bersihkan seluruh area dengan seksama menggunakan
deterjen dan air. Virus flu relatif bisa dimatikan
oleh berbagai jenis deterjen dan desinfektan.
>Pakaian pelindung yang terkontaminasi harus ditangani
dengan benar atau dimusnahkan.
-> Setelah area dibersihkan, lepaskan semua
perlengkapan pelindung dan cucilah tangan dengan air
dan sabun.
-> Cucilah pakaian menggunakan air panas atau air
sabun yang hangat. Jemurlah dibawah sinar matahari.
-> Letakkan sarung tangan bekas pakai dan benda benda
lain yg akan dimusnahkan ke dalam kantung plastik
untuk dimusnahkan dengan aman.
-> Bersihkan semua perlengkapan yang bisa dipakai
kembali seperti misalnya sepatu boot dan kaca mata
pelindung menggunakan air dan deterjen, tapi jangan
lupa untuk mencuci tangan setelah memegang benda
benda tersebut.
-> Benda benda yang tidak dapat dibersihkan dengan
baik harus dimusnahkan.
-> Bersihkan badan/ mandi dengan air dan sabun.
Cucilah rambut juga.
-> Hati hati untuk tidak menyentuh lagi pakaian atau
benda yang terkontaminasi, atau mengotori lagi area
yang telah dibersihkan.
-> Yang paling penting, cucilah tangan setiap selesai
menangani benda benda yang terkontaminasi.
Alas kaki/sepatu juga harus didekontaminasi.
-> Setelah berjalan di area yang mungkin
terkontaminasi (misalnya: peternakan, pasar, kebun tempat
memelihara ayam), bersihkan sepatu sebaik mungkin
menggunakan air dan sabun.
-> Pada saat membersihkan sepatu, berhati hati agar
tidak ada kotoran yang terpercik ke wajah atau ke
baju. Pakailah kantong plastik untuk melindungi
tangan, lindungi mata dengan kaca mata atau goggles,
tutuplah hidung dan mulut dengan kain/ saputangan.
-> Tinggalkan sepatu dan sepatu boot di luar rumah
sampai kita merasa yakin sepatu tersebut sudah benar
benar bersih.
>Orang orang yang menderita gejala flu/pilek sebaiknya
lebih berhati hati.
-> WHO percaya bahwa sangatlah penting untuk mencegah
penyebaran flu manusia pada area yang terkena flu
burung. Apabila flu manusia dan flu burung saling
kontak, ada resiko terjadinya pertukaran materi
genetis yang bisa menimbulkan terbentuknya jenis
virus baru.
-> Setiap orang yang sedang menderita flu/pilek
haruslah berhati hati dengan kotoran dari
hidung(ingus) dan mulutnya pada saat berada di
sekitar orang lain, terutama anak anak, untuk
mencegah penularan flu manusia.
-> Tutuplah hidung dan mulut pada waktu batuk atau
bersin. Gunakan tissue dan dibuang setelah sekali
pakai. Ajarkan anak anak untuk melakukan hal ini
juga.
-> Selalu mencuci tangan dengan air dan sabun setiap
sehabis menyentuh kotoran hidung atau mulut karena
kotoran tersebut bisa mengandung virus.
-> Anak anak cenderung untuk menyentuh wajah, mata dan
mulut dengan tangan yang masih kotor. Ajarkan pada
anak anak untuk mencuci tangan setelah batuk,bersin
dan menyentuh benda benda yang kotor.
-> Laporkan ke petugas kesehatan segera dan
konsultasikan ke ahli kesehatan apabila anda
menderita demam dan atau gejala seperti flu.
>Tindakan pencegahan bisa dilakukan apabila mengunjungi
teman/saudara yang dirawat di rumah sakit
-> Apabila anda mengunjungi pasien yang menderita flu
burung, ikuti petunjuk dari petugas rumah sakit
untuk mengenakan pakaian pelindung, termasukmasker,
jas laboratorium, sarung tangan dan goggles
(pelindung mata).
