SEMANGAT PAGI DAN KABAR LUAR BIASA! Guys, Kalau kita mengatakan dalam kasus Massacre on Gaza, hanya orang mayoritas yang menderita, saya tidak setuju, mengapa? Karena di Arab sana termasuk Palestina banyak juga orang-orang kristiani (sekte orthodox arab, siriani, maupun yang lainnya). Lets put the problem on the right desk. Kalau SARA, ya semua jenis konflik mesti SARA, wong SARA = Suku Agama Ras Antar-golongan. Bahkan perdebatan mengenai PMI vs BSMI sekalipun sudah masuk SARA kalau mau jujur merujuk ke definisi SARA itu sendiri. Sudahlah gak usah dibahas SARA, istilah ini adalah 'hantu' yang diciptakan oleh Orde Baru untuk memberangus kaum oposisi. Tidak bisa kita mengatakan bahwa kita gak SARA dalam keseharian. Wong kita ini terdiri berbagai Suku, Agama, Ras, dan Golongan! Apa kita bukan SARA namanya? Makanya para pendahulu pendiri republik ini sudah jauh-jauh hari menetapkan semboyan bangsa ini adalah Bhinneka Tunggal Ika, biarpun berbeda-beda tetapi tetap satu. Satu tujuan: Indonesia yang makmur sejahtera dan adil merata berdasarkan periketuhanan, perikemanusiaan, persatuan, permusyawarakatan, dan perikeadilan! Mangkanya, nggak usah lagi lah hantu ini disebut-sebut lagi, kuno! Sama aja kita ini sudah termakan doktrin Orba yang sudah jelas-jelas nggak laku lagi! Seharusnya ada masalah apapun yang terjadi, kita kembali ke titik semula: ROOT CAUSE! Dan yang perlu digaris bawahi adalah bahwa apa yang terjadi sekarang di Gaza sana, harusnya disikapi dengan fokus bahwa telah terjadi ketidakadilan dalam melihat masalah ini. Seperti di email saya terdahulu, kalau Indonesia yang melakukan hal seperti ini, apa yang akan dikatakan dunia? Lets see the problem clearly, Disana ada bencana kemanusiaan, disana tirani, disana pembantaian that is a fact! PBB impoten is a fact! Amerika dan Eropa mendukung Israel is a fact! Pemuka agama besar di dunia ini berdiam diri terhadap Israel is a fact! Pemimpin Arab membisu terhadap tragedi ini is a fact! Tidak perlu lagi ditutup-tutupi dengan alasan apapun! Janganlah sentimen fundamental membuat kita menutup mata atas tragedi ini, Fakta bahwa kemanusiaan sedang diinjak-injak di Gaza harusnya membuat kita sadar, bahwa itu bisa terjadi di juga di Indonesia, kalau kita melakukan hal yang sama dilakukan orang-orang Arab: Tidak Bersatu! Indonesia yang besar dan kuat adalah jauh lebih ditakuti oleh bangsa-bangsa kolonial dan imperialis, mangkanya mereka membuat berbagai cara untuk tetap Indonesia terpecah belah (ingat Divide et Impera!) Dan ini adalah project mereka, makanya dengan berbagai cara dibuat agar orang-orang Islam berkiblat ke Arab (padahal Islam is not Arab, dan Arab is not Islam) dan orang Kristen berkiblat ke Eropa/Amerika (padahal di Amerika / Eropa, agama sendiri tak lebih dan tak bukan sekedar pelengkap hidup) mengapa? Karena itu menguntungkan mereka! sehingga kita lupa kepada tujuan mulia yang telah ditentukan oleh para pendahulu kita terdahulu! Lets see the fact: Ketika Aceh terkena Tsunami, maka berbondong-bondong semua LSM (termasuk LSM berbasis agama kristen) segera memasukkan bantuan ke sana! Sehingga kalau anda hitung, rasio bantuan per kapita, anda akan geleng-geleng kepala! Tetapi pertanyaan saya, mengapa tidak ada yang berbondong-bondong ke NTT yang masyarakatnya juga tidak kalah menderita? mengapa tidak ada yang berbondong-bondong ke Irian Jaya ketika terjadi krisis pangan di pedalaman sana? Atau di Nias? Mengapa? supaya tetap miskin supaya tetap curiga supaya tetap terjadi social gap antara satu kelompok dengan kelompok lainnya! Coba kalau LSM berbasis agama kristen berbondong-bondong ke NTT dan Irian, saya yakin tidak ada akan issue kristenisasi! Tetapi karena ke Aceh, maka muncul issue kristenisasi! Sama halnya ketika ada badan amal islam di Irian maka muncul issue islamisasi di sana! SO, jangan alergi untuk membicarakan suatu perbedaan, karena dari diskusi perbedaan akan muncul suatu inti kesamaan. Sepanjang kita membuka logika dan pemikiran kita! Tetapi kalau hanya mau debat kusir, ya gak akan dapat apa-apa! Cheers,
Agung SARONO --------------------- Work Safe! Work Smart! Work Easy!

