-------- Original Message --------
Subject: KLIPING JBP: CNN Bantah Sebarkan Isu Tsunami 7 Juni
Date: Thu, 07 Jun 2007 17:21:43 +0700
From: JBP <[EMAIL PROTECTED]>
Organization: Jawa Barat Peduli
To: [EMAIL PROTECTED]

07/06/07 14:03
CNN Bantah Sebarkan Isu Tsunami 7 Juni

Jakarta (ANTARA News) - Jaringan televisi CNN Amerika Serikat secara
resmi membantah bahwa isu akan terjadinya gelombang tsunami di kawasan
Indonesia timur pada 7 Juni (Kamis) berasal dari berita-berita mereka,
kata Deputi I Menko Kesra Bidang Kerawanan Sosial, Asep Karsidi.

"CNN telah memberikan klarifikasinya dengan menyatakan penyangkalan
bahwa informasi tersebut tidak benar dan bukan berasal dari CNN," kata
Asep kepada pers di Jakarta, Kamis.

Isu gelombang tsunami telah beredar melalui SMS dan media massa sejak
beberapa hari terakhir, sehingga masyarakat pun menjadi resah.

"Informasi keliru tentang tsunami yang menyebut-nyebut berasal dari
jaringan CNN dan disebarluaskan lewat SMS sudah berkali-kali terjadi,"
kata Fauzi, Koordinator Pusat Gempa Nasional Badan Meteorologi dan
Geofisika (BMG).

Ia merinci, pada tahun 2005 diisukan Jakarta akan dilanda gempa hebat
yang diikuti dengan gelombang tsunami pada 6 April.

"Tahun 2006 muncul lagi isu serupa, tanggalnya 7 Juni. Dan tahun ini
juga diisukan terjadi pada 7 Juni," kata Fauzi.

Fauzi menegaskan bahwa isu gempa bumi dan tsunami adalah informasi yang
sangat sulit dipertanggungjawabkan secara ilmiah karena hingga saat ini
belum ada alat atau teknologi yang bisa mendeteksi gempa dan tsunami.

Menurut dia, ilmu mendeteksi kapan dan di mana gempa akan terjadi memang
sudah berkembang, tetapi teknologi penerapannya belum ada.

"Yang perlu kita lakukan adalah melakukan simulasi, itu merupakan hal
yang positif agar masyarakat tidak panik ketika gempa dan tsunami
benar-benar terjadi," katanya.

Hingga tengah hari 7 Juni memang isu tsunami tidak terbukti
kebenarannya, sebab yang terjadi hanyalah gempa berkekuatan 6,3 skala
Richter di wilayah Maluku.

"Sekali lagi, kita tidak bisa menentukan kapan, di mana, gempa dan
tsunami bakal terjadi," ujar Fauzi.

Asep mengatakan pihaknya akan menjadikan masalah isu tsunami ini sebagai
pelajaran berharga karena ketepatan informasi yang benar tentang ancaman
bencana yang diterima masyarakat luas merupakan kunci dalam membangun
rasa aman di masyarakat.

Namun demikian, Asep mengaku belum ada pengusutan asal mula SMS isu
tsunami tersebut, padahal hal itu sangat bisa dilakukan guna mengungkap
siapa pengirim SMS berisi informasi sesat itu.(*)

http://www.antara.co.id/arc/2007/6/7/cnn-bantah-sebarkan-isu-tsunami-7-juni/

Kirim email ke