Saya sudah baca naskah aslinya, Pada naskah aslinya dilengkapi
fgambar-gambar ilustrasi lokasinya yang diperoleh dari google earth,
termasuk bandara-bandara tujuan rencana pendaratan darurat pesawat tersebut
dari udara.
Pokoknya menarik jika naskah ini dilengkapi gambar ilustrasi seperti
aslinya.

Salam dari Medan

Zulkarman Syafrin

On 1/23/07, Off-Roader Peduli <[EMAIL PROTECTED]> wrote:



**
*Adam Air Tidak Meledak di Udara*
**
Oleh:
 Canny Watae
warga biasa tinggal di Makassar

Saya tergerak untuk beranalisis mengingat semua analisis yang terpublikasi
sejak kasus Adam Air ini terjadi belum ada yang menyertakan detil geografis,
dalam artian mencocokkan informasi-informasi koordinat  Lintang dan Bujur
dengan kondisi alam yang mendekati riil di lapangan. Juga, belum ada yang
berusaha memasukkan kesaksian-kesaksian warga secara runut. Saya masih
percaya kalau warga pedesaan kita cukup jujur. Orang-orang yang kelewat
pintar saja yang salah mengambil kesimpulan dari kesaksian mereka.

Penemuan Tail Horizontal Stabilizer oleh nelayan Bakri di pantai
Mallusetasi  Kab. Barru memang penemuan yang sangat penting. Tetapi, sejauh
ini belum ada yang berteriak "Eureka!", seperti yang dilakukan Archimedes
beberapa ribu tahun yang lalu ketika menemukan hukum berat jenis benda.
 Bagi saya, yang iseng-iseng "mencari " pesawat nahas dengan nomor
penerbangan KI-574  via layar komputer, temuan Pak Bakri memacu urat spontan
saya berteriak Eureka!

Cross-wind 74 knot (130 km/jam) yang menimpa KI-574 seperti yang
disampaikan Menhub Hatta Radjasa (Fajar, 5/1), plus kecepatan jelajah
pesawat (Cruising Speed)  600-700 km/jam  menghasilkan resultan gaya yang
cukup besar. Jika arah KI-574 adalah jam 12, maka Cross-wind ini datang dari
arah j

Kirim email ke