Bener dok,distop saja karena memang sangat memuakkan bicara mengenai hukum dan 
aparat hukum di negara kita tercinta ini,hukum tidak membela yg benar dan 
rakyat jelata tapi membela yg berduit dan mampu membayar pengacara dan nyogok 
sana sini.
  hukum hanya dimiliki oleh sebagian orang saja,hukum bisa dibeli dan 
digadaikan.
  saya setuju sekali dg kejujuran yg diungkapkan agung,itulah realitynya yg ada 
dimasyarakat.saya ingin mengomentari kalimat anda ttg kompetensi,kelimuan,hukum 
dan etika tapi rasa-rasanya kok malah bikin saya menjadi semakin muak saja.
  sorry...
  

Yusri Hamzah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            dear Dr Billy dan sdr Agung,
   
  Saya setuju agar diskusi mengenai ini tidak dilanjutkan, karena dari awal 
memang sudah tidak ada persamaan persepsi karena adanya perbedaan latar 
belakang (terutama pendidikan). saya sepakat mari kita kembalikan pada apa yang 
seharusnya baik secara keilmuan, hukum dan etika untuk dinilai secara obyektif.
   
  salam,
   
  Yusri Hamzah
  Occupational Health Physician dan praktisi EHS
  
"Billy N." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
      halo Pak Agung
Maaf saya salah mengenai identitas Bapak.
Dari sana juga saya bisa tau kalau Bapak kurang berkompeten untuk bicara
mengenai kedokteran, hukum, juga rekam medik atau rahasia jabatan dokter.
Jadi maaf saya nggak bisa tanggapi tulisan Bapak, nanti malah jadi melantur
nggak jelas dengan pemahahaman sendiri yang makin melenceng.
Sulit membahas 'pandangan saya' atau 'bagi saya', karena pandangan tiap
orang sangat mungkin beda, jadi lebih baik kembalikan pada apa yang
seharusnya, baik secara keilmuan, hukum, atau etika untuk dinilai secara
obyektif.
Saran saya kalau Bapak menemukan dokter yang menyimpang, lakukan tindakan
yang seharusnya, entah secara jalur hukum atau administratif.
rgds
Billy




    
---------------------------------
  Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.   

                         

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke