dear rekan-rekan, ternyata nge_SAR itu membutuhkan pengorbanan dari semua yang terlibat tidak sedikit. syukur alhamdulillah kegiatan ini sudah selesai, meski korban ditemukan dalam keadaa meninggal dunia. sedikit cerita dari posisi saya sebagai koordinator posko pengendali di Malang... semoga gak bosen membaca secara rinci kronologis kejadian dan operasi yang dilakukan.
salam =========================> A. Kronologis Kejadian (sumber: Sinari Citro Hadi, salah satu peserta kegiatan) Tanggal 1 Oktober 2005 Pukul 10.00 WIB Semua peserta kegiatan yang terdiri dari kurang lebih 30 orang berjalan ke arah timur dari posisi base camp, dimana para mahasiswa baruangkatan 2005 sejumlah 12 orang dipecah menjadi 3 kelompok sedangkan panitia berjalan bersamaan dan beberapa ditempatkan di pos. Lokasi finish berada di Pantai Sengiki (Pasir Putih) yang berjarak kurang lebih 3 Km dari base camp. Pukul 13.00 WIB Seluruh personil telah berada di Pantai Sengiki dan melakukan aktivitas bebas. Beberapa orang mandi di tepi pantai, sedangkan 6 orang (termasuk 4 orang korban) bermain-main dan mandi pada jarak kurang lebih 6-7 m dari bibir pantai. Pukul 14.45 WIB Ombak yang berukuran sedang menerjang 6 orang dan terpisah menjadi tiga kelompok, dimana 3 orang dibawa ombak menjauhi arah tepi dan 3 orang lagi dibawa mendekati tepi dan mereka semua dalam keadaan panik. Salah satu saksi mata (Sinari Citro Hadi) dan beberapa orang berusaha untuk menolong korban dan ada personil yang berusaha menghubungi penduduk setempat untuk meminta bantuan. Pukul 15.10 WIB Proses pertolongan yang dilakukan di TKP hanya bisa menyelamatkan 2 orang yaitu Endik Setyawan (kondisi pingsan dan terapung) dan Hengky Hartanto (dalam kondisi sadar). Segera setelah 2 orang bisa diangkat ke tepi, Endik Setyawan dievakuasi oleh penduduk dengan menggunakan tandu dan segera dibawa menuju Puskemas setempat. Pukul 17.00 WIB Semua personil dievakuasi menuju base camp dan penduduk serta aparat kepolisian mulai menanyaka kronologis kejadian pada beberapa orang. Akhirnya atas saran pak RT setempat, seluruh personil dievakuasi ke rumah pak RT dan pihak pemerintahan setempat (desa) dan personil dari kepolisian masih tetap meminta keterangan dari para saksi. Pukul 21.00 WIB Seluruh peserta dievakuasi ke Kapel (semacam gereja kecil) setempat dan malam itu mereka beristirahat di sana. Malam itu banyak personil yang bergabung di kampung, baik dari tim SAR, para mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian untuk mempersiapkan proses pencarian esok hari. Tanggal 2 Oktober 2005 Pukul 05.00 WIB Beberapa personil dari rekan-rekan korban dievakuasi menuju Malang, dimana sebagian besar yang dievakuasi adalah perempuan dan satu korban yang selamat (Hengky Hartanto), sementara beberapa rekan korban yang lain berencana akan ikut proses pencarian 4 orang yang masih hilang. Kronologis Operasi Pencarian Korban Hari Sabtu, Tanggal 1 Oktober 2005 Pukul 20.30 WIB Berita diterima oleh posko SAR Mahameru di Jl. Tumbal Negara No. 21. Segera dibentuk tim advance untuk diberangkatkan menuju ke lokasi. Hari Minggu, Tanggal 2 Oktober 2005 Pukul 01.40 WIB Tim Advance dari SAR Mahameru tiba di lokasi dengan menggunakan 1 buah mobil sebanyak 10 personil. Dan segera bergabung dengan posko SAR yang sudah dibentuk. Pukul 01.45 WIB Tim SAR Mahameru melakukan briefing untuk kegiatan pencarian pagi nanti dengan hasil bahwa kegiatan akan dilakukan mulai pukul 08.00 WIB. Pukul 06.00 – 08.00 WIB Di Posko Tamban, semua personil dibagi menjadi SRU darat dan SRU laut. SRU darat melakukan penyisiran di area TKP dengan areal penyisiran sejauh 10 mil. Juga area penyisiran di sebelah timur Batu Plumpatan. Sedangkan SRU laut melakukan pencarian dengan menggunakan 4 buah perahu kecil bermesin dan 2 perahu besar bermesin dengan hasil nihil. Pukul 08.45 WIB Semua Personil SRU laut ditarik mundur karena gelombang laut besar dan pencarian dihentikan sementara di laut dengan hasil nihil. Pukul 10.00 WIB Dilakukan pencarian kembali oleh SRU laut dan kembali pukul 12.00 WIB dengan hasil yang nihil. Pihak Rektorat Unibraw tiba di sekretariat, Pak Ulin (PR III) dan Pak Abdul Hadi. Mencoba mencari informasi dan mengusahakan dukungan untuk operasional lapangan. Pukul 10.20 WIB Perwakilan ayah korban (Steven) menghubungi posko untuk meminta informasi dari lapangan. Kontak person perwakilan orang tua korban atas nama Bapak Hendri (0341-712671).yang menjabat sebagai ketua RW di lingkungan Jl. Danau Ranau. Pukul 10.30 WIB Komunikasi dengan lapangan untuk memantau lapangan via Ampelgading (Pak Soder). Dilaporkan pencarian dan penyisiran di areal Pantai Tamban – Sendang Biru dengan hasil masih nihil. Pukul 11.14 WIB Komunikasi dari Tamban melalui Tim SATGANA PMI (Pak Eko) menginformasikan kebutuhan yang diperlukan oleh tim pencari adalah bensin dan olie samping untuk mesin 2 tak yang akan digunakan untuk operasional 4 perahu nelayan dalam proses pencarian. Posisi Tim Satgana dan tim pencari berada di Pantai Tamban dan sedang melakukan pencarian dan penyisiran di laut dan darat. Pukul 11.17 WIB Pihak Rektorat Unibraw merapat ke Posko Bravo Tenda, dan mengusahakan kebutuhan bensin dan olie untuk dibawa menuju ke Tamban. Yang berangkat 5 personil, masing-masing 3 orang dari rektorat dan 2 orang dari IMPALA UNIBRAW. Pihak rektorat mengusahakan kendaraan operasional untuk menuju ke lokasi, untuk memberangkatkan personil dari posko Bravo Tenda menuju ke Pantai Tamban. Pukul 11.39 WIB Informasi dari Pak Agus, penyisiran oleh tim SAR ke arah timur dihentikan karena arus laut besar. Posisi rescue 202 (pak Yuane) masih berada di tengah laut. Pukul 11.50 WIB Informasi dari Pak Hendri (tetangga Steven), Ketua RW Jl. Danau Ranau dengan nomer kontak 0341-713484. Menurut petunjuk secara supranatural (Pelita Harapan Sejati) menyampaikan bahwa posisi korban sedang pingsan dan berada di arah barat – utara dari lokasi terjadinya musibah. Pukul 12.00 WIB SRU laut dengan 4 buah kapal melakukan penyisiran ulang. Pukul 12.29 WIB Paman Felix (Pak Wijaya) menghubungi posko untuk mencari informasi perkembangan pencarian. Alamat Pak Wijaya di Jl. Mangunsarkoro (Boldi) No. 3 nomor telpon 0341-323394. Pukul 13.00 WIB SRU laut kembali ke posko dengan hasil pencarian nihil. Sementara SRU darat juga kembali ke posko dengan hasil nihil pula. Semua personil istirahat sebentar, melakukan evaluasi dan briefing untuk pencarian selanjutnya. Pukul 13.08 WIB Hasil penyisiran pada arah barat – utara sesuai informasi dari Pak Hendry ternyata nihil. Tidak ada tanda-tanda korban. Pukul 13.24 WIB Tim pencari yang dikomando Pak Sulyono dan tim penyelam masih melakukan penyisiran, dan rencana akan tetap dilanjutkan sampai sore. Bila hasilnya masih nihil, pencarian akan dilanjutkan besok pagi. Pukul 13.32 WIB Tim dari rektorat sudah sampai di lokasi dengan membawa bahan bakar dan olie untuk operasional lapangan. Penyelaman tim pencari akan melanjutkan sore ini. Pukul 14.00 WIB Paman Felix (pak Wijaya) menghubungi posko untuk mencari informasi perkembangan pencarian SRU darat melakukan penyisiran ulang di lokasi. Pukul 14.15 WIB Pihak rektorat sampai di posko bravo tenda. Meminta informasi perkembangan dari Pak Ulin yang ada di Pantai Tamban. Personil yang berada di posko untuk hari ini tidak usah menuju ke lokasi karena sudah dikendalikan oleh tim di lapangan. Pukul 14.26 WIB Menurut informasi Pak Heri (secara supranatural), posisi satu korban berada di arah timur mercu suar sejauh 1-3 mil, 2 korban berada di arah utara sejauh 1-5 mil dan satu korban lagi berada di arah barat dan kemungkinan tersangkut di tebing (kondisi di lapangan ternyata terdapat areal batu karang dan beberapa personil stand by di lokasi tersebut). Dan informasi ini kemudian dicocokkan dengan tim di lapangan dan akan segera dilakukan pencarian sebelum magrhib. Pukul 14.30 WIB SRU laut melakukan penyisiran kembali. Pukul 15.00 WIB Posko pemantauan di Malang dialihkan dari Posko Tumbal Negara menuju ke Posko Bravo Tenda (IMPALA UNIBRAW). Dan semua aktivitas pemantauan di lapangan dilakukan dari posko Bravo Tenda. Pukul 15.10 WIB Jumlah personil yang terlibat di lapangan diperkirakan kurang lebih 50 orang yang terdiri dari elemen Polres Malang, Malang Emergency Rescue, SAR Mahameru, KSR, Satgana PMI. Saat pelaksanaan operasi penyisiran laut, tiap kali putaran operasi memberangkatkan 3 buah perahu yang memuat kurang lebih 7 personil masing-masing perahu. Pukul 15.41 WIB Penyisiran dilakukan dari posisi kejadian di sekitar mercusuar menuju ke arah barat dengan mengerahkan 1 regu penyisiran darat dan 1 regu penyelam. Pukul 16.15 WIB Semua SRU darat dan Laut diperintahkan untuk ditarik kembali ke posko dengan hasil pencarian yang masih nihil. Pukul 16.50 WIB Regu penyelam ditarik dengan hasil pencarian nihil dan tim darat (KSR dan SAR Mahameru) masih melakukan pencarian. Pukul 17.00 WIB Semua personil ditarik dari lapangan untuk istirahat dan pencarian akan dimulai lagi besok pada tanggal 3 Oktober 2005 mulai pukul 08.00 WIB Kebutuhan untuk penyisiran laut besok adalah 2 kaleng olie 2T dan 120 liter besin. Pukul 18.00 WIB Tim kedua yang terdiri dari 7 personil berangkat dari posko Bravo Tenda menuju ke lokasi. Pukul 19.00 WIB Tim kedua masih dalam perjalanan dan melakukan istirahat sebentar. Pukul 19.50 WIB Tim kedua tiba di lokasi dan segera bergabung dengan tim advance yang sudah ada di sana. Pukul 20.05 WIB Evaluasi dan briefing kegiatan yang diikuti oleh semua personil di posko. Pukul 21.32 WIB Bravo Tenda menanyakan perkembangan kegiatan ke posko Tamban dan diterima oleh Pak Suliyono (Rescue 24). Hasil koordinasi tim di lapangan, Agustinus Teja sebagai koordinator kegiatan dan Yohanes sebagai operasional SAR. Pergerakan untuk penyisiran besok dilakukan dalam 7 SRU yang terdiri dari 3 buah perahu karet (dari AL Satgana) dan 3 speed boat dari SAR Brimob). Tanggal 3 Oktober 2005 Pukul 06.30 WIB Tim melakukan sarapan pagi. Pukul 06.45 WIB Tim melakukan briefing dan koordinasi sebelum berangkat melakukan penyisiran. Pukul 07.00 WIB Penyisiran dilakukan, dan menemukan korban pertama yaitu FX Indra Beny, dengan alamat di Argotirto Lawang. Korban memakai celana jeans ¾. Ditemukan di Pantai Tamban (Tambakrejo), kurang lebih 200 m di depan posko SAR. Kondisi korban kulit muka agak bengkak, kulit mengelupas dankulit lengan kanan juga mengelupas. Korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR Mahameru dan Satgana PMI. Pukul 08.30 WIB Ditemukan dua korban lain, yaitu Franciscus Dony (21 th) dengan alamat di Jl. Semeru 51 dan Steven Setyanto (19 th) (diakhir, ini diketahui sebagai Felix) dengan alamat di Jl. Danau Ranau Gg. 3 no. 4 Malang. Korban yang ditemukan kondisinya terlentang dan yang satunya miring. Korban satunya tidak memakai pakaian (F. Dony) dan yang satunya hanya mengenakan celana pendek warna merah bergambar bunga. Korban Dony kondisinya bola mata lepas, rambut hilang hampir setengah bagian, kepalanya retak dan kulitnya banyak yang mengelupas. Sementara kondisi korban Steven (diakhir, ini baru diketahui sebagai Felix) adalah daun telinga kirinya sebagian hilang, kulit mengelupas dan bola mata terlepas. Mereka berdua ditemukan di persimpangan kurang lebih berjarak 700 m dari posko. Proses evakuasi dilakukan oleh tim SAR Mahameru, Satpol Airud AL dan masyarakat setempat. Pukul 09.00 WIB Tiga orang korban dievakuasi menuju jembatan kampung dan selanjutnya dibawa oleh Satgana PMI menuju ke RSSA. Pukul 09.49 WIB Laporan dari lapangan masih terus menyisir (6 kapal) dan belum ada perkembangan, hasil nihil. Informasi dari Posko Tamban dengan operator Pak Soder. Pukul 10.01 WIB Hasil penyisiran yang dilakukan oleh 6 perahu masih nihil. Pukul 10.29 WIB Dua ambulance Satgana PMI tiba di Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang dengan membawa 3 jenazah korban yang sudah ditemukan. Pukul 10.48 WIB Dua ambulance Satgana meninggalkan RSSA dan kembali menuju ke Posko Tamban. Pukul 11. 09 WIB Dua perahu yang melakukan penyisiran laut kembali merapat dengan hasil nihil. Pukul 11.20 WIB Informasi dari RSSA, keluarga korban tidak bersedia jika jenazah harus diotopsi, sehingga tim SAR yang ada di RSSA menghubungi Posko Bravo Tenda untuk menghubungi Kapolsek Sumbermanjing Wetan guna konfirmasi lebih lanjut. Pukul 11.25 WIB Sdr. Daeng Sutrisno menghubungi Kapolsek Sumbermanjing Wetan untuk menginformasikan berita dari RSSA. Hasilnya pihak Kapolsek Sumbermanjing Wetan masih menunggu konfirmasi dari atasan. Pukul 12.00 WIB Informasi dari Posko Tamban, 2 perahu masih menyisir, 2 perahu yang lain istirahat bersama kru yang lain. Keadaan personil SAR dalam keadaan baik.Hasil penyisiran sampai pukul 12.00 WIB masih nihil. Pukul 12.20 WIB Delapan orang personil dari SAR Mahameru melakukan penyisiran darat di sepanjang tepi Pantai Tamban. Pukul 12.35 WIB Saat melakukan penyisiran, ada kapal yang menyuruh semua anggota tim kembali ke posko karena korban sudah ditemukan. Pukul 12.40 WIB Seluruh personil tiba di posko dan menunggu korban yang sudah ditemukan. Pukul 13.15 WIB Korban ditemukan oleh perahu dan sebagian personil membantu mengevakuasi korban. Ini adalah korban terakhir yang diketemukan. Korban terakhir adalah Felix (diakhir, ini diketahui sebagai Steven). Pukul 13.22 WIB Informasi dari Soder, Pihak keluarga yang bergabung di lokasi kejadian, menyatakan korban bukan Felix. Pukul 13.30 WIB Posko Tamban meminta informasi kejelasan tentang ketiga korban yang sudah berada di RSSA. Hasilnya pihak RSSA dan keluarga korban yang ada di sana menyatakan bahwa identifikasi ketiga korban sudah betul. Jadi dipastikan bahwa korban terakhir yang ditemukan bisa dipastikan adalah Felix Hartanto. Pukul 13.55 WIB Tim Satgana membawa satu jenazah membawa posko tamban menuju ke RSSA. Pukul 14.47 WIB Tim Satgana sampai di RSSA dengan membawa satu jenazah. Pukul 15.00 WIB Rombongan SAR Gabungan meninggalkan posko tamban dan kegiatan operasi SAR dinyatakan selesai. Pukul 15.30 WIB 3 jenazah sampai di Universitas Brawijaya dan prosesi serah terima jenazah dari pihak universitas kepada pihak keluarga dilakukan. Prosesi ini ditutup dengan do’a bersama. Pukul 16.00 WIB Jenazah diberangkatkan dari Universitas Brawijaya menuju ke rumah keluarga masing-masing. ~opet~ ================ Terimkasih kepada rekan "Opet Vidiawan." [EMAIL PROTECTED] atas izin pengkutipannya. Avignam Jagat Samagram!!! ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> AIDS in India: A "lurking bomb." Click and help stop AIDS now. http://us.click.yahoo.com/DGdbQD/lzNLAA/xGEGAA/5HyolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> 25 Juni 2005: 2 Tahun IndoFirstAid.com ======================================= Donatur IndoFirstAid melalui Bank BNI cab UGM Yogya 0038436942 A/n. Yudhistira O. Kirimkan pesan melalui [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indofirstaid/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

