PROPOSAL
FIRST AID TRAINING
Pro Emergency

I.      Pendahuluan
Pro Emergency adalah lembaga pendidikan dan pelatihan yang merupakan 
badan usaha dari Yayasan Dharma Bhakti yang berdiri berdasarkan akta 
Notaris Buhari Nomor 2 tanggal 1 maret 1994 berkedudukan di Bogor, 
Jawa Barat.
Pro Emergency didirikan dengan latar belakang bahwa masih tingginya 
tingkat kematian dan kecacatan akibat kegawatdaruratan (emergency 
case) pada kejadian kecelakaan transportasi, industri, rumah tangga, 
gejolak sosial (terorisme, konflik kejahatan, dan kekerasan), dan 
bencana yang tak henti-hentinya melanda negeri ini. Selain itu 
kegawatdaruratan medis seperti penyakit jantung, hipertensi, dan 
stroke masih menduduki peringkat lima besar penyebab kematian 
penduduk Indonesia.
Penyebab tingginya angka kematian dan kecacatan akibat 
kegawatdaruratan tersebut adalah tingkat keparahan, kurang 
memadainya peralatan, sistem yang belum memadai dan pengetahuan 
penanganan penderita gawat darurat yang kurang memadai. Pengetahuan 
penanggulangan penderita gawat darurat memegang porsi besar dalam 
menentukan keberhasilan pertolongan. Banyak kejadian penderita gawat 
darurat yang justru meninggal dunia atau mengalami kecacatan akibat 
kesalahan dalam melakukan pertolongan. Pengetahuan dan keterampilan 
penanggulangan penderita gawat darurat pada level praktisi kesehatan 
maupun orang awam (karyawan, emergency response group, masyarakat 
umum, siswa/mahasiswa, polisi, pemadam kebakaran, sopir ambulans) 
perlu ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan sesuai 
perkembangan keilmuan terkini.
Untuk melakukan upaya tersebut Pro Emergency didukung oleh tenaga 
kompeten di bidang kegawatdaruratan dan telah memperoleh pendidikan 
kegawatdaruratan baik di dalam maupun luar negeri serta peralatan 
yang memadai.  Sistem pengajaran diselenggarakan secara interaktif 
agar terampil dalam tindakan kegawatdaruratan sehingga ilmu yang 
dipelajari langsung dapat diaplikasikan.

II.     Tujuan Pelatihan
1.      Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang 
penanggulangan penderita gawat darurat dalam pertolongan pertama 
pada korban kecelakaan atau bencana
2.      Mempersiapkan untuk mengantisipasi terjadinya bencana atau 
musibah masal




III.    Metode Pelatihan
Metode pelatihan yang digunakan meliputi teori dan praktik dengan 
menggunakan alat peraga dan audio visual.

IV.     Peserta Pelatihan
Polisi, karyawan, pelajar, mahasiswa, pemadam kebakaran, Satpol PP, 
dan pelayanan masyarakat lainnya.

Jumlah peserta: maksimal 30 orang/ kelas

V.      Instruktur Pelatihan
1.      Dokter kualifikasi ATLS – ACLS
2.      Perawat terlatih kualifikasi TOT, BTLS, BCLS

VI.     Jenis Pelatihan


A. CPR – TRAINING       
Waktu Pelatihan : 3 – 4 jam
Jumlah Peserta  : Maks: 24 orang
                  Min: 15 orang
        
Materi Pelatihan
•       Integrated Emergency System
•       DRABC Concept
•       Basic Life Support
•       Chocking Management
•       Recovery Position


B. FIRST AID TRAINING - BASIC   
Waktu Pelatihan : 1 hari
Jumlah Peserta  : Maks: 24 orang
                  Min: 15 orang
        
Materi Pelatihan
•       Integrated Emergency System
•       DRABC Concept
•       Basic Life Support 
•       Chocking Management
•       Recovery Position
•       Wounds and Fracture
•       Splinting and Bandaging
•       Lifting and Moving
•       Stabilization, Fixation, and Transportation
•       Evaluation


C. FIRST AID TRAINING - ADVANCED        
Waktu Pelatihan : 2 hari
Jumlah Peserta  : Maks: 24 orang
                  Min: 15 orang
        
Materi Pelatihan
•       Integrated Emergency System
•       DRABC Concept
•       Basic Life Support 
•       Airway and Breathing
•       Chocking Management
•       Recovery Position
•       Wounds and Fracture
•       Splinting and Bandaging
•       Lifting and Moving
•       Stabilization, Fixation, and Transportation
•       Triage and Disaster
•       Evaluation


V.      Penutup
Demikian proposal ini dibuat sebagai bahan pertimbangan dalam 
meningkatkan pengetahuan tentang kegawatdaruratan. Besar harapan 
kami untuk terselenggaranya pelatihan ini di tempat yang bapak/ ibu 
pimpin. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.


Lampiran 1

Teknik Penyelenggaraan

a.      Institusi pendidikan/ akademi keperawatan, dinas kesehatan, 
rumah sakit, perusahaan dan lain-lain mengajukan permohonan 
pelatihan secara tertulis 2 (dua) minggu sebelum tanggal pelatihan. 
Untuk memperoleh jadwal pelatihan yang pasti. Surat permohonan 
ditujukan ke Sekretariat Pro Emergency melalui fax (021-87922252) 
atau email: [EMAIL PROTECTED] 
        Contact Person Pro Emergency :
        Marketing Manager
        Novita D. Istanti (0816723765)
b.      Paket biaya dibayarkan melalui No. Rekening Pro Emergency. 
Waktu pembayaran paling lambat 1 (satu) minggu sebelum pelatihan 
dilaksanakan.
c.      Untuk penyelenggaraan di luar Jabotabek, biaya transportasi, 
konsumsi dan penginapan instruktur menjadi tanggung jawab 
penyelenggara.


Lampiran 2

Formulir Permohonan Pelatihan


Nama Institusi                  :
Alamat                          :
No. Telp/ Fax                   :
Tanggal Permohonan pelatihan    :
Jumlah Peserta                  :
Nama Penanggung Jawab           :
No. HP Yang dapat dihubungi     :


*  Formulir permohonan kursus di fax ke : 021-87922252 atau 
   Email : [EMAIL PROTECTED]


PROPOSAL 
BASIC TRAUMA LIFE SUPPORT 
For Nurse

I.      Pendahuluan
Dewasa ini persaingan untuk memeperebutkan lapangan kerja semakin 
ketat pada semua bidang profesi, termasuk profesi keperawatan. 
Ditambah lagi dengan masuknya era globalisasi yang akan datang akan 
membuat persaingan bebas dan tidak menutup kemungkinan tenaga 
perawat dari luar negeri bisa masuk ke dalam negeri yang tentunnya 
memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih profesional. 
Kondisi ini menuntut setiap perawat untuk selalu meningkatkan 
pengetahuan dan keterampilan guna memenuhi tuntutan pasar kerja 
sesuai perubahan zaman. 
Salah satu pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki oleh 
seorang perawat adalah tentang bagaimana cara penanggulangan 
penderita kegawatdaruratan (Emergency case), dimana hal ini dapat 
membentuk dan melihat keahlian seorang perawat dalam mengatasi 
masalah pada pasien. Tindakan pertolongan yang diberikan pada kasus 
kegawatdaruratan sangatlah membantu dalam rangka penyelamatan jiwa 
penderita dan mencegah terjadinya cedera lebih lanjut, sehingga 
perawat dapat berperan dalam menurunkan angka kematian dan kesakitan 
sesuai dengan visi Departemen Kesehatan Republik Indonesia yaitu 
INDONESIA SEHAT 2010. 
Upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam 
penanggulangan penderita gawat darurat diantaranya adalah dengan 
diadakannya pelatihan tentang kegawatdaruratan sesuai dengan standar 
internasional, khususnya untu seorang perawat dan untuk tenaga 
kesehatan pada umumnya. 
Dalam rangka upaya tersebut Pro Emergency yang bergerak dalam usaha 
Emergency Asisstance, Training and Education menyelenggarakan 
pelatihan bagi orang awam dan tenaga kesehatan, khususnya perawat 
dalam mengurangi angka kematian dan kecacatan pada penderita gawat 
darurat. 