-> Pakaian pelindung seperti itu dibutuhkan apabila
anda akan kontak secara langsung dengan pasien atau
lingkungan di mana pasien berada.
-> Pastikan bahwa masker yang anda kenakan unkurannya
pas buat anda. Apabila tidak, bicarakan dengan
petugas rumah sakit.
-> Pada waktu anda meninggalkan ruangan pasien, anda
harus melepaskan semua pakaian pelindung tersebut
dan mencuci tangan dengan air dan sabun.
>Di daerah tertular, di mana adanya flu burung telah
dipastikan, jangan mengkonsumsi daging ayam yang
berasal dari ayam yang sakit atau mati.
-> Di daerah tertular, disarankan untuk tidak
memanfaatkan ayam sakit atau mati untuk makanan
orang maupun hewan. Walaupun nampak sehat, ayam
yang berasal dari daerah tertular jangan
dimanfaatkan untuk makanan.
>Di daerah sekitarnya ( yang berdekatan dengan daerah
tertular) beberapa tindakan pencegahan perlu
dilakukan.
-> Secara umum, hanya unggas yang sehat yang boleh
dimanfaatkan sebagai bahan makanan.
-> Untuk memotong/mematikan unggas, gunakan cara cara
agar anda maupun lingkungan di rumah anda tidak
dicemari oleh darah, debu, feses maupun kotoranlain
yang berasal dari unggas tersebut. Tanyakan ke
petugas peternakan setempat mengenai prosedur
pemotongan unggas yang benar.
-> Untuk pencabutan bulu, gunakan cara yang benar agar
tidak mengotori anda maupun lingkungan tempat
tinggal anda. Cara terbaik adalah dengan merendam
unggas tersebut di dalam air panas sebelummencabutibulunya.
-> Untuk membersihkan isi perut dan usus unggas
gunakancara yang benar agar tidak mengotori lingkungan
tempat tinggal anda.
-> Jangan menyentuh benda benda lain maupun wajah anda
(misalnya: mengusap mata) pada saat anda melakukan
prosedur prosedur tersebut di atas, kecuali setelah
anda mencuci tangan dengan air dan sabun.
>Lakukan semua tindakan pencegahan untuk memastikan
bahwa unggas atau produk asal unggas diproses dengan
benar dan aman untuk di konsumsi.
-> Ayam diproses secara higienis dan di masak sampai
matang, contohnya: sudah tidak ada lagi cairan
berwarna kemerahan, ayam dianggap aman untuk di
makan. Tetapi perlu diingat bahwa apabila ayam
tersebut mengandung penyakit menular spt misalnya
flu burung, orang yang memasak ayam tersebut
mempunyai resiko tertular demikian juga lingkungan
tempat ayam itu dipersiapkan untuk dimasak bisa
tercemar oleh virus.
-> Telur juga bisa membawa bibit penyakit, seperti
misalnya virus flu burung di bagian dalam telur
maupun di kulit luarnya. Telur mentah dan kulit
telur harus ditangani dengan hati hati. Cucilah
kulit telur dengan air sabun dan cucilah tangan
setelahnya. Telur yang dimasak sampai matang
(direbus selama 5 menit pada temperature 70oC)
tidak akan menularkan virus flu burung apabila dimakan.
-> Secara umum, semua makanan harus dimasak sampai
matang, mencapai temperatur paling sedikit 70oC
atau lebih di bagian dalam.
Diterjemahkan dari : Advice for people living in
>areas affected by bird flu or avian influenza. 8
>November 2004. World Health Organization Western
>Pacific Region.
>
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
25 Juni 2005: 2 Tahun IndoFirstAid.com
=======================================
Donatur IndoFirstAid melalui
Bank BNI cab UGM Yogya 0038436942 A/n. Yudhistira O.
Kirimkan pesan melalui [email protected]
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "indofirstaid" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

