Salam kemanusiaan

Kami dari tim Jakarta Rescue, telah membuka posko di Bukit Duri Tanjakan RW.12 
samping gang 3 sejak Selasa 6 Februari lalu. Tim evakuasi telah standby bersama 
beberapa relawan dari Forum Penanggulangan Bencana Alam. Di hari Jumat,setelah 
rapat dengan satkorlak di crisis center DKI, pos medis dibuka dengan tim 
kesehatan dari STIK Sint Carolus. Selama 5 hari kami melakukan pelayanan 
kesehatan dengan total pasien sebanyak 766 pasien yang datang baik dari warga 
RW.12 sendiri bahkan ada yang dari Kampung Pulo sampai Kampung Melayu Kecil. 
Banyak juga penduduk yang tidak (belum) dievakuasi sehingga mereka hanya 
mengirimkan orang untuk diambilkan obat. Kasus yang umum terjadi adalah 
gatal-gatal, flu (batuk-pilek-pusing), diare, tekanan darah tinggi, terkena 
paku/seng/genteng. Bekerjasama dengan instansi swasta dan puskesmas setempat 
(di beberapa hari terakhir); kami merujuk sekitar 7 pasien yang memang harus 
dibawa ke rumah sakit. Beberapa perlu untuk ATS, yang lain terkena stroke
 dan satu pasien dehidrasi berat (akhirnya meninggal di rumah sakit). Donasi 
/bantuan alat medis dari beberapa instansi, stasiun TV, depkes RI, Medco peduli 
dan individu sangat bermakna bagi kelangsungan penyelenggaraan posko kesehatan 
kami, karena begitu banyak korban yang datang.


Tim evakuasi sendiri pada Sabtu malam, 10 Februari , sempat terjebak di depo 
kereta api bukit duri, manggarai, karena melawan arus yang sangat kencang dan 
ketinggian air sampai 5 meter. Warga baru berhasil dievakuasi pada keesokan 
paginya dengan total pengungsi sekitar 140 orang. Pertolongan berhasil 
dilakukan atas kerjasama jakarta rescue-forum relawan penanggulangan bencana 
alam, dan atas bantuan IOF, marinir serta linmas PP Jakarta Timur. Pada hari 
Minggu, baru masuk juga, tim dari global rescue (arus liar) serta indosat. Di 
hari Rabu , posko kesehatan kami tutup karena puskesmas sudah menyelenggarakan 
pelayanan kesehatan gratis terhadap korban banjir. Saat itulah , masuk tim ACT 
(Aksi Cepat Tanggap dan Pertamina)....Saya hanya heran...katanya AKSI CEPAT 
TANGGAP....tapi baru masuk di bukit duri tanjakan di hari ke 6 paska bencana. 
Dan mereka membuka posko di area rawan banjir yaitu di depan depo kereta api 
(wilayah PJKA). Apakah mereka begitu yakin tidak akan terjadi
 banjir lagi; atau tidak tahu riwayat banjir disana atau mereka terlalu 
berani????entahlah.Selain itu, banyak sekali yang membawa nama partai berada di 
dekat Attahiriyah. Saat ini, posko kesehatan sudah kami tutup, dan tim evakuasi 
baru kami tarik untuk area lain.

BABAKAN MADANG
Pada hari Senin sore , kami mendapat berita bahwa Babakan Madang (Sentul) 
terkena longsor dari bukit yang didiami rumah-rumah penduduk. Sekitar 400 lebih 
rumah hancur dan 2000 warga dievakuasi terutama ibu dan anak, sementara 1000 
lainnya tetap memaksakan diri tinggal di rumah mereka. Tim Jakarta Rescue 
berangkat pada senin sore dan pada malam hari menyusun strategi bersama camat 
setempat. Pada hari Selasa, kami melakukan palayanan kesehatan terhadap hampir 
200 penduduk dengan kasus rata-rata batuk-pilek, diare dan pusing. Setelah itu 
, di siang hari baru datang bantuan dari Nokia Care. Sementara jalan menuju 
lokasi dibantu oleh IOF. 

Memang begitu banyak organisasi kemasyarakatan mandiri yang peduli terhadap 
banjir. Mudah-mudahan mereka tidak hanya membawa kepentingan pribadi / kelompok 
saja tapi sungguh-sungguh untuk upaya kemanusiaan. Dan istilah gerak cepat yang 
memang seharusnya dilakukan mudah-mudahan bukan hanya sekedar di bibir saja, 
tapi sunggu-sungguh gerak cepat, karena inti dari pertolongan itu adalah time 
saving dan life saving. Rapat-rapat koordinasi yang terjadi di tingkat 
pemerintah daerah maupun pusat terkadang menghambat waktu pertolongan karena 
waktu tunggu mulainya rapat saja sudah mundur sekali, bisa sampai 4-5 jam, dan 
menruut saya , hal tersebut sungguh tidak efektif. Belum lagi , koordinasi 
antara berbagai departemen (birokrasi) yang mengakibatkan pertolongan tidak 
dapat segera dilakukan. 

Ini hanya sekedar share pengalaman. Mudah-mudahan upaya kemanusiaan kita di 
masa mendatang tidak hanya sekedar di bibir saja, tetapi aksi nyata yang 
tampak. 

Fitriana S.
Tim Medis Jakarta Rescue
"Loyalitas Tanpa Batas Selamatkan Sesama"



 
---------------------------------
Don't get soaked.  Take a quick peak at the forecast 
 with theYahoo! Search weather shortcut.

Kirim email ke