Bagi yang belum tahu Peter Safar, ia adalah guru besar  bidang resusitasi di 
University of Pittsburgh, jika membaca situs2x luar negeri ia dijuluki "the 
father of CPR".  
Selain CPR dan metode ABCnya banyak penelitian dan temuannya yang dipakai di 
pada bidang kesehatan.  Salah satunya adalah manikin/boneka CPR, Ruang 
Perawatan Itensive (ICU),ambulan pertama dengan standar
life support dll.  Selama hidup ia menulis 1300 paper, 600 abstrak,
and 30 buku.
Kemudian kenapa Peter Safar tidak pernah dapat Nobel? Sebenarnya ia 3 kali 
menjadi nominator nobel kesehatan/kedokteran tapi tidak pernah meraihnya.
Ada rumor yang beredar diinternet ini bermula dari masa lalunya, ia sebenarnya 
adalah keturunan campuran Austria dan Yahudi.  Karena Karl ayahnya seorang 
dokter ahli spesialis mata menolak menghormati hiltler dan partai nazi yang 
"menguasai" Austria, ayah dan ibunya dipecat dari pekerjaan sebagai dokter.  
Tidak itu saja ia menjalani kerja paksa, ia menjadi tentara penjaga kota, 
terkena tuberkulosis, ditolak masuk fakultas kedokteran karena berdarah yahudi. 
 Dari sini tumbuh kesadarannya bahwa tidak ada bangsa yang lebih unggul dari 
lain, seperti diketahui dogma nazi adalah menjadi ras anglo/aria lebih unggul 
dari ras lain.
Setelah lulus dari University of Vienna ia sebenarnya sudah ditawari beasiswa 
dan kewarganegara amerika oleh komunitas yahudi, tapi ia menolaknya karena 
keyakinan tidak ada lebih unggul dari ras lain termasuk yahudi. Ia berjuang 
sendiri datang ke amerika dengan visa pelajar sampai ia menjadi warga negara 
amerika.  Hal ini mungkin menyebabkan ia tidak pernah mendapatkan nobel, 
seperti diketahui lobi komunitas ilmuwan yahudi sangat kuat.
Ini mungkin rumor yang kami peroleh dari internet kebenaran memang tidak bisa 
bisa dipertanggung jawabkan. Peter Safar meninggal pada 3 Agustus 2003 pada 
usia 79 tahun, sesuai aturan nobel bahwa seorang yang sudah meninggal tidak 
bisa menerima nobel.  Memang sering kontroversi dalam pemberian nobel misalnya 
tentang siapa yang berhak atas nobel atas penemuan DNA.
Sampai meninggal ia mengaku bahwa ia orang austria bukan orang yahudi, namun 
komunitas yahudi mencatat beliau sebagai tokoh ilmuwan yahudi setelah ia 
meninggal (mungkin mereka menyesal ya?).
Dari sini mungkin ada hikmahnya bahwa tidak semua orang yahudi itu jahat 
(stigmatisasi), tapi ada sekelompok orang ber ras tertentu (baca:yahudi) yang 
bisa mengatur dunia mungkin ada benarnya.
Semoga bisa mencerahkan, untuk referensi silahkan mencari tentang Peter Safar 
di google.  Jika ada yang ditambahkan atau didiskusikan silahkan direplay.




Kirimkan pesan melalui [email protected]
Donasi Bank BCA KCP Mangkubumi 1260440850 A/n. Yudhistira O.
Pemasangan Iklan silahkan hubungi [EMAIL PROTECTED]
====================================================
http://bisnisiklan.com/?id=indo1aid
Pasang Iklan di bisnisiklan dapatkan keuntungan masuk rekening anda.
Pemasangan Iklan silahkan hubungi [EMAIL PROTECTED]
=====================================================
http://indofirstaid.com/adsense
Punya situs atau blog pasang Google Adsense dan dapatkan pemasukan dari tulisan 
anda . (Pendaftaran Gratis)
===================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indofirstaid/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke