Teman-teman sekalian,
Baru saja Bayu Gautama dari ACT menghubungi saya dan menginformasikan bahwa
beliau membutuhkan RELAWAN dengan segera untuk bersama menangani korban banjir
Jakarta. Adapun Relawan-relawan yang dibutuhkan saat ini adalah :
1. RELAWAN KOMUNIKASI
2. RELAWAN DATA
3. RELAWAN POSKO
4. RELAWAN LOGISTIK
5. RELAWAN MEDIS (saat ini sudah ada beberapa, tapi kemungkinan membutuhkan
lebih banyak lagi)
Bagi teman-teman yang ingin ikut terjun langsung membantu para korban banjir,
silahkan menghubungi BAYU GAUTAMA - ACT - HP. 0815105 35424
Diberitahukan juga bahwa saat ini banyak berita-berita yang masih diragukan
kebenarannya telah membuat resah para korban banjir, diharapkan agar mengecek
ulang berita yang diterima sebelum memberitahukan kepada para korban agar tidak
menimbulkan kepanikan dan menimbulkan hal-hal yang tidak dikehendaki.
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Salam,
eVie
KKS Melati
virgina veryastuti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sejak Jum'at (2/2), KKS Melati dengan beberapa relawan sudah turun langsung
ke area banjir di kawasan Mampang Jakarta Selatan. Beberapa bantuan awal
seperti pakaian bayi, selimut, makanan, minuman dan obat-obatan telah dikirim
pada malam tersebut. Beruntung KKS Melati mendapatkan bantuan transportasi
perahu karet dari rekan-rekan relawan - Poltek UI yang di pimpin oleh Mas
Tonga. Sekitar pukul 24.00 WIB, bantuan pertama telah sampai kepada para korban.
Keesokan harinya kami kembali ke lokasi dengan membawa bantuan berupa
makanan, pampers, susu dan makanan bayi juga pakaian. Kali ini kami dapat
langsung mendekati lokasi dikarenakan air telah surut hingga rumah makan ibu
Suharti. Namun demikian, di lokasi banjir masih mencapai ukuran dada orang
dewasa.
Tercatat lebih lima RT yakni RT 06, 07, 08, 12 dan 13 di RW O5 di kampung
Poncol, Kelurahan Kuningan Barat, Mampang - Jakarta Selatan, yang disetiap
RTnya terdapat lebih 90 KK. Diperkirakan sekitar lebih dari 1600 jiwa yang
harus dievakuasi dilokasi tersebut. Dan pada hari itu masih ada lebih dari 30
jiwa yang masih harus dievakuasi karena dikhawatirkan akan ada banjir kiriman
dari Bogor pada malam hari.
"Semua hilang, semua lenyap mbak.... tak ada lagi yang tersisa, banjir kali
ini lebih besar dari tahun 1996, belum pernah kami mengalaminya sebelum ini,
semua begitu cepat terjadi," Ujar ibu Joni ketika kami mengunjunginya siang
itu.
"Kami pikir ini akan surut dengan cepat seperti biasanya," kata ibu yang
lain. Saya sempat memegang erat tangannya sambil merasakan getaran kepedihan
dari ibu tersebut. Banjir telah meluluhlantakan semua harta bendanya.
Kampung ini memang bisa dikatakan langganan banjir, hampir setiap musim hujan
tiba, kampung ini selalu mengalami banjir. Karena itulah mereka tidak begitu
khawatir pada mulanya dan tidak sigap untuk menyelamatkan diri. Memilih tinggal
di lantai dua rumah mereka dirasakan cukup hingga menunggu air surut. Kondisi
perkampungan yang padat yang tidak dapat dimasuki oleh perahu karet yang besar
menjadi salah satu kendala dalam melakukan penyelamatan para korban.
Kondisi hari ini Senin (5/2), air telah surut hanya tinggal semata kaki orang
dewasa. Sejak kemarin masyarakat telah mengadakan aksi bersih kampung untuk
mempersiapkan diri jika air kembali memenuhi perkampungan mereka tidak akan
bertambah parah. Namun demikian masih banyak korban yang tinggal di rumah-rumah
atau posko-posko yang didirikan tak jauh dari rumah mereka. Masih diperlukan
bantuan berupa obat-obatan, senter dengan baterenya, pakaian dalam dan
paramedis. Dikhawatirkan, penyakit-penyakit seperti diare dan penyakit kulit
akan dialami para korban tersebut.
Pada sore hari (2/2), KKS Melati bersama XL care juga mengunjungi para korban
banjir di wilayah petamburan. dan esok harinya beberapa relawan sempat
berkeliling untuk menyalurkan bantuan ke wilayah Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Masih banyak lokasi-lokasi kebanjiran yang belum mendapatkan bantuan. Mungkin
ini dikarenakan meratanya musibah ini di Jakarta.
Ketika banjir datang lagi, hampir seperti sebuah rutinitas di Jakarta. Baik
ketika di musim hujan maupun dengan range waktu lima tahunan yang telah
diprediksi sebelumnya. Kita rupanya masih saja belum siap menghadapinya, entah
karena tak pernah berupaya atau karena terbiasa mengalaminya. Sebuah usaha
pencegahan seharusnya telah dilakukan sejak dulu, mulai dari emergency respon
hingga penanggulangan yang lebih serius. Akankah Jakarta menjadi rata tergenang
air dan menjadi Jakarta, the lost city of Indonesia... atau kita akan
membuatnya menjadi lebih baik. Mari bersama kita membuatnya jadi lebih baik....
[v]
Bantuan yang akan disalurkan melalui KKS Melati silahkan menghubungi:
KKS Melati
Jl. Ampera II No. 17 A Rt. 005 Rw. 09 Jakarta 12550
E-mail : [EMAIL PROTECTED]
Website : http://www.kks-melati.org
http://kksmelati.blogs.friendster.com/kelompok_kerja_sosial_kks/
www.kksmelati.blog.com
Rini : 0811188037
Daurie : 08158823832
Wiko : 08159232600
BNI 46 Cabang Melawai Raya No. Rek. 07035026
a.n. Susetiorini
BCA KCP Atrium Senen No. Rek. 6850072360
a.n. RR Virgina Veryastuti
---------------------------------
TV dinner still cooling?
Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV.