assalamualaikum,wr,wb

bapak moderator,,minta ijin untuk, berkeluh kesah.

tidak perlu banyak basa-basi,
melihat sistem kegawat daruratan yang ada di negeri ("ntah berantah")bukannya 
pesimis nih ya,memang itu real n fact (mau gak mau,memang itu yg terjadi ntuk 
golongan menengah sampe ke bawah).
kembali ke laptop ("pokok topik")
kadang buat saya pribadi itu cuma slogan yang sering di suarakan (berkoar), 
but, it's nothing dalam segi pelaksanaan.
boleh lah,,aku kasih 4 jempol sekalian klau untuk masalah training pembelajaran 
kegawatdaruratan such as BTCLS,ACLS,ATLC,etc
tapi untuk pelaksanaan ke lapangan sedikit sekali (tapi itu mungkin saja karena 
kasus dilapangan nya sedikit alias gak ada, or memang itu di lakukan dengan 
sendiri2)....
jangan-jangan sistem itu sendiri gak ada di indonesia.(iya gak iya,,who knows,)

it's long time ago di indo yang aku tahu ada agd 118(mantan ini,,lumayan lah 2 
tahun). sekarang kemana ya,,,,,,to be continue

jadi iintinya/kesimpulannya
gimana cara nya sih,sitem kegawatdaruratan yg ada di indonesia itu cuma 
satu,jadi klau ada accident or cardiact arest, people just call 1 numbern no 
more

itu aja pak moderator, this's only express feeeling, just ignore, if really 
anoying.
 










      

Kirim email ke