Situasi Umum

Sampai saat ini banjir yang diperkirakan terjadi karena curah hujan yang 
tinggi sehingga menyebabkan Sungai Mahakam meluap dan merendam sebagian 
wilayah di daerah aliran sungai Mahakam dan anak sungainya. Ditambah 
gelombang air laut pasang sejak 16/5/2007 yang lalu sehingga daerah 
pesisir dan hilir sungai yang berada di dataran rendah juga ikut terkena 
dampak. Sampai saat ini banjir telah meliputi sekira 8 kecamatan dari 18 
kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Ribuan rumah, fasilitas umum 
maupun sawah ladang milik warga di sebagian besar wilayah pedalaman 
Kukar terendam.
Delapan Kecamatan terkena dampak tersebut adalah: Muara Kaman, Kembang 
Janggut, Sebula, Kotabangon, Muaramuntai, Muarawis, Kehela dan Sabang.

Beberapa desa yang paling parah terendam banjir di antaranya adalah Desa 
Muara Kaman Ilir, Muara Kaman Ulu dan Desa Puan Cepak. Warga dari ketiga 
desa tersebut telah mengungsi ke bukit-bukit atau dataran yang lebih 
tinggi dan mendirikan tenda-tenda darurat.

Di Muara Kaman, dari 19 desa yang ada di Muara Kaman, 15 desa terendam 
banjir yang sangat parah hingga menenggelamkan rumah warga, terutama 
yang berada di bantaran sungai. Sekurangnya ada 20 ribu jiwa warga yang 
menghuni di 15 desa yang tenggelam tersebut.

Sedangkan warga Muara Kaman Ilir yang mengungsi ke Kampung Tebalai 
berjumlah 20 KK dan ke Bukit Martapura sekitar 10 KK. Sementara warga 
Desa Muara Kaman Ulu, mengungsi ke bangunan sekolah sekitar 10 KK lebih.

Sementara dari desa Puan Cepak dikabarkan bahwa dari 183 KK yang 
menghuni desa tersebut, 170 KK telah mengungsi ke 4 titik yang berada di 
dataran tinggi terdekat.

Informasi yang berasal dari Crisis Center Departemen Kesehatan RI, saat 
ini tidak kurang dari 62 desa yang didiami 108.904 jiwa (20% dari total 
populasi Kukar, 2005) terkena dampak. 1200 KK sudah diungsikan ke 9 
titik pengungsian yang terdapat di masing-masing kecamatan. 2 orang 
dilaporkan tewas karena hanyut dan tersengat listrik. Masih ada daerah 
yang terisolir dan sulit diakses.

Meskipun kejadian ini merupakan fenomena yang berulang setiap tahun, 
namun eskalasi banjir saat ini menurut informasi yang sampai lebih besar 
dan mirip dengan banjir yang terjadi 25 tahun yang lalu dan diperkirakan 
air masih belum akan surut dalam beberapa hari ke depan.


Respon Nasional

o SATLAK Kabupaten Kutai Kartanegara sudah bergerak melakukan pendataan 
dan distribusi logistik. Dinkes Kukar akan membantu memberikan 
pengobatan gratis dengan membangun mendirikan posko-posko kesehatan 
bekerja sama dengan kecamatan setempat. Bantuan yang sudah diserahkan 
antara lain 3 ton beras, 100 dus mi instan dan 250 lembar tarpaulin.

o Departemen Kesehatan RI akan menggerakan 2 unit perahu karet bermesin 
dan mengirimkan 5 ton MP-ASI, tenda, obat-obatan, serta kantong mayat.


(di kompilasi dari berbagai sumber)

informasi Kutai Kartanegara:
SITUS RESMI KUKAR http://www.kutaikartanegara.go.id
WIKIPEDIA http://id.wikipedia.org/wiki/Kutai_Kartanegara

Rgds,

.e
volunteer
Jawa Barat Peduli

Kirim email ke