Terimakasih Mas Arif atas responnya, Saya membuat email ini juga untuk merespon Mas Abu Fadhlan BSMI Pusat.
Mungkin kalau dibaca lagi email saya dengan lebih teliti, tidak akan ditemukan sedikitpun saran untuk membuat sebuah penetapan hari relawan baru di luar yang memang sudah diakui pemerintah ataupun badan dunia. Ide saya adalah "bagaimana memanfaatkan" momentum Hari Relawan yang sudah diakui secara Internasional pada tanggal 5 Desember oleh "kita" agar semangat kerelawan dapat semakin tersebar di negeri tercinta ini. Walaupun semua itu hanyalah buatan manusia, alangkah arifnya kita tidak apriori selama itu tidak bertentangan dengan apa yang kita yakini bukan? Salam, Nandha "We shall build good ship here, at a profit if we can, at a loss if we must, but... always a good ship" --- In [email protected], arif rahman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Wahh.... maaf yaa....waktu itu memang kebetulan saya bertugas di tenda yang sampean maksud itu. Maaf juga kami gak ada buku tamu karena kondisi di Jogja waktu itu serba sulit......pagi subuh setelah gempa saya baru sampe di terminal Jogja, kemudian berkoordinasi dengan teman-teman lain dan akhirnya ditetapkan di lokasi di depan balai desa itu. Malamnya hujan deras dan tenda kami bocor di sana sini.... alhamdulillah bisa ikut merasakan derita pengungsi secara lebih nyata. > Sebaiknya diskusinya secara japri saja deh, karena saya khawatir milisnya dipenuhi rasa gak enak sesama relawan. Bagaimanapun juga kami mencintai umat manusia dan khususnya bangsa Indonesia ini, apalagi mereka yang sudah bekerja tanpa digaji (relawan) untuk menolong sesama. > Penetapan hari relawan bukan firman Tuhan kok, buat apa ribut.....kalau Tuhan menghendaki, bisa saja nanti penetapan hari relawannya lain lagi. Ada hari relawan Indonesia Peduli, ada hari relawan ACT, ada hari relawan BSMI.....kan cuman penetapan oleh Presiden.....kalau nanti saya yang Presiden......dibagi rata deh.....maaf guyonan aja...biar gak terlalu strength....