II.     Tujuan Pelatihan
1.      Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat di bidang  
penanggulangan penderita gawat darurat
2.      Membentuk perawat yang mampu bersaing baik di dalam maupun 
di luar negeri terutama dalam penanggulangan penderita gawat darurat 
3.      Mempersiapkan perawat untuk mengantisipasi terjadinya 
bencana atau musibah masal

III.    Metode Pelatihan
Metode pelatihan meliputi teori dan praktik dengan menggunakan alat 
peraga dan audio visual.


IV.     Peserta Pelatihan
Peserta pelatihan adalah:
1.      Mahasiswa keperawatan atau kebidanan 
2.      Perawat klinik, puskesmas dan rumah sakit
Jumlah peserta: maksimal 32 orang/ kelas

Persyaratan peserta pelatihan:
a.      Pas foto terbaru ukuran 3 x 4 (2 lembar) berwarna
b.      Foto kopi ijazah keperawatan yang dilegalisir 1 lembar (bagi 
yang sudah lulus)
c.      Surat keterangan mahasiswa akademi keperawatan (bagi yang 
masih kuliah Tk. III)

V.      Instruktur Pelatihan
1.      Dokter kualifikasi ATLS – ACLS
2.      Perawat terlatih kualifikasi TOT, BTLS, BCLS

VI.     Waktu Pelatihan
Waktu pelatihan adalah 3 (tiga) hari pukul 07.30 – 17.00 WIB

VII.    Biaya Pelatihan
Biaya pelatihan Rp. 1.000.000,- (Satu juta rupiah) per orang.
Rp. 32.000.000,- per kelas.
Biaya tersebut mencakup:
1.      Buku panduan
2.      Sewa alat peraga
3.      Institusional fee 
4.      Honorarium Instruktur
5.      Sertifikat dengan akreditasi Persatuan Perawat Nasional 
Indonesia 3 SKP.

VIII.   Materi Pelatihan
A.      Teori
1.      Sistem penanggulangan penderita gawat darurat
            Introduction: integrated emergency system
2.      Bantuan hidup dasar
            Basic life support
3.      Jalan napas dan pernapasan
            Airway and breathing
4.      Sirkulasi dan syok
            Circulation and shock
5.      Penilaian awal penderita trauma
            Initial asessment
6.      Mekanisme kecelakaan
            Mechanism of injury
7.      Trauma kepala, dada, dan abdomen
            Head, thorax, and abdominal injury
8.      Luka dan patah tulang
            Wounds and fracture
9.      Luka bakar
            Burns
10.     Cara ekstrikasi, fiksasi, stabilisasi, mengangkat dan 
memindahkan penderita
            Extrication, fixation, stabilization, lifting and moving
11.     Bencana dan triage
            Triage and disaster

B.      Praktik
1.      Penilaian awal penderita trauma
           Initial asessment
2.      Penanganan jalan napas dan pernapasan
           Airway and breathing
3.      Resusitasi jantung paru
           Cardio pulmonary resusitation (CPR)
4.      Cara ekstrikasi, fiksasi, stabilisasi, mengangkat dan 
memindahkan penderita
           Extrication, fixation, stabilization, lifting and moving
5.      Triase
           Triage

IX.     Penutup
Demikian proposal ini dibuat sebagai bahan pertimbangan untuk 
menyelenggarakan pelatihan guna meningkatkan kualitas tenaga perawat 
yang siap terjun ke lapangan dan siap untuk bersaing secara 
profesional. Besar harapan kami untuk terselenggaranya pelatihan ini 
di tempat yang bapak/ ibu pimpin. Atas perhatiannya diucapkan terima 
kasih.



Lampiran 1

Teknik Penyelenggaraan

a.      Institusi pendidikan/ akademi keperawatan, dinas kesehatan, 
rumah sakit, perusahaan dan lain-lain mengajukan permohonan 
pelatihan secara tertulis 2 (dua) minggu sebelum tanggal pelatihan. 
Untuk memperoleh jadwal pelatihan yang pasti. Surat permohonan 
ditujukan ke Sekretariat Pro Emergency melalui fax (021-87922252) 
atau email: [EMAIL PROTECTED] 
        Contact Person Pro Emergency :
        Marketing Manager
        Novita D. Istanti (0816723765)
b.      Paket biaya dibayarkan melalui No. Rekening Pro Emergency. 
Waktu pembayaran paling lambat 1 (satu) minggu sebelum pelatihan 
dilaksanakan.
c.      Untuk penyelenggaraan di luar Jabotabek, biaya transportasi, 
konsumsi dan penginapan instruktur menjadi tanggung jawab 
penyelenggara.


Lampiran 2

Formulir Permohonan Pelatihan


Nama institusi                  :
Alamat                          :
No. Telp/ fax                   :
Tanggal permohonan pelatihan    :
Jumlah peserta                  :
Nama penanggung jawab           :
No. HP yang dapat dihubungi     :




a.      Formulir permohonan kursus di fax ke : 021-87922252 atau 
   Email : [EMAIL PROTECTED]






Kirim email ke