Note: forwarded message attached.
 
---------------------------------
Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business.
--- Begin Message ---
Ini berita baru (?), tolong hati2:
---
Saya baru nonton acara Buser di SCTV. Di acara tersebut ditayangkan 
info mengenai modus operandi baru pelaku kejahatan yang mengambil 
uang para nasabah bank melalui ATM dengan alat bantu permen karet. 

Berdasarkan pengakuan pelaku yg sampai saat ini belum pernah 
tertangkap, mereka melakukan aksinya di ATM yang berada di pusat 
keramaian seperti di mal. Komplotan pelaku berjumlah 3 atau empat 
orang. 

Sewaktu menjalankan aksinya, mereka ikut mengantre seolah ingin 
menggunakan jasa ATM. Begitu dapat giliran, pelaku pertama masuk dan 
menyelipkan permen karet ke tempat keluarnya uang. Setelah itu, 
pelaku keluar. 

Anggota komplotan yang masih mengantre segera mempersilakan calon 
korban yang biasanya dipilih orang yang tampak terburu-buru 
menggunakan ATM lebih dahulu. Korban yang tak tahu apa-apa biasanya 
segera masuk ATM dan bertransaksi, misalnya mengambil uang. Namun, 
karena sudah disumpal permen, uang tak dapat keluar. Korban tak tahu 
mengapa uang tak bisa keluar. 

Pada saat itulah, anggota komplotan yang berada di antrean masuk dan 
menyarankan korban melapor ke bank. Saat korban keluar itulah, pelaku 
mengambil uang. Menurut pelaku, sekalipun ada kamera CCTV, kejahatan 
yg mereka lakukan tidak tampak karena mereka hanya menggunakan permen 
karet dan lidi yang menutupi tubuh dari pantauan kamera. Dengan cara 
itu, para pelaku mengaku dapat mengumpulkan uang hingga Rp 5 juta per 
hari. 

Saya jadi berpikir, mungkin ini penyebab keluhan nasabah bank yang 
sering melapor sudah bertransaksi menarik uang tunai, tetapi uangnya 
ternyata tak keluar. Padahal saldo sudah berkurang dan pihak bank 
menyatakan bahwa transaksi berhasil dan sah dari penelusuran data 
komputer. 

Wah, kalau begitu berhati-hatilah bila menarik uang di ATM.



--- End Message ---

Kirim email ke