dear Temans Sejawat,
   
  rekan kita sudah cross check ke RS yang bersangkutan, ternyata nama2 dokter 
dan perawat tersebut tidak ada di RS tersebut dan juga nama pengirimnya juga 
tidak ada...kita tidak tahu apakah tulisan tersebut betul atau tidak...tapi 
yang jelas kita tidak perlu berkecil hati dengan cerita yang mendiskreditkan 
profesi kita tersebut dan ini adalah bukan cerita yang pertama..., tetaplah 
bersemangat memberi yang terbaik buat kemanusiaan..DEDICATIO PRO HUMANITATE..
   
  salam sejawat,
   
  Yusri Hamzah

cherry mariza 
hoo.com> To 
[EMAIL PROTECTED], gang Bocor 
26/12/2007 05:18 smp1 
PM m>, SMA3 , 
Syarief Peter 
, Dewi Diana 
Dhe2Sari , 
Decy , 
Gino fkup89 , 
Harry89 
, 
hasan92 sadikin 
, Isenk MD 
, PRIMA 

, 
"Sorong papua dr. Felix" 
, Ady Yatim2 
, Yusri 

cc 

Subject 
Re: [SMA3-88] "BUKAN URUSAN SAYA" 
dari FK-Unpad.web.id> Digest 
Number 1948 










Maaf salah ketik no telpnya bukan 874 2790, tapi 874 3790.

----- Original Message ----
From: cherry mariza 
To: [EMAIL PROTECTED]; gang Bocor smp1
; SMA3 ;
Syarief Peter ; Dewi Diana Dhe2Sari
; Decy ; Gino fkup89
; Harry89 ; hasan92
sadikin ; Isenk MD ; PRIMA

; Sorong papua dr. Felix
; Ady Yatim2 ; Yusri

Sent: Wednesday, December 26, 2007 5:02:30 PM
Subject: Re: [SMA3-88] "BUKAN URUSAN SAYA" dari FK-Unpad.web.id> Digest
Number 1948




Gw juga tersayat denger ni cerita. Tega banget sih. Tapi gw barusan telpon ke 
RS Sentra Medika, Cimanggis dgn no. telp 8742790 dan cek nama2 dokter dan 
perawat 
yg disebut. Ternyata gak ada tuh nama2 dokter dan perawat itu. Ini cerita bener 
atau enggak sih? Lagi pula nama orang yg mengirim cerita kok gak tercantum ya? 
----- Original Message ---- 
From: Mungki Hartanto 
To: gang Bocor smp1 ; SMA3 
; Syarief Peter ; Dewi Diana 
Dhe2Sari ; Decy ; Gino 
fkup89 ; Harry89 ; hasan92 
sadikin ; Isenk MD ; PRIMA 

; Sorong papua dr. Felix ; Ady 
Yatim2 ; Yusri 
Sent: Monday, December 24, 2007 12:45:45 PM 
Subject: [SMA3-88] "BUKAN URUSAN SAYA" dari FK-Unpad.web. id> Digest Number 
1948 

DARI MILIS KAMPUS GW... UTK MENGINGATKAN KITA SEMUA TERUTAMA KITE-KITE YG 
BERPROFESI DOKTER.. 
SUPAYA NGGAK BERTINDAK SERUPA... BUKAN BEGITU MAS ADIT, BANG HANNY, MBAK DEWI 
EN 
TS LAINNYA....? ? 
UNTUK YANG BUKAN DOKTER TOLONG AJA KALO PUNYA KELUARGA, TEMAN ATAU TETANGGA 
DOKTER DI KASIH TAHU 
ATAWA DICERITAIN KISAH INI UNTUK REFREKSI MEREKA... SEKEDAR MENGINGATKAN. .. 
AGAR 
TIDAK BERTINDAK SERUPA... 
NGINGETIN NGGAK DOSA KOK MALAH DAPAT PAHALA LOH... ATAU MALAH DIPLOTOTIN.. 
HEHE....... 

Teman, 

Sampai saat ini, dokter dan paramedis selalu mendapat tempat yang 
khusus di hati saya. Di tangan mereka, tugas kemanusiaan yang 
sesungguhnya berada. Mereka adalah pionir-pionir hebat. Dan pada mereka 
selalu ada harapan saya untuk menyelamatkan saudara-saudara saya. 

Selalu ada rasa kagum, haru apabila melihat dedikasi mereka yang 
berusaha mengamalkan kemampuan mereka secara optimal demi menyelamatkan 
sebuah nyawa yang notabene tidak bisa dinilai oleh apapun. Penghargaan 
yang tinggi, apabila nurani dan tanggungjawab menjadi motivasi mereka. 

