Salam Kemanusiaan,
Aku setuju sekali, yang namanya relawan selalu berpikir dan bertindak bagaimana membantu korban bencana sehingga mereka minimal dapat diselamatkan hidupnya. Dan yang menilai itu semua Allah SWT bukan si pembuat penghargaan. Kepuasan kita sebagai relawan pun dapat kita nilai sendiri apabila orang yang kita tolong dapat selamat hidupnya gitu lho.
Untuk teman2 relawan PMI yang bertugas di Aceh lalu salam kangen semua, rasanya baru kemarin aku pulang dari sana, udah pingin ketemu lagi, karena kebersamaan kita sebagai relawan adalah penghargaan yang paling tinggi buat saya
Hidup relawan, hidup PMI tetap terus maju , terus berkarya demi kemanusiaan
Anwar Sadat
PMI Bontang kaltim
Felix Valentino <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Felix Valentino <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Salam Kemanusiaan,
Buat teman2 yg merasa dirinya menjadi seorang relawan baik itu dr PMI atau pun dari institusi lainnya. Ada satu hal mungkin ini hanya sebuah saran saja dari saya. Ketika kita mengaku bahwa diri kita seorang relawan, berarti kita harus benar2 memahami arti dr relawan itu sendiri. Menjadi seorang relawan memang tidaklah mudah, melainkan harus dari diri kita sendiri, panggilan jiwa bukan karena unsur paksaan ataupun kepentingan diri sendiri maupun organisasi semata. Bahkan tdk luput terkadang kita mengalami dilema dalam pengambilan keputusan hidup kita sendiri utk menjadi seorang relawan. Tingkat distressing menjadi seorang relawan sangatlah tinggi, ini terjadi apabila kita belum memahami arti dari relawan itu sendiri. Relawan tidak luput dari caci maki, amarah, bahkan ancaman dari marah bahaya. Klo menurut saya apalah arti satya lencana yg diberikan bpk presiden klo kita sendiri tidak memahami arti dari relawan itu sendiri. Satya lencana hanyalah penghargaan semata, tapi coba kita pikirkan lebih dalam lagi. Penghargaan yg terbesar hanya diberikan oleh Tuhan, kita sebagai relawan sudah memberikan pengorbanan hidup dan waktu kita utk mjd relawan itu merupakan amalan yg tak ternilaikan dan yg bisa menilai hanyalah Tuhan saja. "Apa yg kita tanam itu pula yg kita tuai..." Masih sangat jelas ingatan saya pada kalimat ucapan dari salah satu mantan presiden amerika serikat, dan kalimat yg beliau ucapkan ini menjadi pedoman saya menjadi seorang relawan. Kalimat ucapan beliau seperti ini kurang lebihnya, "Don't You ever ask what will country give to you, but ask your self what will you have done to your country..."
Jadi menurut saya, tidak perlulah kita iri hati, dendam, marah, kecewa, frustasi, dll. Yang harus kita perbuat saat ini, yaitu kita tunjukkan bahwa kita tunas2 relawan punya semangat, punya jiwa & rasa peduli sosial kemanusiaan, punya ide & solusi guna menolong sesama manusia yang mengalami bencana ataupun musibah. Kita tidak perlu lagi meributkan permasalahan penghargaan, mari kita berlomba2 untuk dapat mengurangi beban bencana yg dihadapi oleh warga korban bencana. Selain itu pula tidak lupa, utk dapat menjadi seorang Relawan Sejati kita harus senantiasa belajar menimba pengetahuan yg berkaitan dengan pertolongan kepada korban bencana. Akhir kata saya ingin menyampaikan satu pertanyaan utk kita semua para relawan kemanusiaan, "SUDAH SIAP KAH KITA MENJADI SEORANG RELAWAN SEJATI...???"
kaharuddin al <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Teman-teman relawan PMI yang terhormat..Tahun lalu saya pernah dikirimi proposal/profil tentang RPI bahkan pernah berdialog dengan salah seorang pendiri mereka UCOK sewaktu di Banda Aceh, jadi sedikit banyak saya tau apa dan siapa mereka.Satu hal yang saya pahami sepertinya ada kekecewaan di dalam diri mereka, tidak puas dengan sistim ato tidak diperhatikan keberadaannya ( apakah mungkin mereka biang kerok ? ) ato juga ada udang diatas piring ( ga nyambung...) Politik.........Yang saya ketahui tentang mereka : maaf ya...beribu maaf ! Sombong, merasa hebat dan angkuh. Tapi tidak bisa dipungkiri mereka CUKUP gesit. Tapi apakah mereka MEMANG benar2 gesit ato hanya DOMPLENG di PMI, saya ga ngerti....
Mengenai Penghargaan dari Mr. President, saya juga kecewa dengan Beliau, kenapa RPI yang tumbuh setelah hujan mendapatkan penghargaan sedangkan PMI udah Karatan masih aja dipandang sebelah mata. obviously thats not fair. ( Sepertinya panitia perlu dikirimi agen2 KPK)
Saya setuju kita semua tidak mencari penghargaan, melainkan ketenangan dan kepuasan hati, sebagai sesama insan kita masih mampu membantu walaupun sebenarnya kita masih memerlukan bantuan. Hanya saja tidak tidak senang jika ada yang memanfaatkan kerja keras kita.
Lebih baik kita mengambil hikmahnya saja lah......At Least we know who & what kind of people we dealing with.Loss Some, Win Some....we may loose the beatle but we win the war..hopefullyTo Mr. Nursalam and all Indonesian Red Cross members, lets we hold to each other, hand to hand and find out the solution.Sekali PMI tetap PMI....God Bless Us
mithun cakraborti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Salam kemanusiaan,Melihat daftar penerima penghargaan Satya Lencana Kebaktian Nasional dari Presiden nampaknya terdapat kejanggalan sebagai berikut :1. Penerima penghargaan dibuat seolah-olah adalah RPI (organisasi apaan nih..?) dan tidak melalui koordinasi PMI. Karena yang dinamakan Relawan PMI pasti institusinya adalah Palang Merah Indonesia, dan itu tercantum dalam AD/ART PMI. RPI memotong di tengah jalan ya?2. Dari daftar tersebut hanya 109 orang sedangkan Relawan PMI yang berangkat ke Aceh (Kalau itu salah satu kriterianya) dari seluruh Indonesia lebih dari 2000 orang. Dari Jawa Barat saja sudah kurang lebih 270 orang. Lho... kami dari daerah gak dihargai?? Pasti ada yang memanfaatkan momentum ini, RPI ngerasa nggak??Sebaiknya penghargaan itu kolektif kalau tidak akan memberikan kepada semua relawan PMI walaupun kita semua tahu bahwa kita bekerja untuk kemanusiaan bukan untuk penghargaan, begitu kawan?3. Dari daftar tersebut semua relawan mewakili intitusinya seperti TNI, Departemen, kedutaan, Polri, sedangkan Relawan PMI kok dari RPI bukan dari PMI. Ngaco!!!4. Pada pemberitaan di Tabloid Relawan Peduli Insani (terbitan RPI) pada tulisan dan wawancara seolah-olah Relawan yang menjadi bahasan adalah Relawan dari RPI bukan dari PMI.Kami selaku relawan PMI merasa hal ini adalah sebuah kemunduran, dimana Relawan PMI secara tidak sadar dibawa pada potensi perpecahan dari kesatuan dan kebersamaan di bawah naungan PMI.Terima KasihAmiRelawan PMI![]()
Yahoo! Mail
Bring photos to life! New PhotoMail makes sharing a breeze.
Yahoo! Mail
Use Photomail to share photos without annoying attachments.
Yahoo! Mail
Bring photos to life! New PhotoMail makes sharing a breeze.
Kirimkan pesan melalui [email protected]
Donasi Bank BCA KCP Mangkubumi 1260440850 A/n. Yudhistira O.
Pemasangan Iklan silahkan hubungi [EMAIL PROTECTED]
====================================================
http://bisnisiklan.com/?id=indo1aid
Pasang Iklan di bisnisiklan dapatkan keuntungan masuk rekening anda.
Pemasangan Iklan silahkan hubungi [EMAIL PROTECTED]
=====================================================
http://indofirstaid.com/adsense
Punya situs atau blog pasang Google Adsense dan dapatkan pemasukan dari tulisan anda . (Pendaftaran Gratis)
=====================================================
SPONSORED LINKS
Health and wellness Health wellness product Health and wellness program Health promotion and wellness Health and wellness promotion Business health wellness
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "indofirstaid" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
- [indofirstaid.com]: Penghargaan Satya Lencana Kebaktian ... mithun cakraborti
- [indofirstaid.com]: Re: [palangmerah] Penghargaan S... kaharuddin al
- Re: [indofirstaid.com]: Re: [palangmerah] Pengh... Felix Valentino
- Re: [indofirstaid.com]: Re: [palangmerah] P... anwar sadat
Kirim email ke

