Siaran Pers
28 Desember 2007 PMI Respon Banjir dan Longsor di Jawa Tengah dan Jawa Timur Merespon banjir di Jawa Tengah dan Jawa Timur, Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan operasi tanggap darurat bencana. Operasi terutama dilakukan di Karanganyar, Jawa Tengah dan Magetan serta Malang, Jawa Timur, yang menjadi lokasi terparah akibat banjir. Dalam operasi tanggap darurat, PMI membantu evakuasi korban, asesmen, distribusi bantuan dan memberikan pelayanan dapur umum. Di Karanganyar, Jawa Tengah, PMI memobilisasi 95 relawan untuk membantu evakuasi dan distribusi bantuan. Hingga Kamis pagi (28/12) PMI telah mendistribusikan bantuan 200 paket hygiene kit, 50 paket family kit, 50 terpal dan 10 kantung jenazah. Untuk bantuan konsumsi, PMI telah mendirikan dapur umum di 7 lokasi, yaitu Kecamatan Tawangmangu (Desa Bener dan Mogol), Kecamatan Karangpandan (Desa Karang), Kecamatan Gondangrejo (Desa Kragan), Kecamatan Kebak Kramat (Desa Waru), Kecamatan Kerjo (Desa Gempolan), Kecamatan Jumapolo (Desa Jumantoro), dan Kecamatan Ngargayoso (Desa Ngelegok). PMI juga membuka posko kesehatan di Kecamatan Tawangmangu bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota (DKK) setempat. PMI menurunkan tim medis yang terdiri dari 2 dokter, 2 paramedis, dan 2 relawan. Hingga Kamis pagi tim medis PMI telah menangani 50 pasien yang mayoritas balita dan lansia. Sebagian besar pasien mengeluh masuk angin, pusing, mual dan gatal-gatal. Untuk Jawa Tengah, operasi tanggap darurat PMI juga dilakukan di Solo, Grobogan, Sragen, Surakarta dan Wonogiri. PMI menyalurkan bantuan hygiene kit ke Solo (200 paket), Grobogan (200 paket), Sragen (150 paket), Wonogiri (200 paket), Sukaharjo (150 paket), dan Surakarta 25 unit family tent. Untuk Jawa Timur, operasi tanggap darurat PMI dikonsentrasikan di Kecamatan Magetan dan Kabupaten Malang. Di Magetan, PMI menurunkan 50 relawannya untuk melakukan evakuasi, asesmen dan pelayanan dapur umum. Sejauh ini PMI Cabang Magetan telah mendistribusikan bantuan mie instan, kecap, telur, dan pakaian layak pakai bagi korban banjir. Di Kabupaten Malang, PMI telah mendistribusikan bantuan 80 dus mie instan, 40 kg telur, 8 kwintal beras, dan 2.500 pakaian layak pakai. Sementara PMI juga mendirikan pelayanan dapur umum untuk mendistribusikan sekitar 3 ribu porsi nasi bungkus setiap harinya. Bantuan mie instan, beras dan bahan makanan lainnya juga didistribusikan PMI di Kecamatan Ponorogo, Pacitan, dan Trenggalek. Di Trenggalek, PMI mendirikan pelayanan dapur umum untuk memberikan hingga 5.800 nasi bungkus bagi korban banjir. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi: Rukman, Staf Divisi Penanganan Bencana Markas Pusat PMI, hp. 0812 8766 781 atau Aswi Reksaningtyas, Kepala Divisi Komunikasi Markas Pusat PMI, hp. 0811 918 034. Kontak Media: Aulia Arriani, hp. 0816 795 379. Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

