Dear all,
Please check our report on the latest disasters situation around
Indonesia’s provinces. We will keep updating the info and send you the report. All of these information we got it directly from the Institutes which work there, such as : Department of Social, Pramuka/National Scout, PMI, Hospital Staff, Local NGOs, and Others.We hope that this report will be useful to support your work.
Regards,
MPBI Information and Communication Centre
Website            : www.mpbi.org (Please check our website)
Phone/Fax        : 021-3147321, 3103535
SMS/Hotline   : 021-93220102
CP                   : Aminuddin (081574887736),
                          Yuniarti (08176704518), and
                          Sylva (081315220961)
Note                 :
We receive any kind of relief and donation for the victims of Tsunami, Drought and Earthquake. Through MPBI account No, as this following :
Bank Niaga, branch Jatinegara
Attn. Perkumpulan Masyarakat Penanggulangan Bencana
          Indonesia
Account No.
(for dollars)   : 025-02-00445-00-3
(for Rupiahs) : 025-01-00220-00-3
**************************************************************
INFO TERKINI MERAPI, PASKA GEMPA & BERITA LAINNYA
Volume 63/Kamis, 3 Agustus 2006 (15.00 WIB)
 
A. Informasi Paska Tsunami Pangandaran-Jawa Barat
1.      Global Rescue Network (GRN) :
Saat ini GRN telah menarik relawan mereka di lapangan. Assesment  kebutuhan warga tetap dilakukan. Saat ini nelayan di Pangandaran sangat membutuhkan perahu dimana dari 6000 perahu, yang rusak mencapai 5000 perahu beserta jaring yang ada di dalam perahu. Perahu-perahu tersebut rata-rata terbuat dari fiber glass yang apabila rusak berat tidak dapat diperbaiki lagi dan harus membuat perahu baru. Harga rata-rata perahu tersebut Rp. 10 juta rupiah, sedangkan jaring harganya mencapai 30 juta dimana pada setiap musim ikan digunakan jaring khusus sesuai jenis ikan yang akan ditangkap. Satu-satunya yang selamat yaitu mesin perahu karena selalu dibawa pulang setiap selesai melaut. Oleh karena itu perlu adanya bantuan dari pemerintah maupun pihak-pihak terkait untuk membantu memperbaiki kondisi perahu nelayan Pangandaran agar mereka dapat kembali beroperasi dan dapat menghidupi kebutuhan mereka secara mandiri. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi : Fredy Sutrisno/Kordinator Misi GRN : 0818161811075
 
2.      Posko Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Pangandaran
Saat ini Walhi sedang melakukan pendataan mengenai rekonstruski di Cijulang, Pangandaran, dan Parigi. Berdasarkan evaluasi Walhi Jawa barat : tingginya korban karena disamping aspek besarnya gelombang tsunmai juga kurang tertatanya ekosistem Pantai Selatan dimana terdapat wilayah yang rentan terkena gelombang besar justru banyak dihuni penduduk. Misalnya di Cimerak dan Bulak Banda. Disana masyarakat kurang terlindungi dari ancaman gelombang tsunami karena tidak adanya sabuk hijau pemecah gelombang. Pada umumnya warga waspada terhadap bahaya tsunami seperti penyusutan air dan suara gemuruh yang menjadi pertanda tsunami. Seringkali pemberitaan mengenai gempa susulan di Selatan Jawa menimbulkan kepanikan terhadap warga yang masih mengalami trauma terhadap laut. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi ; Posko Walhi Pangandaran : 0265-631725
 

B. Informasi Karangateng Terkini
1.  ESDM 
     Kegiatan Vulkanik tanggal 3 Agustus pkl 00.00 - 06.00 WITA. 
     (www.esdm.go.id)
 
  • Pengamatan secara visual teramati leleran lava ke K. Batuawang sepanjang 500 m dan ke K. Keting 500 m dan 750 m. Guguran lava pijar terjadi dari ujung leleran lava ke K. Batuawang, K. Kahetang dan ke K. Keting dengan jarak antara 500 - 1000 m.
  • Suara gemuruh jarang terdengar, sedangkan suara guguran lava sesekali terdengar tidak menerus.
  • Rekaman seismograf analog PS-2 dan Datamark LS-7000 merekam gempa-gempa : tremor vulkanik dengan amplituda maksimum 0.5 - 8 mm, gempa hembusan 33 kejadian, dan 5 kali gempa guguran.
  • Pengukuran Deformasi dengan metoda EDM (Electronic Distance Measurement) tanggal 3 Agustus 2006 dibandingkan dengan hasil pengukuran pada tanggal 2 Agustus 2006 terjadi deformasi pemanjangan (deflasi) sebesar 2 mm.
 
