Teman-teman,
Saya ingin mengetahui tentang kebijakan perlakuan non-diskriminatif di tempat 
kerja yang terutama sebagai tempat pelayanan medis. Apakah ada kode 
etik/standarisasi yang mengatur secara baku tentang kebijakan non-diskriminatif 
dalam dunia medis di Indonesia? Kebetulan saya menemukan artikel yang 
berhubungan dengan dugaan perlakuan diskriminatif di www.tempointeraktif.com.
Thanks.
 
Sincerely,
 
EMT Anwar Buchari
Disaster Health Services
American Red Cross 
520 W 49th Street
New York, NY 10019
Ph. (877)-RED CROSS
Perawat Mengakui Dipecat Karena Jilbab
Kamis, 30 Oktober 2008 | 19:07 WIB
TEMPO Interaktif, Bekasi: Wine Dwi Mandela, perawat bagian fisioterapi Rumah 
Sakit Mitra Keluarga Bekasi Barat, menguatkan alasan pemecatan dirinya karena 
mengenakan jilbab. 
Wine menceritakan, pemecatan itu terjadi pada 21 April, ketika dirinya pulang 
menunaikan ibadah Umrah. 

Saat masuk kerja dia mengenakan jilbab, tetapi dilarang manajemen. Wine menolak 
menolak membuka jilbab, dan diminta mengundurkan diri. Wine setuju, dan menulis 
surat pengunduran diri dengan alasan memakai jilbab saat bekerja. 

Oleh manajemen Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Barat, Wine dinilai terlalu 
ekstrim dan diminta merevisi surat tersebut. Wine menulis ulang surat tetapi 
tidak menuliskan alasan apapun dalam surat pengunduran dirinya. "Pihak rumah 
sakit lalu merampas semua perangkat kerja saya," katanya. "Mulai dari kart 
pengenal, sampai rekening gaji minta ditutup," katanya. 

Wine, berusia 26 tahun. Warga jalan Bungur II RT 002/ RW 002, Kebayoran Lama, 
Jakarta Selatan, itu mengawali kerja sebagai perawat pada 2004 lalu. Sejak awal 
kerja, Wine sudah memakai jilbab tetapi tidak permanen. Pada jam kerja dicopot, 
dan baru dikenakan saat dalam perjalanan pulang pergi dari rumahnya ke rumah 
sakit. Setelah pulang umrah, Wine total mengenakan jilbab. 

Direktur Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Barat dr Dewi Sutandar, membantah 
memecat Wine Mandela, perawat bagian fisioterapi, karena alasan memakai jilbab. 
"Pada dasarnya tidak ada pemecatan," kata Dewi, ketika dikonfirmasi wartawan 
via telepon, Kamis (30/10). 

Manajemen, lanjut Dewi, meminta Wine mengundurkan diri dengan alasan melanggar 
peraturan. Permintaan itu disetujui, Wine membuat surat pengunduran ditujukan 
ke manajemen. Surat pengunduran itu, kata Dewi. tidak lengkap dan meminta 
diperbaiki. "Tepi tidak dilakukan," katanya. 
Ditanya alasan permintaan pengunduran diri, Dewi tidak mau menjelaskan secara 
rinci. Dia hanya menyebut Wine, malanggar tata tertib yang ada. "Wine bahkan 
tidak masuk kerja setelah diminta buat surat pengunduran diri," ujarnya. "Atas 
alasan itu rumah sakit melakukan pemecatan." 

Kirim email ke