Thursday, June 26, 2008
PMI Kirim Anggota RDRT Bantu Korban Topan Fengshen, Filipina
Bencana topan Fengshen yang terjadi di Filipina pada tanggal 19 Juni lalu,
telah mengakibatkan korban 177 meninggal, 435 orang hilang, 70 orang luka-luka
dan total korban bencana hampir sebanyak 866.566 orang (sumber: IFRC DREF
Operation). Untuk membantu operasi penanganan bencana Topan Fengshen tersebut,
Palang Merah Indonesia (PMI) mengirimkan anggotanya yang tergabung dalam RDRT
(Regional Disaster Respon Team). Anggota RDRT dari PMI yang akan diberangkatkan
berjumlah 6 orang, terdiri dari Arif Ilmiawan, Amirullah, Leo Patiasina, Fajar
Sumirat, dr. Agustivie Alberta Jefta Telew, dan Intan Febrianti.
Tim PMI berangkat hari Kamis, 26 Juni 2008 dan akan bergabung dengan Federasi
Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah atau IFRC
(International Federation of the Red Cross and Red Cresecent Societies) selama
dua minggu di wilayah bencana. “Pada operasi bantuan bencana topan Fengshen
ini, mereka akan bekerja membantu melakukan assessment berbagai bidang bantuan
diantaranya relief, logistik, medis, logistik dan dukungan psikososial,” ujar
Kepala Divisi Penanggulangan Bencana, Arifin M. Hadi.
“Dua hari yang lalu (Senin, 23/06), PMI juga telah memberangkat tim ke Myanmar
untuk membantu operasi tanggap darurat bencana akibat topan Nargis, dan besok
(27/06), kami akan mengirimkan pula dua anggota PMI spesialis air bersih dan
sanitasi (water and sanitation) ke China untuk membantu korban gempa di wilayah
Sichuan,” pungkas Arifin.
“Kami akan bekerja di wilayah yang terparah, seperti Mindanao dan Luzon”, ujar
Leo Patiasina, salah seorang anggota RDRT dari PMI pada sebuah kesempatan
sebelum berangkat menuju bandara Soekarno-Hatta.
Sementara itu Kepala Delegasi IFRC di Indonesia, Bob McKerrow, menyatakan Tim
Tanggap Bencana Regional atau RDRTs (Regional Disaster Response Teams)
merupakan salah satu instrumen penting IFRC untuk mengoptimalkan sumber daya
manusia dan keahlian yang ada secara efektif. “Melalui instrumen RDRT, staff
dan relawan perhimpunan nasional dapat diperbantukan untuk menanggulangi
bencana di daerah tertentu, dalam hal ini Asia Tenggara”, ujar Bob.
"Federasi Internasional di Indonesia telah bekerja sama erat dengan PMI. Sejak
1998, Federasi membantu PMI meningkatkan kemampuan staff dan relawannya di
bidang penanggulangan dan siaga bencana," tambahnya. Selain menunjukkan
penerapan Prinsip-Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
Internasional, pemberangkatan tim RDRT dari PMI mendukung operasi Bencana Topan
Fengsheng/Frank di Filipina merupakan pengakuan IFRC terhadap kemampuan
penanggulangan bencana yang dimiliki PMI, ungkap Bob pada akhir statemennya.
Perlu diketahui, pemberangkatan anggota RDRT ini merupakan pemberangkatan ke
empat kalinya PMI membantu operasi penanganan bencana di wilayah Asia Tenggara.
Sebelumnya PMI telah mengirimkan anggota RDRT ke Filipina untuk membantu
penanganan bencana Badai Durian, ke Bangladesh untuk membantu penanganan
bencana Topan Sidr, serta ke Myanmar untuk membantu operasi penanganan bencana
topan Nargis. Khusus untuk membantu korban bencana topan Nargis di Myanmar, PMI
telah memberangkatkan sebanyak dua tim, yaitu Medical Action Team (MAT) yang
berangkat tanggal 2 Juni 2008, serta RDRT yang berangkat pada tanggal 23 Juni
2008, lalu.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi: Arifin M. Hadi, Kepala Divisi
Penanggulangan Bencana, Tlp. 021-7992325, ext. 202, Aswi Reksaningtyas, Kepala
Divisi Komunikasi Markas Pusat PMI, Tlp. (021) 799 2325, atau Kepala Sub
Divisi Humas, Ria Thahir, dan kontak media : Aulia Arriani, Tlp. (021) 799
2325, Ext 201, Ahmad Husein, Koodinator Komunikasi, IFRC Delegasi Indonesia,
Tlp. (022) 79191841.