Sehubungan dengan status "AWAS" tersebut, direkomendasikan :
a.   Agar penduduk meningkatkan kewaspadaannya terhadap bahaya awan panas guguran dan guguran lava pijar. Masyarakat agar tidak  mendekati kawah dan sepanjang aliran K. Batuawang, K. Kahetang, K. Keting, K. Bahembang, K. Batang, K. Beha timur, dan K. Nanitu. Kampung-kampung atau Kelurahan yang berpotensi terancam awanpanas adalah: Kepulauan. Bebali, Kepulauan. Dame, Kepulauan. Karalung, Kel. Tarorane, dan Kel. Tatahaden
b.   Agar Pemerintah Daerah mengambil langkah-langkah pengungsian penduduk bilamana diperlukan, terutama di malam hari.
c.   Pada musim hujan masyarakat yang tinggal disepanjang aliran sungai agar  tetap waspada terhadap bahaya sekunder berupa aliran lahar.
d.   Masyarakat agar mengikuti semua petunjuk yang diberikan oleh Pemerintah Daerah dan selalu berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Karangetang di Desa Salili, Kecamatan Siau Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan/atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, di Bandung.
 

C.  Informasi Merapi Terkini
1.   Pos Pengamatan Gunung Merapi (PPGM) Kaliurang
      Informasi  : Bp. Heru/Staff PPGM (0274-895209)
      Perkembangan aktifitas Gunungapi Merapi 3 Agustus 2006
 
·        Berdasarkan pengamatan visual pada tanggal 3 Agustus 2006 pkl. 00.00 s.d.06.00, cuaca puncak G. Merapi pada pagi hari umumnya tertutup kabut tetapi kadang-kadang tampak sebentar. Asap solfatara bewarna putih tebal, tekanan lemah, tinggi atap maksimum 100 m, teramati dari Pos Selo pada pukul 05.30 WIB. Guguran lava pijar teramati masuk ke hulu K. Gendol sebanyak 22 kali dengan jarak luncur maksimum 1 km, teramati dari pos Kaliurang. Awan panas tidak terjadi.
·        Hasil rekaman seismograf tercatat gempa guguran sebanyak 37 kali, gempa tektonik 3 kali, sedangkan gempa vulkanik, gempa MP, dan awan panas tidak terjadi.
·        Aktivitas kegempaan hanya didominasi oleh guguran lava. Guguran lava yang terjadi masih pijar, energi guguran cenderung menurun. Pada tanggal 2 Agustus 2006 terjadi gempa tektonik terasa sebanyak 3 kali pada pukul 09.13 WIB, 11.01 WIB, dan 15.35 WIB; gempa tersebut tidak berpengaruh terhadap aktivitas G. Merapi.
·        Sehubungan dengan status SIAGA, maka direkomendasikan:
a.   Agar wilayah di sepanjang alur K. Gendol, K. Boyong, K. Krasak, dan K. Sat dalam radius sampai dengan 6 km dari G. Merapi di dalam jarak 300 meter dari tebing alur sungai tersebut di atas tetap dikosongkan karena masih berpotensi terancam awanpanas.
b.  Agar menghentikan semua kegiatan masyarakat (penambangan pasir, bertani, berkebun, beternak, pendakian ke puncak, dan sebagainya), di dalam dan di sekitar alur sungai yang berhulu di G. Merapi dalam radius 6 km.
 
2.   Pos Pengamatan Gunung Merapi (PPGM) Kaliurang :
Laporan Merapi tanggal 3 Agustus 2006 pukul 00.00-06.00 WIB :
Cuaca cerah pada pagi hari, solfatara putih tebal terlihat dengan ketinggian 100 m, guguran lava pijar terjadi 22 kali menuju ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur maksimal 1 km. Berdasarkan data seismograph : gempa guguran lava terjadi 37 kali, gempa tektonik tiga kali pada pukul 09.13, 09.33, dan 09.35 dengan skala sekitar 3 SR dan tidak berpengaruh terhadap akitivitas Merapi. Energi relatif menurun. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi : Staff PPGM Kaliurang : 0274-895209
 
 
 
 
D.  Berita Lainnya
1.   Kebijakan Pemerintah
       Jakarta, di tahun 2006 ini, 84 Kabupaten/Kota mengajukan anggaran bencana alam ke pemerintah pusat yang mencapai Rp. 2.6 triliun. Salah seorang anggota Panitia Anggaran DPR, yang menunjukkan dokumen anggaran tersebut mengatakan bahwa ada juga beberapa daerah yang belum pernah mengalami bencana mengajukan anggaran ini, antara lain : Kabupaten Prolinggo (Jawa Timur) dan Cimahi (Jawa Barat), sementara wilayah lainnya yang mengalami bencana, seperti Sinjai (Sulawesi Selatan) atau Tarutung (Sulawesi Utara), tidak tertulis dalam daftar tersebut. DPR telah mengkonfirmasikan dana yang tersedia untuk bencana alam, yakni Rp 1.7 triliun, sedangkan yang telah terpakai sebesar Rp 30 miliar. (KORAN TEMPO, 3 Agustus 2006)
      Surabaya, Pemerintah Kota Suarabaya telah menginisiatifkan Satlak PBP untuk melakukan koordinasi antara berbagai kalangan untuk bekerjasama dalam mengatasi bencana. Pemkot Surabaya telah menyediakan makanan, obat-obatan, tenda, dan perlengakapan dapur serta peralatan lainnya, sebagai persiapan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. Pemkot juga menjalin kerjasama dengan instansi lainnya, seperti BMG dan ITS, dalam melakukan simulasi bencana dengan warga, seperti evakuasi dan pengobatan. (KORAN TEMPO, 3 Agustus 2006)
         
 
2.   Gempa
      Nusa Tenggara Barat, Gempa bumi berkekuatan 6.1 SR  mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB), tadi malam. Gunvangan juga terasa hingga ke Pulau Sumbawa, NTB, Denpasar dan Bali. Berdasarkan keterangan analis Geofisika Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Ferry, gempa terjadi pukul 21.45 wib atau 22.45 wita. Pusat gempa berada di dasar laut kedalaman 33 kilometer, sekitar 300 km sebelah barat daya Taliwang, atau di sebelah selatan Sumbawa. (Media Indonesia, 3 Agustus 2006)
      Aceh, Terjadi gempa di ujung pulau Sumatera tepatnya di Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam pada pukul 03:33:11 UTC atau pukul 10.33 wib. Kekuatan gempa mencapai 6.0 SCR. (www.geofon_potdam.gtz)
      Gempa yang cukup kuat mengguncang Banda Aceh bahkan terasa sampai kota Glee Jeung, tadi malam (2/8), namun tidak menimbulkan kepanikan yang besar. Informasi lebih lanjut, hubungi : Fauzan 08138278297
      Sumatera Utara, Terjadi gempa yang cukup besar kemarin di Nias dengan kekuatan 4 SCR dan juga gempa di Kabupaten Tarutung dengan skala lebih kecil. Warga sempat merasakan getaran gempa namun tidak terjadi kepanikan. Hari ini PMI bekerja sama dengan Muspida Provinsi Sumatera Utara mengadakan pelatihan penanggulangan bencana untuk mengantisipasi jika terjadi bencana di daerah ini. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi : Hareva/PMI Gunung Sitoli : 081533279515
      Yogyakarta, Gempa terjadi di Yogyakarta dengan kekuatan 3.4 SCR, kemarin (2/7) pada pukul 15.46 WIB, dengan pusat gempa di sekitar wilayah Panggang dan Saptosari, atau sekitar 8ºLS dengan kedalaman 10 km. Guncangan terasa sampai ke Bantul dan Kota Yogyakarta. (Koran Tempo/3 Agustus 2006)
 
3.  Fenomena Alam
     Bandung, penampakan awan putih yang datang dari arah timur yang kemudian menghilang secara tiba-tiba di wilayah barat Kota Bandung menimbulkan kekhawatiran warga sekitar. Menurut peneliti dari LAPAN, penampakan awan ini tidak dipengaruhi oleh kondisi metereologis, melainkan merupakan pertanda akan adanya gempa di wilayah tersebut, seperti halnya dalam kasus penampakan awan serupa yang terlihat di Yogayakarta sebelum terjadi gempa di Pangandaran. Untuk dapat diperoleh penjelasan yang akurat mengenai penampakan awan ini, penelitian dan pengumpulan data akan fenomena ini sedang dilakukan. Penampakan fenomena alam ini terlihat di Amerika Serikat, Cina dan Indonesia. (Koran KOMPAS, 3 Agustus 2006)
***********************************************************************************
 


Do you Yahoo!?
Next-gen email? Have it all with the all-new Yahoo! Mail Beta. __._,_.___

=================================
Sponsored Links
http://jooomla.blogspot.com
If you're going to blog, why not get paid? Make real cash just by blogging about your life. How easy is that?
Pasang iklan disini hubungi [EMAIL PROTECTED]
==================================
http://ambulan.org
Ambulan.ORG is a reviews site of Emergency Medical System / EMS information and provides regular updates on Ambulance products.
Donation
Bank BCA KCP Mangkubumi 1260440850 A/n. Yudhistira O, Make a donation, get FREE 2 gigabyte Email @indofirstaid.com.
Pasang iklan disini hubungi [EMAIL PROTECTED]





SPONSORED LINKS
Health and wellness Health wellness product Health and wellness program
Health promotion and wellness Health and wellness promotion


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke