Ya, mudah-mudahan ini semua menjadi pelajaran buat kita semua warga negara
indonesia tentang masalah safety yang dipandang sebelah mata dan hanya
memboroskan biaya operasional saja buat mereka. Sungguh prihatin memang melihat
berbagai peristiwa yang terjadi terutama tenggelamnya Levina I dimana terdapat
petugas yang notabene diharapkan nantinya akan membuat sebuah rekomendasi
tentang keselamatan, tapi ya kok jadinya begini. Benar-benar sebuah ironi yang
sungguh tragis. Sebuah gambaran tentang bagaimana rakyat kita memandang arti
sebuah keselamatan secara keseluruhan.
Salam
Wira
[EMAIL PROTECTED] wrote:
Dear All,
Tanpa mengurangi penghormatan kita kepada mereka yang telah berpulang, inilah
yang disebut 'kelalaian'!
Kenapa tidak?
Sebelum terbakar... (Data ini dari pemberitaan di koran dan televisi..)
Kapal memuat orang yang sangat banyak, saking banyaknya banyak yang tidak
terdaftar...
Kapal memuat truk yang membawa bahan-bahan berbahaya dan TIDAK DICEK DULU!
Banyak pelampung yang disimpan di tempat yang terkunci!
Sebelum tenggelam... (data dari pemberitaan di koran dan televisi juga..)
Kapal yang habis terbakar, maka sistem ballast sudah rusak...
Orang-orang yang naik ke kapal tidak memakai pelampung...
Jadi sangat mengerikan komite nasional keselamatan transportasi, eh malah
menjadi korban ketidakselamatan, apa tumon?
AS
echo <[EMAIL PROTECTED]>
Sent by: [email protected] 02/25/2007 04:01 PM Please
respond to
[email protected]
To
[EMAIL PROTECTED], [email protected] cc
Subject
[indofirstaid.com]: Levina 1: Sudah jatuh tertimpa tangga, sudah terbakar
tenggelam pula.
Setelah terbakar di perairan Pulau Kelapa, Muara Angke, Jakarta pada
tanggal 22/2 kemarin dan menewaskan sedikitnya 20 jiwa dan sampai saat
ini terhitung 28 orang masih belum ditemukan.
Pada siang hari tadi, sekitar pukul 12:30 WIB dikabarkan bahwa bangkai
kapal yang sudah ditarik dan sedang sandar tujuh mil dari Muara Gembong,
Cilincing, Jakarta Utara tenggelam.
Akibat kejadian ini dilaporkan seorang juru kamera stasiun televisi
Lativi bernama Herman meninggal akibat kejadian ini.
Sementara itu tiga orang juga dilaporkan hilang, yaitu satu juru kamera
SCTV bernama Muhammad Guntur dan dua anggota Lab. Forensik Mabes Polri,
Sugeng Widodo dan Widyantoro.
Peristiwa tersebut terjadi ketika tim dari Komisi Nasional Keselamatan
Transportasi (KNKT), Mabes Polri dan sejumlah wartawan sedang berada di
atas kapal. Karena ombak yang semakin besar dan banyaknya gerakan di
atas kapal, lima menit setelah menaiki kapal, kapal mulai miring.
Orang-orangpun panik dan berloncatan ke laut. Kapal kemudian benar-benar
tenggelam.
Ironis.
Rgds,
.e
http://wiraj.wordpress.com
http://www.advance-adventure.com
---------------------------------
It's here! Your new message!
Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.