Dear All,
 
Mengomentari info di bawah ini, saya tertarik. Karena setelah saya ikuti perkembangan di luar negeri (terutama di Eropa) ternyata Guidelines 2005 untuk CPR (dan Life Support) menyebutkan rasio yang dipakai adalah 2:30. Untuk alasannya saya juga sedang mempelajari hal itu. Nanti kalau ada perkembangan lagi saya beritahu kemudian. Setuju dengan pendapat Bro Yudhis, kenapa di Indonesia tidak ada departemen yang mengatur hal itu? Meskipun masih nyontek standar luar negeri, namun alangkah baiknya jika Indonesia bisa mengatur sendiri. Kemana saja para dokter dan tim medis lainnya di negeri kita? Jangan hanya mengutamakan "materi" sedangkan jasa seperti ini tidak diperhitungkan?
Semoga bisa dipertimbangkan!!!
 
Salam,

yudhis97 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Untuk Resusitasi Jantung Paru (CPR) apakah basic life support (bantuan
hidup dasar) atau advance life support (dipakai di kursus tenaga medis
sepertii acls, pals, dsb) yang dipakai dasar adalah Guidelines 2005 for
Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) and Emergency Cardiovascular Care
(ECC) yang biasa disingkat Guidelines 2005 hanya saja sebagai panduan.
panduan ini ini diterjemahkan ke jurnal ilmiah kursus2x dan buku
referensi.  Jadi belum berlaku di indonesia, ini yang bikin masalah
tidak adanya semacam Dewan Resusitasi kayak ERC di eropa yang
anggotanya juga punya dewan resusitasi nasional yang mengatur karena
resuitasi itu multidisiplin. kalau ada seperi Yayasan Jantung Indonesia
maka harus diberi kewenangan dan dasar hukum yang kuat oleh Pemerintah
supaya menjadi lembaga regulator CPR. 
Jadi kalau di indonesia ada bisa diistilah CPR "konvensi" , misalnya
dokter bedah, dokter anestesi, dokter jantung, dokter anak  dsb memakai
CPR baru maka kita akan mengikuti karena belum ada otoritas kesehatan
dan keselamatan yang mengatur dan membuat panduan, kalo diserahkan ke
IDI bisa nggak ya?  Bapak, ibu yang ada di birokasi kesehatan, bisa
diperjuangkan...

Kalo di Indonesia CPR kebanyakan masih Guidelines 2000 sudah banyak
dipakai di kursus2x kegawat daruratan dan keselamatan misalkan
pelatihan dokter dan perawat sudah memakai di ACLS, organisasi2x kan
banyak yang make kalo nggk salah pelatihan medical first responder 
untuk awam terlatih yang diselengarakan dan disebarluaskan agd 118,
PMI, basarnas sudah memakai Guidelines 2000 (yang didanai usaid)
Kembali kemasalah rasio CPR menurut Guidelines 2000 adalah 2:15 dengan
ritma 100/menit untuk 1 dan 2 orang klao dulu kan 2 penolong memakai
1:5.  Sekarang dengan dikeluarkan Guidelines 2005 rasionya 2:30.
Untuk download  Guidelines 2000
http://circ.ahajournals.org/content/vol112/24_suppl/ (AHA)
http://erc.edu (erc)
Pada seksi basic life support ya...
Maaf ya kalau panjang banget kalo mau membaca kenapa ada standar
Guidelines 2000 bisa dilihat di situs kita http://indofirstaid.com atau
http://health.groups.yahoo.com/group/indofirstaid akan lebih panjang
lebar di situ...







Yahoo! DSL Something to write home about. Just $16.99/mo. or less

---------------------------------------------------
Kirimkan pesan melalui [email protected]
Forum Diskusi http://forum.indofirstaid.com
Lowongan Kerja http://loker.indofirstaid.com
Pasang Iklan  http://iklan.indofirstaid.com
Iklan Baris http://iklanbaris.indofirstaid.com

Bantu kami menjalankan IndoFirstAid.com melalui
Bank BNI Cab UGM Yogya 0038436942 A/n. Yudhistira O.
Bank BCA KCP Mangkubumi 1260440850 A/n. Yudhistira O.




SPONSORED LINKS
Health and wellness Health wellness product Health and wellness program
Health promotion and wellness Health and wellness promotion Business health wellness


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke