Press Release
Wednesday, October 15, 2008
3.000 Relawan Bertemu di Banten Pasca Operasi Kemanusiaan Bencana Tsunami di
NAD dan Nias
Banten – Untuk pertama kalinya setelah operasi kemanusiaan terbesar bencana
tsunami di NAD dan Nias 26 Desember 2004 silam, tidak kurang dari 3.000 relawan
Palang Merah Indonesia (PMI) dari anggota KSR (Korps Sukarela) dan TSR (Tenaga
Sukarela) se Indonesia akan kembali bertemu. Tidak dalam tugas kemanusiaan,
namun para relawan kali ini akan bertemu dalam sebuah perhelatan akbar bagi
relawan yaitu Temu Karya Relawan PMI Nasional 2008 di Pantai Matahari
Caritaria, Anyer, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. ”Sekitar 3.000 relawan
akan hadir pada kegiatan ini. Temu Karya kali ini menjadi istimewa karena
menjadi ajang pertemuan bagi para relawan untuk pertama kalinya setelah
pertemuan terakhir mereka ketika bertugas dalam operasi kemanusiaan untuk
bencana tsunami di NAD dan Nias empat tahun lalu,” jelas Ketua Bidang Penguatan
Sumber Daya PMR dan Relawan Markas Pusat PMI, Dr. Hj. Ulla Nuchrawaty Usman,
MM.
Temu karya yang dibuka resmi oleh Gubernur Provinsi Banten, Ratu Atut Chomsiah,
pada Kamis (30/10) di arena perkemahan Temu Karya ini juga akan diikuti oleh 36
relawan dari perhimpunan palang merah dan bulan sabit merah enam negara
sahabat. Bersama dengan para relawan PMI, mereka akan turut ambil bagian dalam
kegiatan Temu Karya.
Pengabdian PMI untuk masyarakat selama 63 tahun ini memang tidak lepas dari
peran serta relawan. Tanpa mereka, pelayanan kemanusiaan PMI tidak akan bisa
terlaksana. Relawan adalah tulang punggung organisasi PMI dan tanpa relawan,
PMI tidak akan bisa berbuat apa-apa. Temu Karya merupakan ajang untuk
menghormati para relawan yang telah berdedikasi di bidang kemanusiaan selain
juga sebagai strategi untuk meningkatkan kinerja mereka dalam melakukan
pelayanan kemanusiaan secara maksimal.
Selama Temu Karya para relawan akan mengikuti empat kegiatan besar, yaitu Temu,
Karya, Persahabatan, dan Pengembangan Kapasitas. Temu merupakan kegiatan forum
dimana para relawan akan berbagi pengalaman dalam bidang pelayanan. Di kegiatan
Karya para relawan akan melakukan simulasi pelayanan yang akan melibatkan
Banten – Untuk pertama kalinya setelah operasi kemanusiaan terbesar bencana
tsunami di NAD dan Nias 26 Desember 2004 silam, tidak kurang dari 3.000 relawan
Palang Merah Indonesia (PMI) dari anggota KSR (Korps Sukarela) dan TSR (Tenaga
Sukarela) se Indonesia akan kembali bertemu. Tidak dalam tugas kemanusiaan,
namun para relawan kali ini akan bertemu dalam sebuah perhelatan akbar bagi
relawan yaitu Temu Karya Relawan PMI Nasional 2008 di Pantai Matahari
Caritaria, Anyer, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. ”Sekitar 3.000 relawan
akan hadir pada kegiatan ini. Temu Karya kali ini menjadi istimewa karena
menjadi ajang pertemuan bagi para relawan untuk pertama kalinya setelah
pertemuan terakhir mereka ketika bertugas dalam operasi kemanusiaan untuk
bencana tsunami di NAD dan Nias empat tahun lalu,” jelas Ketua Bidang Penguatan
Sumber Daya PMR dan Relawan Markas Pusat PMI, Dr. Hj. Ulla Nuchrawaty Usman,
MM.
Temu karya yang dibuka resmi oleh Gubernur Provinsi Banten, Ratu Atut Chomsiah,
pada Kamis (30/10) di arena perkemahan Temu Karya ini juga akan diikuti oleh 36
relawan dari perhimpunan palang merah dan bulan sabit merah enam negara
sahabat. Bersama dengan para relawan PMI, mereka akan turut ambil bagian dalam
kegiatan Temu Karya.
Pengabdian PMI untuk masyarakat selama 63 tahun ini memang tidak lepas dari
peran serta relawan. Tanpa mereka, pelayanan kemanusiaan PMI tidak akan bisa
terlaksana. Relawan adalah tulang punggung organisasi PMI dan tanpa relawan,
PMI tidak akan bisa berbuat apa-apa. Temu Karya merupakan ajang untuk
menghormati para relawan yang telah berdedikasi di bidang kemanusiaan selain
juga sebagai strategi untuk meningkatkan kinerja mereka dalam melakukan
pelayanan kemanusiaan secara maksimal.
Selama Temu Karya para relawan akan mengikuti empat kegiatan besar, yaitu Temu,
Karya, Persahabatan, dan Pengembangan Kapasitas. Temu merupakan kegiatan forum
dimana para relawan akan berbagi pengalaman dalam bidang pelayanan. Di kegiatan
Karya para relawan akan melakukan simulasi pelayanan yang akan melibatkan
masyarakat secara langsung. Dalam Persahabatan, para relawan akan mengikuti
serangkaian kegiatan seperti pagelaran budaya yang tujuannya untuk meningkatkan
keakraban di antara mereka. Sementara Pengembangan Kapasitas lebih sebagai
ajang diskusi yang mengangkat persoalan manajemen pembinaan relawan dalam
organisasi PMI.
Temu Karya menjadi sebuah proses pembinaan dan penanganan relawan dengan baik
sehingga mampu melahirkan relawan yang profesional serta cepat dan tanggap
dalam menangani berbagai bencana yang terjadi di tanah air.
Untukinformasi selanjutnya, dapat menghubungi: Kepala Divisi Komunikasi Markas
Pusat PMI, Aswi Reksaningtyas, telp. 021-7992325 ext. 221, Kepala Divisi PMR
dan Relawan, dr. Yuli Soesilo, telp. 021-7992325 ext. 205, Hubungan Media:
Aulia Arriani, 021-7992325 ext. 201
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/