Pelatihan Operator Spirometry dan Perlindungan Pernapasan, Jkt, 22-23
Juli 2008

Pengalaman lapangan memperlihatkan bahwa banyak perusahaan sudah
melakukan pemeriksaan kesehatan untuk karyawannya. Namun minat yang
besar itu tidak dibarengi dengan kualitas pemeriksaan yang memadai pada
beberapa klinik pemeriksaan kesehatan.

Pertama pemeriksaan masih dilakukan dengan menggunakan parameter yang
tidak spesifik dan sensitif. Kedua pemeriksaan dilakukan secara sama
rata untuk semua pekerja. Yang ketiga tidak dilakukan interpretasi, baik
secara berkelompok, maupun secara perorangan terkait dengan
pekerjaannya.

Yayasan Sudjoko Kuswadji mencoba menyusun sebuah pelatihan spirometry
dan perlindungan pernapasan (kedua hal ini memang saling terkait) agar
dapat membantu petugas pemeriksaan dalam melaksanakan tugasnya.

Pemeriksaan spirometry dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut
spirometer. Alat ini dipakai untuk memeriksa salah satu fungsi paru,
yaitu ventilasi. Analog dengan tekanan darah yang diukur dengan
tensimeter, maka fungsi paru diukur dengan spirometry. Sebagaimana
dengan pengukuran lainnya pekerjaan ini banyak memerlukan ketelitian,
mulai dari: alatnya sendiri, yang memeriksa, yang diperiksa, standar
nasional, perhitungan dan lain-lainnya.

Penggunaan komputer sebagai alat bantu harus selalu dipakai secara
berhati-hati, karena komputer tidak bisa membedakan antara 79 dan 80.
Jika 80 adalah batas normal, maka komputer akan memutuskan bahwa 79
adalah abnormal. Apa bedanya antara 79 dan 80? Jika kesalahan pengukuran
pada pemeriksaan spirometry bisa dicegah sedini mungkin, maka kekeliruan
pengukuran dalam jumlah banyak (epidemiologi) akan berkurang juga.

Penyakit saluran pernapasan merupakan penyakit yang paling banyak
ditemukan. Kondisi ini bisa dimengerti karena saluran pernapasan
merupakan organ tubuh manusia yang kedua terpapar dengan dunia luar
setelah kulit, ketika kita dilahirkan ke dunia. Laporan penyakit
terbanyak yang dialami oleh Puskesmas sering berupa ISPA dan sejenisnya
yang merupakan penyakit saluran pernapasan. Ada berbagai upaya untuk
melindungi saluran pernapasan ini:

Mulai dengan menghilangkan penyebabnya, misalnya mengobati kasus tbc
agar tidak menular, mengilangkan debu dengan proses basah, mengurangi
penguapan pelarut organik dengan menyempitkan mulut container dan banyak
upaya lainnya. Yang terakhir adalah melindungi pekerja dengan memberikan
masker atau respirator. Ternyata upaya ini tidak semudah yang diduga.
Mulai dari seleksi masker yang akan dipakai, menetapkan kelaikan
kesehatan pekerja dalam menggunakan masker, pemeliharaan, lama pakai
atau change schedule dan lain-lainnya.

Pelatihan lebih banyak praktek ketimbang theori. Simulasi dan pemecahan
masalah merupakan cara yang sangat effektif dalam pendidikan dewasa.

Herdi: "Saya melihat pentingnya penyederhanaan materi sehingga mudah
diingat"

Rasyid Dadang: "Saya sangat terkesan dengan fasilitator, sehingga
saya memahami benar apa yang belum pernah saya pikirkan"

Laili Khoiriyah: "Sangat menarik, mencerahkan dan memotivasi
saya".

Salim Karida:"Saya banyak mendapat tambahan ilmu dan wawasan".

Hendry Suryono:" Saya sangat terkesan dan banyak kenalan baru"

Silakan untuk mendaftarkan diri pada Pelatihan ini dengan menghubungi:

Naila KHAIRIYAH HP 081380158333  Telp 021 734 3651
Sri WIDIAWATI HP Nomor 0812 1025 123 Telp 021 734 3651
Yayasan Sudjoko Kuswadji di telepon Nomor  021 734 3651, Fax: 021 735
8966, email ke [EMAIL PROTECTED]

Atas perhatian Saudara kami ucapkan banyak terima kasih.

Wasalam,
Dr Sudjoko KUSWADJI MSc(OM) PKK SpOk
Pakar Kedokteran Keluarga, Spesialis Okupasi (Kesehatan Kerja)
Yayasan Sudjoko Kuswadji - Konsultasi dan Pelatihan
Jl Puyuh Timur III EG3 No 1 Bintaro Jaya Sektor V
Jurang Manggu Timur Tangerang 15222 Indonesia
Tel: +6221 734 3651 Fax: +6221 735 8966 HP: +62 812 9290059
Email: [EMAIL PROTECTED] HTTP://ysk.or.id/

Kirim email ke