Info Dari Milis Sebelah...

Bagi para pegiat alam bebas atau yang punya hobby out door
Mungkin bacaan ini bisa dijadikan referensi informasi,
Bagi yang lain... moga bermanfaat dech

Regards-Topanix


Dilarang
Berkemah di Dekat Kawah

Waspadai Semburan Gas Beracun 7 Gunung

BANDUNG, (PR).-

Tujuh gunung berapi di wilayah Jawa Barat diwaspadai karena mengeluarkan gas
beracun. Gas tersebut mulai terkonsentrasi, terutama karena dipicu aktivitas
gunung
dan kondisi cuaca yang mendung sehingga sering menyebabkan turun hujan
ataupun terbentuknya kabut.

Ketujuh gunung tersebut adalah Gunung Salak, Gunung Tangkubanparahu, Gunung
Papandayan, Gunung Guntur, Gunung Galunggung, Gunung Gede, dan Gunung
Ciremai.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Pengamatan dan Penelitian Gunung Api,
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Ir. Moch. Hendrasto
di kantornya, Jln. Diponegoro, Bandung, Senin (9/7).

Dijelaskan, gas berbahaya yang dapat menyembur dari kawah gunung berapi
tersebut, di antaranya CO (karbonmonoksida) , CO2 (karbondioksida) , H2S
(hidrogen sulfida), H2SO2 (asam sulfat), dan SO2 (gas sulfat/belerang) . Gas
tersebut tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa, namun cukup mematikan
dengan waktu sembur yang tidak dapat diprediksi.

"Gas itu dapat terakumulasi dengan cepat, terutama saat malam hari. Meski
kadang tidak secara langsung, tetapi bisa membuat orang lemas kalau
lama-lama terpapar gas tersebut," katanya.

Hal itu yang menjadi dasar untuk diterbitkannya larangan berkemah di dekat
kawah gunung berapi yang masih aktif. "Dalam radius tertentu, orang dilarang
mendekati kawah.
Selain dapat menyebabkan terhirupnya gas beracun, suhu panas di sekitar
kawah juga dapat menyebabkan kulit terkelupas," ujar Hendrasto seraya
menyebutkan bahwa pihaknya juga turut mengawasi aktivitas 66 gunung api di
seluruh Indonesia.

Larangan berkemah di puncak gunung berapi tersebut, menurut Hendrasto,
berlaku untuk seluruh gunung api yang ada di Indonesia. Mulai dari gunung
api yang berstatus aktif
normal, waspada, siaga, apalagi awas.

Tewasnya enam siswa anggota pramuka SMPN 67 Manggarai Jakarta di Kawah Ratu
Gunung Salak membuktikan kawah gunung berapi yang masih aktif sangat
berbahaya
untuk didekati, apalagi saat malam hari. Mereka tewas setelah menghirup gas
belerang saat mendekati Kawah
Ratu Gunung Salak di perbatasan Kab. Sukabumi dengan Bogor. Sedangkan empat
siswa lainnya masih dapat diselamatkan.

Sampai saat ini, menurut Hendrasto, Gunung Salak masih berstatus gunung api
aktif normal. Aktifnya Gunung Salak ditandai dengan tercatatnya gempa
vulkanik
sebanyak tujuh kali selama bulan Juni dan dua kali sampai 7 Juli 2007 lalu.
"Aktivitas gunung sangat
berpengaruh terhadap kadar gas beracun yang keluar dari kawah gunung,"
ucapnya.

Pada Mei lalu, ujar dia, pihaknya melakukan pemeriksaan ke kawah Gunung
Salak. Saat itu, kondisi meningkatnya gas beracun sempat terpantau sehingga
PVMBG memberi peringatan.

Hendrasto menyatakan, pihak pengelola wisata di pegunungan harus secara
aktif
memberikan peringatan kepada pengunjung, baik secara langsung maupun lewat
papan peringatan. "Perbanyak papan peringatan untuk memberi tahu kondisi
terakhir gunung tersebut. Dengan demikian, masyarakat bisa lebih waspada.
Dan paling aman, menghindar dari kawah gunung berapi," ungkapnya.

Kematian akibat menghirup gas beracun yang keluar dari kawah gunung
merupakan kejadian pertama di Gunung Salak. Sedangkan bencana akibat
menghirup gas beracun
tersebut pernah terjadi di Gunung Dieng pada tahun 1979 silam dengan menelan
149 korban.

Di tempat terpisah, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak,
Bambang Supriyanto mengatakan, pihaknya telah menutup jalur pendakian menuju
Kawah Ratu sejak Minggu (8/7). Hal ini untuk mencegah kembali adanya korban
di areal tersebut.

"Kita tutup sampai ada penjelasan lebih lengkap dari instansi berwenang.
Sebab, dugaan sementara kematian mereka akibat menghirup gas beracun di
kawasan Kawah Ratu," tuturnya.

Kirim email ke