Salam hormat dan takzim saya buat para dokter dan paramedis, yang 
mendedikasikan dirinya untuk peningkatan kesejahteraan umat manusia 
walau bisa jadi "reward" yang diterima saat itu tidak sebanding. Tuhan 
tidak pernah salah dalam memberikan reward, saya percaya akan ada 
reward lain yang sebanding (mungkin lebih) yang telah menanti. 

Tapi teman, 

Berita di bawah ini telah membuat saya miris... 

Apakah saya terlalu melihat ideal sosok dokter? Harapan saya 
terlalu tinggi? Saya tidak tahu. Pengalaman saya berkolaborasi dengan 
teman-teman dokter dalam tugas-tugas lapangan baik sehari-hari ataupun 
kondisi khusus seperti bencana, semakin memperkuat image saya betapa 
mulianya profesi dokter dan paramedis. Tapi berita di bawah ini? 

Bisa dimengerti bahwa dokter adalah manusia juga. Tapi bukan 
menjadi alasan untuk menutup nilai kemanusiaan yang dipunyainya. 
Apapun, kejadian berikut sudah terjadi dan meninggalkan luka yang cukup 
dalam buat saya dan mungkin juga teman-teman lainnya. Semoga ini tidak 
akan terulang kembali. 

Regards, 
Nandha 
www.kksmelati. org 
Gida Kartikawati 
Account & Portfolio Management 

Malam itu, Sabtu 8 Desember 2007. 
Ketika terjadi kecelakaan di depan rumah yang mengakibatkan seorang 
gadis 18 tahun bernama Wulan sempat 'gak sadar beberapa saat setelah 
kejadian. 

Begitu terbiasa dengan suara-suara motor di depan 
rumah yang jatuh terguling entah karena jalanan licin dan kurang 
hati-hati pengendara-nya, atau karena bertabrakan dengan motor lain, 
membuat gue sedikit hapal dengan perkiraan hasil akhir kejadian 
tersebut, dari suara yang ditimbulkan. Kali ini sungguh dramatis, dan 
gue 'gak yakin sendiri apakah kotak P3K yang gue sambar dalam kalut 
menghambur menuju ke jalanan depan rumah akan berguna. 

Heran 
dengan cukup banyak noda darah di lengan baju, akhirnya gue dan rekan 
mulai memeriksa sekujur tubuh Wulan yang 'gak ada luka sama sekali 
kecuali lecet bekas kena aspal yang mengeluarkan darah di kaki. Segera 
gue semprot spray anti infeksi itu luka, dan cukup lega mendengar Wulan 
merintih "sakiiiiiittttt" , waktu luka-nya disemprot. Tapi tetap aja kami heran 
dari mana noda-noda darah di lengan itu... 

Setelah 
sibuk meneliti dan memastikan 'gak ada masalah dengan patah tulang, 
akhirnya kami memberanikan diri untuk membalikkan badan Wulan, dan dari 
situ baru kami menyadari... luka di kepala Wulan cukup besar. Dan 
genangan darah beku di rambut panjang-nya mendukung perkiraan kami. 
Gunting rambut dan handuk basah segera melakukan tugasnya, rambut 
panjang-nya sangat lebat. Namun kejadian selanjutnya sungguh membuat 
kami takut... Wulan mulai muntah-muntah dengan hebat-nya... 

Berbekal 
seadanya tanpa persiapan memadai kami langsung menuju rumah sakit yang 
terletak sekitar 400 meter dari rumah. Dan Wulan masih muntah-muntah di 
dalam mobil. Sampai di UGD RS Permata Bunda yang letaknya di perempatan 
jalan, perawat jaga yang ditemui menyatakan tidak sanggup menangani, 
membuat kami harus bergegas menuju RS berikutnya di daerah menuju Depok 
Timur. RS Hermina yang cukup besar ini sempat menerima Wulan di dalam 
UGD, dan dokter jaga di dalamnya menyarankan untuk segera dilakukan CT 
Scan, melihat luka yang besar di kepala dan tonjolan hitam di mata 
Wulan. Kami oke saja mengangguk menyetujui. Dan ternyata... di RS 
inipun alat CT Scan tidak ada. *sigh*... Terpaksa Wulan kami pindah lagi dari 
bed 
ke dalam mobil untuk mencari rumah sakit yang cukup besar dan mempunyai alat CT 
Scan. 

Sampai di RS Sentra Medika, Cimanggis. 
Wulan cukup cepat dipindah 
dari mobil menuju bed. 
Walaupun perawat jaga yang ada juga kurang dibantu oleh rekan-rekan 
mereka di rumah sakit, malah akhirnya kami sendiri yang turun tangan. 
Dokter jaga saat itu langsung memeriksa Wulan dan perawat mulai 
menginterogasi kami bagaimana kejadian-nya. Sampai disini gue masih 
merasa tidak ada masalah, sampai ketika dokter jaga yang memeriksa 
kepala Wulan berkata, "ini luka-nya cukup mengkhawatirkan juga, perlu CT 
Scan..." 


"Iya dokter, mohon segera diambil tindakan aja" , kami langsung mengiyakan. 
Selanjutnya, dokter bertanya ulang, "Mau langsung di CT Scan, atau di rawat 
dulu?" 

Lho... 
mulai aneh pertanyaan-nya sih, tapi... ya sudahlah berhubung lagi panik 
dan khawatir keadaan Wulan, kami langsung menjawab ulang, "langsung CT Scan aja 
dok". 
Untuk tambahan informasi, dalam perjalanan menuju rumah sakit yang juga 
mendebarkan itu, gue menghubungi keluarga dan kerabat Wulan untuk 
memastikan bahwa tindakan gue tidak menyalahi dan melanggar hak-hak 
orang lain. Ketika gue tanya, "mas, 
dokter di rumah sakit menyarankan dilakukan CT Scan, apakah 
diperbolehkan Wulan di CT Scan, dan bagaimana mengenai biayanya, maaf?" 
dan mereka bilang silahkan ambil tindakan terbaik & 'gak masalah 
dengan CT Scan... akhirnya menurut gue ya cukup wajar, ketika gue 
menyampaikan kehendak keluarga ke pihak rumah sakit. Yang penting gue 
tidak merasa melanggar hak orang lain, itu aja. 

Menit-menit 
berikutnya, gue mulai mondar-mandir antara UGD - Radiologi, mengisi 
formulir, dan 'agak mengganggu perawat di ruang Radiologi yang entah 
sedang apa di balik tirai, sebelum akhirnya gue menerima tagihan biaya 
CT Scan... Rp. 600.000,- 

Gue agak berperang dalam batin ketika menerima tagihan itu, antara menyesal 
'nggak well prepared pergi ke rumah sakit *ya begimana lagi namanya juga 
buru-buru yah... masih bisa bawa mobil menuju 
rumah sakit dan sampai dengan selamat aja 'udah untung alhamdulillah* , dan 
membayangkan kalau 'nggak cepet dilakukan CT Scan 'emang seberapa parah sih, 
keadaan Wulan? 

Akhirnya gue berinisiatip langsung tanya ke dokter jaga di UGD, 
"dokter, pasien apa harus segera di CT Scan sekarang atau 'nunggu keluarga 
dahulu?" 
Dokter menjawab, "sebaik-nya segera" ... 
Gue bilang lagi, "kalau 
gitu bisa 'ngga dokter, kalau pembayaran dilakukan sebagian dahulu atau 
setelah dilakukan CT Scan, karena uang sedang dibawa keluarga dalam 
perjalanan?" ... 

"Wah 
itu terserah bagian radiologi, coba anda tanya ke sana, kami hanya 
melaksanakan CT Scan atau tidak, tapi kebijaksanaan administrasi yang 
menentukan ada di bagian radiologi langsung", kata dokter itu lagi. 
"Oh, oke dokter, saya ke sana lagi", gue bilang sambil melirik ke Wulan di bed 
UGD 
dan agak bingung... kog... belum diapa-apain dokter yah... sementara 
itu gue lihat di ruangan ada beberapa dokter dan perawat yang sedang 
santai-santai sms dan 'ngobrol. 

Terpacu oleh kenyataan bahwa kalau gue 'nggak cepet ke bagian Radiologi lagi, 
nanti Wulan kenapa-kenapa, gue mempercepat 
langkah dan tanya suster di Radiologi: 
"mbak, 
mmm... kalau pembayaran-nya nanti setelah keluarga dateng atau sebagian 
dulu bisa 'nggak? Jadi pasien di CT Scan dulu sekarang..." 

"Wah kalau itu terserah bagian UGD mba, saya cuma jalanin mesin CT Scan aja 
disini...", 
kata suster bikin jantung gue mak nyossssss... dan langsung menyadari 
cepat... gila ada apa ini kog gue dilempar-lempar begini. Dengan wajah 
agak memelas dan mohon supaya suster mengerti akhirnya gue bilang: 
"mbak, mmm tadi saya baru dari UGD dan dokter di sana minta supaya saya ke sini 
minta persetujuan 
mbak, apa mbak bisa konfirmasi telepon ke UGD aja daripada saya bolak-balik 
lagi?" 

=== message truncated ===


       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

Kirim email ke